3 Fitur Canggih di Mobil yang Bisa Berubah Jadi Bumerang Mematikan

- Handle pintu rata bodi dapat menyulitkan evakuasi setelah kecelakaan bila kelistrikan gagal; pemilik perlu mengetahui lokasi dan cara memakai pembuka darurat mekanis.
- Rem parkir elektronik dan pemilih gigi elektronik bergantung pada listrik serta modul kontrol, sehingga kendaraan bisa sulit dipindahkan atau ditarik saat sistem bermasalah.
- Layar sentuh yang mengendalikan banyak fungsi dapat memperumit pengoperasian saat lambat atau mati, sekaligus berpotensi mengalihkan perhatian pengemudi ketika mencari menu.
Teknologi otomotif terus berkembang untuk membuat mobil semakin nyaman, aman, dan praktis. Namun, di balik kecanggihannya, beberapa fitur juga bisa menimbulkan risiko jika gagal bekerja, digunakan dengan cara yang salah, atau menyulitkan proses penyelamatan saat terjadi keadaan darurat.
Mulai dari handle pintu rata bodi hingga sistem elektronik yang menggantikan komponen mekanis, kecanggihan tidak selalu berarti tanpa celah. Berikut beberapa fitur mobil modern yang berpotensi menjadi bumerang dalam kondisi tertentu.
1. Handle pintu rata bodi bisa menyulitkan saat darurat

Ilustrasi handle pintu mobil. (unsplash.com/Eyosias G) Handle pintu rata bodi atau flush door handle membuat tampilan mobil terlihat lebih modern dan aerodinamis. Saat mobil berjalan, pegangan pintu menyatu dengan bodi sehingga hambatan udara dapat dikurangi sekaligus memberikan kesan futuristis.
Masalahnya dapat muncul ketika terjadi kecelakaan, terutama jika sistem kelistrikan kendaraan mengalami gangguan. Pada beberapa desain, handle membutuhkan tenaga listrik untuk keluar dari bodi. Jika sistem gagal bekerja, membuka pintu dari luar bisa menjadi lebih sulit.
Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian ketika penumpang harus segera dievakuasi. Karena itu, beberapa produsen menyediakan mekanisme pembuka pintu darurat secara mekanis, baik di bagian dalam maupun luar kendaraan.
Namun, posisi dan cara penggunaan emergency release tidak selalu sama pada setiap mobil. Pemilik kendaraan perlu memahami lokasi fitur tersebut sejak awal, terutama pada mobil yang mengandalkan banyak sistem elektronik untuk membuka pintu.
2. Electronic parking brake dan sistem serba elektronik

ilustrasi rem tangan mobil (honda.ae) Electronic parking brake atau rem parkir elektronik menawarkan kepraktisan karena cukup diaktifkan melalui tombol. Beberapa mobil bahkan dapat mengaktifkan atau melepaskan rem secara otomatis sesuai kondisi kendaraan.
Meski praktis, sistem ini bergantung pada kelistrikan dan modul elektronik. Jika terjadi masalah pada sistem kelistrikan, aki 12 volt, atau komponen pengendali, pengoperasian rem parkir dapat menjadi lebih rumit dibandingkan tuas rem parkir mekanis konvensional.
Situasi juga bisa menjadi rumit saat kendaraan harus dipindahkan dalam keadaan darurat atau akan ditarik. Pada mobil tertentu, prosedur melepas rem parkir membutuhkan langkah khusus. Karena itu, penggunaan mode towing atau prosedur darurat perlu dipahami sesuai petunjuk pabrikan.
Selain rem parkir elektronik, electronic gear selector juga memiliki karakter serupa. Pemindahan posisi transmisi tidak lagi selalu menggunakan hubungan mekanis langsung, melainkan dikendalikan secara elektronik. Ketika sumber listrik bermasalah, kendaraan dapat sulit dipindahkan atau membutuhkan prosedur khusus.
3. Layar sentuh dan pengaturan serba di layar

interior BYD Sealion 7 (byd.com) Layar sentuh kini menjadi pusat kendali berbagai fitur mobil modern. Tidak hanya untuk navigasi dan hiburan, beberapa pabrikan juga memindahkan pengaturan pendingin udara, ventilasi, mode berkendara, lampu, hingga fungsi keselamatan ke dalam menu digital.
Desain seperti ini memang membuat kabin terlihat lebih rapi dan futuristis karena jumlah tombol fisik dapat dikurangi. Namun, pengemudi terkadang harus membuka beberapa menu hanya untuk mengubah pengaturan sederhana yang sebelumnya cukup dilakukan dengan menekan satu tombol.
Masalah lain bisa muncul ketika layar mengalami gangguan, lambat merespons, atau bahkan mati. Jika terlalu banyak fungsi penting bergantung pada layar sentuh, pengoperasian kendaraan dapat menjadi lebih rumit dibandingkan mobil yang masih menyediakan tombol fisik untuk fungsi tertentu.
Selain itu, mencari menu di layar saat mobil sedang berjalan juga berpotensi mengalihkan perhatian dari jalan. Karena itu, pengaturan serba digital memang terlihat canggih, tetapi tetap membutuhkan desain yang mudah digunakan dan tidak mengganggu konsentrasi pengemudi.


















