ilustrasi sopir yang taksadar sambil menyetir (freepik.com/user18526052)
Sebagian pengemudi sengaja menurunkan suhu AC ketika mulai mengantuk. Udara dingin memang dapat memberikan sensasi segar sesaat, tetapi cara ini bukan solusi untuk mengatasi rasa kantuk saat mengemudi.
Rasa kantuk biasanya berkaitan dengan kurang istirahat, perjalanan panjang, atau kelelahan. Menyalakan AC lebih dingin mungkin membuat tubuh terasa lebih terjaga beberapa saat, tetapi tidak menggantikan kebutuhan untuk beristirahat.
Jika mata mulai berat, sering menguap, atau sulit fokus pada kondisi jalan, sebaiknya segera mencari tempat aman untuk berhenti dan beristirahat. Memaksakan perjalanan hanya dengan mengandalkan AC dingin justru dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Untuk perjalanan jauh, atur suhu kabin pada tingkat yang nyaman dan stabil. Pastikan juga sirkulasi udara berjalan baik, minum secukupnya, serta beristirahat secara berkala ketika mulai merasa lelah.
Jadi, AC yang terlalu dingin tidak otomatis membuat pengemudi cepat lelah. Namun, suhu ekstrem dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan membuat tubuh harus terus menyesuaikan diri. Suhu kabin yang nyaman jauh lebih penting untuk membantu menjaga fokus dan stamina selama berkendara.