Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Shell Mulai Produksi Gemuk di Pabrik Baru Marunda

3 min read
Shell Mulai Produksi Gemuk di Pabrik Baru Marunda
Seremoni peresmian GMP (Dok. Shell)
  • Shell Indonesia meresmikan Pabrik Manufaktur Gemuk di Marunda, Bekasi, berkapasitas hingga 12 kiloton per tahun dan sepenuhnya dimiliki serta dioperasikan Shell.
  • Pabrik yang dibangun sejak 2024 ini memproduksi Shell Gadus untuk sektor manufaktur, pertambangan, dan transportasi, dengan teknologi contact reactor guna meningkatkan fleksibilitas serta efisiensi operasional.
  • Pemerintah menilai GMP Marunda berpotensi memperkuat daya saing industri pelumas, memenuhi pasar domestik, dan mendukung Indonesia menjadi basis produksi grease Shell di tingkat regional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Shell Indonesia resmi meresmikan Pabrik Manufaktur Gemuk atau Grease Manufacturing Plant (GMP) di Marunda, Bekasi, Jawa Barat.

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 12 kiloton per tahun dan melengkapi fasilitas Pabrik Pelumas atau Lubricants Oil Blending Plant (LOBP) Shell yang telah beroperasi di lokasi yang sama.

Pembangunan GMP Marunda dimulai pada 2024 dan disebut sebagai salah satu pabrik manufaktur gemuk terbesar milik Shell secara global. Fasilitas ini sepenuhnya dimiliki dan dioperasikan Shell untuk mendukung kebutuhan pelumas di berbagai sektor industri di Indonesia.

  1. 1. Pabrik gemuk Shell punya kapasitas produksi 12 kiloton per tahun

    Fasilitas pabrik manufaktur gemuk Shell Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai 12 kiloton per tahun.
    Mampu memproduksi 12 kiloton per tahun (Dok. Shell)

    Kehadiran GMP Marunda menambah kemampuan manufaktur Shell di Indonesia. Fasilitas ini memproduksi gemuk atau grease dengan merek Shell Gadus yang digunakan untuk berbagai aplikasi industri, termasuk bantalan (bearings) dan roda gigi (gears).

    Produk yang dihasilkan tersedia dalam sejumlah jenis kemasan, seperti drum, pail, dan fluid bag, menyesuaikan kebutuhan industri.

    “Investasi ini dipercaya dapat mendukung kebutuhan berbagai sektor industri seperti manufaktur, pertambangan, transportasi, dan kegiatan industri lainnya yang terus bertumbuh,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (15/9/2026).

  2. 2. Gunakan teknologi contact reactor

    Peresmian pabrik manufaktur gemuk atau grease milik Shell Indonesia dalam acara seremonial di area fasilitas produksi.
    Peresmian pabrik Gemuk atau Grease milik Shell (Dok. Shell)

    GMP Marunda dibangun dengan teknologi manufaktur yang mencakup contact reactor. Teknologi tersebut diklaim Shell dapat meningkatkan fleksibilitas sekaligus efisiensi operasional fasilitas produksi. Kehadiran pabrik ini juga memperkuat fasilitas manufaktur Shell yang sudah ada di Marunda.

    Sebelumnya, Shell Indonesia menyelesaikan ekspansi LOBP Marunda pada November 2022. Ekspansi tersebut meningkatkan kapasitas produksi pelumas dari 136 juta liter menjadi 300 juta liter per tahun.

    President Director & Managing Director Lubricants Shell Indonesia Andri Pratiwa mengatakan, kebutuhan terhadap solusi pelumasan ikut meningkat seiring pertumbuhan sektor industri di Indonesia.

    “Kehadiran Pabrik Manufaktur Gemuk Shell memampukan kami untuk mendukung pelanggan dengan menghadirkan produk gemuk sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kinerja operasional di berbagai sektor industri dengan didukung oleh keahlian teknis Shell dan pemahaman akan kebutuhan pasar domestik,” kata Andri Pratiwa.

  3. 3. Pemerintah dorong Indonesia jadi basis produksi regional

    Produk gemuk atau grease buatan pabrik Shell Indonesia yang didokumentasikan oleh perusahaan Shell di area manufaktur.
    Gemuk atau Grease bikinan pabrik Shell (Dok. Shell)

    Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, pemerintah melihat fasilitas tersebut berpotensi mendukung penguatan posisi Indonesia dalam rantai manufaktur regional.

    Agus mengatakan, peningkatan daya saing industri pelumas dapat membuka peluang Indonesia menjadi hub manufaktur grease yang mampu membawa produk dalam negeri ke pasar kawasan dan dunia.

    “Kita mulai dari Indonesia, memperkuat Indonesia, dan pada saatnya membawa produk Indonesia ke kawasan dan dunia,” ujar Agus.

    Ia juga berharap GMP Marunda tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan domestik, tetapi dapat menjadi bagian dari basis produksi regional Shell seiring peningkatan kapasitas dan daya saing fasilitas tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More