Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Benarkah Mobil Lebih Boros Bensin Saat Dipacu di Tengah Hujan Deras?

3 min read
Benarkah Mobil Lebih Boros Bensin Saat Dipacu di Tengah Hujan Deras?
ilustrasi wiper mobil (pexels.com/Lucas Pezeta)
  • Mobil dapat lebih boros saat hujan deras karena jalan basah meningkatkan hambatan gulir, terutama saat ada genangan, sehingga mesin membutuhkan energi lebih besar.
  • Kemacetan dan pola berhenti-jalan saat hujan membuat mesin lebih lama menyala serta berulang kali menggerakkan mobil dari diam, sehingga konsumsi BBM meningkat.
  • Wiper, lampu, ventilasi, dan penghilang embun menambah beban kelistrikan; efisiensi dapat dijaga dengan tekanan ban tepat dan berkendara halus tanpa mengabaikan keselamatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Hujan bukan hanya membuat jalan menjadi basah dan jarak pandang berkurang. Kondisi cuaca tersebut ternyata juga dapat memengaruhi konsumsi bahan bakar mobil, terutama ketika hujan deras membuat perjalanan berlangsung lebih lambat.

Penggunaan bensin yang lebih banyak saat hujan bukan disebabkan air hujan secara langsung. Ada sejumlah kondisi yang muncul ketika hujan, mulai dari permukaan jalan yang lebih berat dilalui hingga penggunaan berbagai fitur kendaraan secara bersamaan.

  1. 1. Hambatan jalan basah meningkat

    Wiper mobil
    ilustrasi wiper mobil (unsplash.com/introspectivedsgn)

    Ketika hujan turun, permukaan jalan tertutup lapisan air. Ban harus memindahkan air tersebut ketika mobil melaju. Kondisi ini dapat meningkatkan hambatan gulir dan membuat kendaraan membutuhkan energi lebih besar untuk mempertahankan kecepatan.

    Efeknya bisa semakin terasa ketika hujan sangat deras atau terdapat genangan. Pengemudi biasanya juga mengurangi kecepatan demi menjaga traksi dan keselamatan. Jika perjalanan menjadi lebih lambat dengan banyak akselerasi dan pengereman, efisiensi bahan bakar dapat ikut menurun.

    Selain itu, ban yang kurang angin dapat memperbesar hambatan gulir. Karena itu, tekanan ban sebaiknya diperiksa secara rutin sesuai rekomendasi pabrikan. Ban dengan kondisi dan tekanan yang tepat membantu menjaga efisiensi sekaligus memberikan cengkeraman yang lebih baik ketika jalan basah.

  2. 2. Kemacetan membuat mesin lebih banyak bekerja

    ilustrasi mobil di jalan basah
    ilustrasi mobil di jalan basah (pexels.com/Erik Mclean)

    Hujan sering membuat arus lalu lintas melambat. Genangan, jarak pandang yang terbatas, serta pengemudi yang mengurangi kecepatan dapat menyebabkan perjalanan lebih sering mengalami pola berhenti dan berjalan kembali.

    Dalam kondisi stop and go, mesin harus berulang kali menggunakan tenaga untuk menggerakkan mobil dari posisi diam. Ketika kendaraan berhenti tetapi mesin tetap menyala, bahan bakar tetap digunakan meskipun mobil tidak menambah jarak tempuh secara signifikan.

    Kondisi tersebut membuat konsumsi BBM di dalam kota bisa semakin tinggi ketika hujan. Perjalanan yang biasanya membutuhkan waktu 30 menit dapat menjadi jauh lebih lama. Semakin lama mesin hidup dalam kondisi lalu lintas padat, semakin besar pula bahan bakar yang digunakan.

  3. 3. Fitur kelistrikan bekerja lebih banyak

    ilustrasi navigasi digital
    ilustrasi navigasi digital (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Saat hujan, pengemudi biasanya menggunakan wiper, lampu utama, sistem ventilasi, dan fitur penghilang embun pada kaca secara bersamaan. Semua perangkat tersebut membutuhkan energi listrik yang pada akhirnya disuplai oleh sistem kelistrikan kendaraan.

    Pada mobil bermesin pembakaran internal, alternator menggunakan sebagian tenaga mesin untuk menghasilkan listrik. Ketika kebutuhan listrik meningkat, beban mesin juga dapat bertambah meskipun pengaruhnya terhadap konsumsi BBM biasanya tidak sebesar dampak kemacetan atau gaya berkendara.

    Untuk menjaga efisiensi, gunakan fitur kendaraan sesuai kebutuhan dan hindari akselerasi serta pengereman mendadak. Yang paling penting, jangan mengurangi penggunaan lampu atau wiper demi menghemat bensin karena kedua perangkat tersebut berhubungan langsung dengan keselamatan berkendara.

    Jadi, mobil bisa lebih boros saat hujan karena kombinasi jalan basah, kemacetan, perjalanan yang lebih lama, dan meningkatnya penggunaan fitur kendaraan. Hujan bukan penyebab tunggal, tetapi kondisi yang menyertainya dapat membuat konsumsi bahan bakar meningkat.

    Dengan menjaga tekanan ban, mengemudi secara halus, dan memastikan mobil selalu dalam kondisi prima, pemborosan bahan bakar ketika hujan dapat ditekan tanpa mengorbankan keselamatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More