Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Benarkah Paparan AC Mobil Bisa Memicu Serangan Bell’s Palsy?

Benarkah Paparan AC Mobil Bisa Memicu Serangan Bell’s Palsy?
ilustrasi AC mobil bau (freepik.com/pvproduction)
Intinya Sih
  • Bell’s palsy terjadi akibat peradangan dan pembengkakan saraf kranial ketujuh, yang umumnya terkait reaktivasi virus herpes simpleks atau herpes zoster dalam tubuh.
  • Hembusan AC langsung ke wajah tidak menyebabkan Bell’s palsy secara langsung, tetapi suhu dingin ekstrem dapat menyempitkan pembuluh darah dan menjadi pemicu sekunder pada tubuh rentan.
  • Risiko dapat diminimalkan dengan mengarahkan AC ke dada, langit-langit, atau kaki, menghindari suhu ekstrem mendadak, serta menjaga daya tahan tubuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Rasa dingin yang menyegarkan dari sistem pendingin udara atau ac mobil sering kali menjadi penyelamat saat berkendara di tengah cuaca terik. Namun, beredar anggapan di masyarakat bahwa hembusan angin dingin yang mengarah langsung ke wajah dapat menyebabkan kelumpuhan otot muka secara mendadak.

Kondisi medis yang sering dikaitkan dengan kebiasaan tersebut adalah bell’s palsy, sebuah gangguan saraf yang membuat salah satu sisi wajah terkulai. Artikel ini akan mengulas secara medis mengenai kebenaran dampak paparan ac mobil terhadap potensi terjadinya penyakit tersebut.

1. Penyebab utama gangguan saraf pada wajah menurut medis

ilustrasi menyalakan AC mobil (freepik.com/diana.grytsku)
ilustrasi menyalakan AC mobil (freepik.com/diana.grytsku)

Bell’s palsy sebenarnya terjadi akibat adanya peradangan dan pembengkakan pada saraf kranial ketujuh yang mengontrol otot-otot ekspresi wajah. Penyebab paling umum dari peradangan ini adalah infeksi virus yang sebelumnya dorman dalam tubuh, seperti virus herpes simpleks atau herpes zoster. Jadi, penyebab utama penyakit ini murni masalah medis internal dan bukan disebabkan langsung oleh hembusan udara ac mobil.

Meskipun demikian, paparan suhu dingin yang ekstrem dan terus-menerus dapat memicu respons penyempitan pembuluh darah di sekitar wajah. Kondisi pembuluh darah yang menyempit dapat menurunkan aliran darah ke saraf wajah, sehingga membuat saraf tersebut menjadi lebih rentan terhadap infeksi atau peradangan virus yang sudah ada di dalam tubuh.

2. Peran embusan angin dingin ac mobil sebagai pemicu

ilustrasi menyalakan AC mobil (freepik.com/stefamerpik)
ilustrasi menyalakan AC mobil (freepik.com/stefamerpik)

Embusan angin ac mobil yang langsung menembak bagian muka dalam waktu lama memang tidak secara langsung menciptakan virus. Namun, perubahan suhu yang drastis dari udara panas di luar ke udara sangat dingin di dalam kabin dapat menurunkan daya tahan lokal pada area saraf wajah. Pengendara yang daya tahan tubuhnya sedang lemah akan lebih mudah mengalami pembengkakan saraf jika sering terpapar hembusan dingin ini.

Kebiasaan mengarahkan kisi-kisi ac mobil langsung ke area mata dan pipi juga dapat membuat kulit serta jaringan di bawahnya mengalami stres termal. Efek pendinginan lokal yang terlalu tajam inilah yang sering dipahami masyarakat sebagai penyebab utama, padahal udara dingin tersebut hanya bertindak sebagai pemicu sekunder pada tubuh yang sedang rentan.

3. Langkah aman menggunakan ac mobil saat berkendara

illustrasi ac mobil (freepik.com/Karolina Grabowska)
illustrasi ac mobil (freepik.com/Karolina Grabowska)

Langkah paling efektif untuk mencegah risiko peradangan saraf wajah adalah dengan mengatur arah hembusan kisi-kisi ac mobil. Sebaiknya alihkan hembusan angin ke arah dada, langit-langit kabin, atau kaki, sehingga udara dingin dapat menyebar secara merata tanpa menerpa area muka secara langsung dalam waktu yang lama.

Selain itu, hindari menyetel suhu ac pada tingkat yang terlalu dingin atau ekstrem secara mendadak saat baru memasuki kendaraan yang panas. Mengatur temperatur pada tingkat yang sejuk dan nyaman serta menjaga daya tahan tubuh tetap prima merupakan cara terbaik untuk menikmati kenyamanan berkendara tanpa perlu mengkhawatirkan risiko kelumpuhan otot wajah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More