Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berapa Jarak Aman Mmenyalakan Sein Sebelum Berbelok?
ilustrasi sopir (pexels.com/UHGO)
  • Lampu sein idealnya dinyalakan sekitar 30 meter sebelum belok, dengan penyesuaian terhadap kecepatan, kepadatan lalu lintas, dan kondisi jalan.
  • Sein bukan hak otomatis untuk berbelok; pengendara perlu mengurangi kecepatan, memeriksa spion serta blind spot, lalu membelok saat situasi aman.
  • Setelah berbelok atau berpindah jalur, pastikan sein sudah mati agar tidak membingungkan pengguna jalan lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau mau belok, pengemudi harus menyalakan lampu sein kira-kira 30 meter sebelum belokan. Ini supaya orang di jalan tahu arah mobil atau motor. Setelah sein menyala, pengemudi harus pelan-pelan dan lihat spion serta samping. Kalau sudah belok, sein harus dimatikan agar tidak bikin orang lain bingung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menyalakan lampu sein sebelum berbelok terlihat seperti hal sederhana, tetapi masih banyak pengendara yang melakukannya terlalu mepet. Bahkan, ada yang baru menyalakan sein ketika kendaraan sudah mulai membelok.

Padahal, lampu sein berfungsi sebagai alat komunikasi dengan pengguna jalan lain. Memberikan sinyal lebih awal dapat membantu kendaraan di belakang, depan, maupun samping memahami arah gerakan yang akan dilakukan.

1. Idealnya beri tanda sejak sekitar 30 meter

Ilustrasi lampu sein (Pexels/Mike Bird)

Sebagai patokan umum, lampu sein sebaiknya dinyalakan sekitar 30 meter sebelum titik belok. Jarak ini memberi waktu bagi pengguna jalan lain untuk melihat sinyal dan menyesuaikan kecepatan atau posisi kendaraan.

Jangan menunggu hingga tepat berada di depan belokan baru menyalakan sein. Pengendara di belakang bisa terkejut ketika mobil atau motor tiba-tiba mengurangi kecepatan untuk berbelok tanpa mendapatkan tanda lebih awal.

Namun, jarak 30 meter bukan berarti harus selalu diterapkan secara kaku dalam setiap kondisi. Kecepatan kendaraan, kepadatan lalu lintas, dan kondisi jalan juga perlu diperhatikan. Semakin tinggi kecepatan, semakin dini sinyal sebaiknya diberikan.

Di jalan yang ramai, menyalakan sein lebih awal juga perlu dilakukan dengan tepat agar tidak membingungkan. Jangan menyalakan sein terlalu jauh sebelum beberapa persimpangan jika masih ada kemungkinan pengguna jalan lain mengira kendaraan akan berbelok lebih cepat.

2. Jangan langsung belok setelah sein menyala

ilustrasi kendaraan yang menyalakan lampu sein di jalan raya (pexels.com/Eliel Frances Etruiste)

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menyalakan sein lalu langsung membanting setir. Padahal, lampu sein bukan tombol yang memberi hak otomatis untuk langsung berpindah arah atau jalur.

Setelah sein menyala, tetap periksa kondisi sekitar. Gunakan spion untuk melihat kendaraan dari belakang, lalu perhatikan area samping atau blind spot sebelum mulai berbelok atau berpindah jalur.

Bagi pengendara motor, risiko semakin besar karena kendaraan lain dapat berada sangat dekat di sisi kiri atau kanan. Menyalakan sein memang memberi informasi mengenai niat untuk berbelok, tetapi tidak menjamin jalan di sekitar sudah aman.

Karena itu, urutan yang lebih tepat adalah menyalakan sein, mengurangi kecepatan secara bertahap, memeriksa kondisi sekitar, lalu mulai berbelok ketika situasi memungkinkan. Jangan menganggap kendaraan lain pasti langsung memahami atau memberikan ruang.

3. Matikan sein setelah selesai berbelok

ilustrasi lampu sein pada kendaraan (pexels.com/Erik Mclean)

Lampu sein yang dibiarkan menyala setelah kendaraan selesai berbelok juga dapat membingungkan pengguna jalan lain. Kendaraan di belakang mungkin mengira mobil atau motor akan kembali berpindah arah.

Pada mobil modern, lampu sein biasanya akan mati secara otomatis setelah setir kembali lurus. Namun, dalam beberapa kondisi, terutama setelah perpindahan jalur kecil, pengendara tetap perlu memastikan lampu sein benar-benar sudah mati.

Hal yang sama berlaku pada sepeda motor. Biasakan memeriksa indikator sein setelah selesai berbelok atau berpindah jalur. Jangan sampai lampu sein terus berkedip beberapa menit tanpa disadari.

Menyalakan sein pada waktu yang tepat merupakan bagian dari etika sekaligus keselamatan berkendara. Semakin jelas sinyal diberikan kepada pengguna jalan lain, semakin besar kesempatan mereka untuk bereaksi dengan aman.

Jadi, sebelum berbelok, usahakan menyalakan sein sejak sekitar 30 meter atau lebih awal sesuai kondisi kecepatan dan situasi jalan. Beri waktu kepada pengguna jalan lain untuk memahami arah kendaraan, lalu tetap pastikan kondisi sekitar aman sebelum mulai membelok.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article