Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Kebiasaan yang Membuat Mobil Cepat Kusam Meski Sering Dicuci

4 Kebiasaan yang Membuat Mobil Cepat Kusam Meski Sering Dicuci
ilustrasi mobil (unsplash.com/Joey Banks)
  • Kain atau spons kasar dapat menggesek debu dan partikel pada bodi, memicu baret halus yang mengurangi kilap cat. Gunakan microfiber bersih dan cuci lap secara berkala.
  • Paparan matahari berkepanjangan dapat mendegradasi lapisan pelindung cat, membuat warna kurang cerah. Parkir di garasi atau tempat teduh, serta gunakan penutup mobil saat diperlukan.
  • Getah, kotoran burung, serangga, dan bercak air yang dibiarkan dapat merusak tampilan cat. Lunakkan kotoran sebelum dibersihkan dan segera keringkan mobil setelah dicuci.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mencuci mobil secara rutin memang merupakan langkah penting untuk menjaga body agar tetap bersih dan terlihat menarik, namun frekuensi mencuci bukan satu-satunya faktor yang dapat menentukan tampilan mobil. Kebiasaan tertentu saat mencuci, mengeringkan, atau menggunakan mobil juga bisa membuat permukaan cat menjadi lebih cepat kehilangan kilap dan terlihat mudah kusam.

Kotoran yang menempel terlalu lama, penggunaan alat yang tidak tepat, hingga cara membersihkan body yang kurang benar ternyata bisa memunculkan goresan halus pada permukaan cat. Tidak heran apabila perawatan mobil sebaiknya tidak hanya berfokus pada seberapa sering kendaraan dicuci, namun juga terkait pada proses pembersihan yang dilakukan dan bagaimana mobil digunakan setelahnya.

Referensi:

https://rac.com.au/horizons/drive/bad-car-detailing-habits

https://kdautospa.com/does-your-car-look-dull-heres-what-youre-missing/

https://www.slashgear.com/2129543/common-habits-should-stop-doing-ruin-car/

  1. 1. Menggunakan kain atau spons yang kasar

    ilustrasi mencuci mobil (unsplash.com/Erik Mclean)
    ilustrasi mencuci mobil (unsplash.com/Erik Mclean)

    Kebiasaan menggunakan kain, spons, atau lap yang permukaannya kasar ternyata bisa menyebabkan gesekan berulang pada lapisan terluar cat mobil. Debu dan partikel kecil yang masih menempel pada body juga jadi ikut tergesek, sehingga meninggalkan barat halus yang lama-kelamaan akan membuat permukaan cat menjadi kurang mengkilap.

    Sebaiknya kamu bisa menggunakan kain microfiber yang bersih dan memiliki tekstur lembut untuk membersihkan, serta mengeringkan permukaan body mobil. Lap harus dicuci secara berkala agar kotoran yang terperangkap di dalam seratnya tidak kembali bergesekan dengan cat dan justru menimbulkan baret.

  2. 2. Membiarkan mobil terlalu lama terkena sinar Matahari

    ilustrasi mobil (unsplash.com/mathr photography)
    ilustrasi mobil (unsplash.com/mathr photography)

    Papara sinar Matahari dalam waktu yang cukup lama ternyata bisa mempercepat penumpukan lapisan pelindung pada permukaan cat mobil. Radiasi UltraViolet secara bertahap bisa membuat lapisan pelindung mengalami degradasi, sehingga warna kendaraan pun akan terlihat kurang cerah dan permukaannya kehilangan kilap.

    Mencuci mobil secara rutin tidak bisa sepenuhnya mencegah dampak paparan sinar Matahari jika kendaraan terus-menerus dibiarkan terparkir di bawah terik matahari. Jika memungkinkan, parkir kendaraan di garasi, tempat teduh, atau gunakan penutup mobil yang sesuai pada saat kendaraan harus berada di luar ruangan dalam waktu yang cukup lama.

  3. 3. Tidak segera membersihkan kotoran yang menempel

    ilustrasi mencuci mobil (unsplash.com/nick Kaufman)
    ilustrasi mencuci mobil (unsplash.com/nick Kaufman)

    Koran seperti getah pohon, kotoran burung, sisa serangga, atau cipratan bahan tertentu sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama menempel pada body kendaraan. Beberapa jenis kotoran bisa mengandung senyawa yang berpotensi mempengaruhi lapisan permukaan zat apabila terkena panas dan dibiarkan dalam waktu yang cukup lama.

    Jika menemukan kotoran yang cukup sulit dibersihkan, maka jangan langsung menggosoknya dengan kuat menggunakan kain kering. Basahi bagian tersebut terlebih dahulu agar kotorannya melunak, kemudian bersihkan secara perlahan dengan menggunakan kain dan cairan pembersih yang sesuai untuk permukaan kendaraan.

  4. 4. Mengeringkan mobil secara sembarangan setelah dicuci

    ilustrasi mobil sedan (unsplash.com/arteum)
    ilustrasi mobil sedan (unsplash.com/arteum)

    Membiarkan air mengering sendiri setelah mobil dicuci ternyata bisa meninggalkan bercak air atau noda mineral pada permukaan body, terutama jika air digunakan memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi. Pada saat air menguap, maka mineral yang tertinggal bisa membentuk noda yang membuat permukaan cat terlihat kurang bersih dan tidak mengkilap.

    Setelah mencuci mobil, sebaiknya segera keringkan body menggunakan kain microfiber yang bersih dan lembut untuk mengurangi sisa air pada permukaan. Proses pengeringan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, terutama pada bagian yang memiliki celah dan area yang mudah menampung air.

    Mobil yang sering dicuci belum tentu memiliki cat yang selalu terlihat mengkilap jika cara perawatannya kurang tepat. Kesalahan-kesalahan yang kerap dilakukan justru akan mempercepat munculnya tampilan kusam pada permukaan mobil. Ubahlah kebiasaan yang ada dan gunakan metode perawatan yang tepat agar kondisi cat mobil tetap terjaga dan bersih maksimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More