Kenapa Mobil Listrik Tidak Menggunakan Oli Mesin? Ini Alasannya

Pernah bertanya-tanya kenapa mobil listrik tidak perlu rutin ganti oli seperti mobil bensin atau diesel? Padahal, oli selama ini identik dengan perawatan mobil. Pemilik kendaraan konvensional bahkan biasanya harus mengganti oli setiap beberapa ribu kilometer agar mesin tetap bekerja dengan baik.
Namun, aturan tersebut tidak berlaku pada mobil listrik atau electric vehicle (EV). Alasannya sederhana. Itu karena mobil listrik tidak memiliki mesin pembakaran internal yang membutuhkan oli mesin. Sebagai gantinya, mobil ini menggunakan motor listrik yang konstruksinya jauh lebih sederhana dan memiliki lebih sedikit komponen bergerak.
1. Oli mesin dibutuhkan untuk melindungi mesin pembakaran

ilustrasi oli mobil (pexels.com/Daniel Andraski) Pada mobil bensin dan diesel, mesin bekerja dengan membakar bahan bakar di dalam silinder. Proses tersebut menghasilkan tenaga yang kemudian menggerakkan berbagai komponen, seperti piston, crankshaft, camshaft, dan katup. Di sinilah, oli mesin berperan penting. Oli membentuk lapisan pelumas di antara komponen-komponen logam yang terus bergerak dan bergesekan. Dengan begitu, gesekan dan keausan bisa dikurangi. Oli juga memiliki fungsi penting dalam membantu menjaga komponen mesin tetap terlindungi.
Selain sebagai pelumas, oli juga membantu membawa panas dari sejumlah komponen mesin. Oli kemudian menangkap kotoran, partikel logam, dan sisa hasil pembakaran yang masuk ke dalam sistem. Itu sebabnya, oli pada mobil konvensional lama-kelamaan berubah warna dan kualitasnya menurun. Jika dibiarkan terlalu lama, kemampuan oli untuk melindungi mesin juga bisa berkurang sehingga perlu diganti secara berkala.
2. Mobil listrik bekerja dengan cara yang berbeda

ilustrasi mobil listrik (unsplash.com/Ed Harvey) Berbeda dengan mesin pembakaran internal, mobil listrik mendapatkan energi dari baterai yang dialirkan ke motor listrik. Motor tersebut kemudian mengubah energi listrik menjadi gerakan melalui medan elektromagnetik. Tidak ada bahan bakar yang dibakar di dalam silinder dan tidak ada ledakan kecil yang mendorong piston. Karena itu, komponen seperti piston, katup, camshaft, dan mekanisme timing yang rumit juga tidak diperlukan.
Sistem penggerak mobil listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak dibandingkan kendaraan dengan mesin pembakaran internal. Kondisi ini membuat kebutuhan terhadap pelumasan jauh lebih rendah. Pada motor listrik, rotor berputar di dalam stator menggunakan gaya elektromagnetik. Komponen yang berputar umumnya menggunakan bearing yang sudah dilumasi dan dirancang untuk bekerja dalam jangka panjang. Jadi, bukan berarti motor listrik sama sekali tidak membutuhkan pelumas, tetapi pelumas tersebut memiliki fungsi dan sistem yang berbeda dari oli mesin pada mobil konvensional.
3. Kalau begitu, apakah mobil listrik benar-benar tidak butuh oli?

ilustrasi mobil listrik (unsplash.com/Tesla Fans Schweiz) Nah, ini bagian yang sering disalahpahami. Mobil listrik murni memang tidak membutuhkan engine oil atau oli mesin, tetapi bukan berarti seluruh komponennya bekerja tanpa pelumas atau cairan. Beberapa mobil listrik memiliki reduction gear atau sistem roda gigi reduksi yang membutuhkan pelumas khusus. Cairan ini berfungsi mengurangi gesekan dan membantu menjaga komponen di dalam unit penggerak tetap bekerja dengan baik.
Selain itu, beberapa model EV juga menggunakan cairan khusus untuk membantu proses pelumasan sekaligus pendinginan motor listrik, inverter, atau sistem pengelolaan suhu baterai. Akan tetapi, cairan tersebut bukan oli mesin dan jadwal perawatannya tidak sama dengan oli pada mobil bensin atau diesel. Selain itu, mobil listrik tidak memerlukan penggantian oli mesin secara rutin.
4. Kenapa mobil listrik tidak perlu ganti oli setiap 5 ribu–10 ribu km

ilustrasi mobil listrik (unsplash.com/Hyundai Motor Group) Pada mobil konvensional, jadwal ganti oli berkaitan langsung dengan cara kerja mesin pembakaran. Oli terus bersirkulasi di antara berbagai komponen yang bergerak, terkena panas tinggi, sekaligus berhadapan dengan produk sampingan dari proses pembakaran. Pada mobil listrik, sumber masalah tersebut tidak ada.
Tidak ada bahan bakar yang dibakar di dalam mesin, piston yang bergerak naik turun di dalam silinder, dan oli mesin yang harus menampung residu hasil pembakaran. Akibatnya, pemilik mobil listrik tidak perlu mengikuti jadwal rutin, seperti mengganti oli setiap 5 ribu atau 10 ribu km. Bagian mobil yang biasanya membutuhkan oli mesin memang tidak ada pada battery electric vehicle (BEV).
5. Perawatan mobil listrik tetap diperlukan

ilustrasi mobil listrik (unsplash.com/Tesla Fans Schweiz) Kendati tidak memerlukan ganti oli mesin secara rutin, bukan berarti mobil listrik bebas perawatan. Pemilik mobil listrik tetap perlu memperhatikan kondisi ban, rem, brake fluid, coolant pada model yang menggunakannya untuk sistem termal, serta komponen lainnya. Sistem penggerak atau reduction gear juga dapat memiliki cairan khusus yang perlu diperiksa atau diganti sesuai rekomendasi pabrikan. Jadwalnya bergantung pada model dan desain kendaraan.
Menariknya, absennya oli mesin membuat perawatan rutin mobil listrik menjadi lebih sederhana. Pemilik tidak perlu membeli oli mesin atau mengganti filter oli secara berkala. Servis yang berkaitan dengan sistem pelumasan mesin pembakaran pun tidak diperlukan.
Intinya, mobil listrik tidak membutuhkan oli mesin. Itu karena mobil listrik tidak memiliki mesin pembakaran internal. Meski tetap membutuhkan beberapa cairan khusus, perawatannya jauh lebih sederhana dibandingkan mobil konvensional.





















