Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Waspada! Ini Ciri Penipuan Segitiga Saat Membeli Mobil Bekas

2 min read
Waspada! Ini Ciri Penipuan Segitiga Saat Membeli Mobil Bekas
ilustrasi pembelian mobil bekas (pexels.com/Antoni Shkraba)
  • Penipuan segitiga mobil bekas memanfaatkan transaksi antara pemilik, pembeli, dan pihak ketiga, sehingga uang dapat masuk kepada orang yang tidak berhak menerima pembayaran.
  • Harga jauh di bawah pasar, foto dari iklan sah, serta tekanan untuk segera transfer tanda jadi menjadi sinyal yang perlu diwaspadai calon pembeli.
  • Pembeli perlu mencocokkan identitas penjual dengan BPKB dan STNK, memeriksa mobil langsung, serta memastikan rekening pembayaran milik pihak berwenang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Membeli mobil bekas tidak hanya soal mengecek kondisi mesin, bodi, dan kelengkapan surat. Calon pembeli juga perlu waspada terhadap modus penipuan yang memanfaatkan transaksi antara pemilik kendaraan, calon pembeli, dan pihak ketiga.

Salah satu yang perlu dikenali adalah penipuan segitiga. Modus ini biasanya membuat calon pembeli merasa sedang bertransaksi langsung dengan pemilik mobil, padahal uang justru diarahkan kepada orang lain yang tidak berhak menerima pembayaran.

  1. 1. Waspadai harga mobil yang terlalu murah

    ilustrasi jual beli mobil bekas (pexels.com/Gustavo Fring)
    ilustrasi jual beli mobil bekas (pexels.com/Gustavo Fring)

    Salah satu tanda awal yang patut dicurigai adalah harga mobil jauh di bawah harga pasar. Pelaku biasanya menggunakan foto dan informasi kendaraan yang menarik untuk memancing calon pembeli menghubungi mereka. Setelah komunikasi berjalan, pelaku dapat mengaku sebagai pemilik mobil atau perantara yang sedang membantu menjual kendaraan.

    Dalam modus tertentu, pelaku bisa mengambil foto mobil milik orang lain dari iklan yang sah. Harga kemudian dibuat lebih murah agar calon pembeli tertarik dan bergerak cepat. Tekanan seperti “banyak yang minat” atau “harus transfer tanda jadi sekarang” sebaiknya tidak langsung dipercaya sebelum identitas penjual dan kendaraan diverifikasi.

  2. 2. Cocokkan identitas penjual dengan dokumen

    ilustrasi jual beli mobil bekas (pexels.com/Gustavo Fring)
    ilustrasi jual beli mobil bekas (pexels.com/Gustavo Fring)

    Penipuan segitiga menjadi berbahaya ketika pihak yang diajak berkomunikasi bukan pemilik kendaraan sebenarnya. Karena itu, identitas penjual perlu dicocokkan dengan dokumen kendaraan, terutama bpkb dan stnk. Jika seseorang mengaku sebagai pemilik tetapi nama dalam dokumen berbeda, tanyakan hubungan dan kewenangannya secara jelas.

    Calon pembeli juga perlu berhati-hati jika diminta melakukan pembayaran ke rekening dengan nama berbeda dari pemilik kendaraan. Alasan seperti rekening sedang bermasalah atau pembayaran harus dikirim ke saudara dan teman perlu diverifikasi lebih lanjut. Sebisa mungkin, pembayaran dilakukan kepada pihak yang secara jelas memiliki hak atas kendaraan dan sesuai kesepakatan tertulis.

  3. 3. Jangan buru-buru transfer sebelum bertemu

    ilustrasi pembelian mobil bekas (pexels.com/Esmihel Muhammad)
    ilustrasi pembelian mobil bekas (pexels.com/Esmihel Muhammad)

    Pertemuan langsung menjadi salah satu cara penting untuk mengurangi risiko. Kendaraan sebaiknya diperiksa secara fisik, sementara identitas pemilik dan dokumen dicocokkan sebelum ada pembayaran. Jika memungkinkan, pemeriksaan juga dilakukan di lokasi yang aman dan melibatkan pihak yang memahami mobil atau administrasi kendaraan.

    Hal lain yang tidak kalah penting adalah memastikan alur transaksi tetap jelas dari awal sampai akhir. Jika pelaku meminta calon pembeli berkomunikasi dengan pemilik asli melalui nomor berbeda, mengubah rekening pembayaran, atau membuat transaksi terasa terburu-buru, sebaiknya berhenti sejenak. Jangan hanya tergiur harga murah karena dalam penipuan segitiga, mobilnya bisa benar-benar ada, tetapi pihak yang menerima uang belum tentu orang yang berhak menjualnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More