Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cara Mengecek Kondisi Oli Matik Sendiri sebelum Berangkat Mudik

Cara Mengecek Kondisi Oli Matik Sendiri sebelum Berangkat Mudik
ilustrasi mengecek kondisi oli mobil (pexels.com/Kampus Production)
Intinya Sih
  • Pengecekan oli matik penting dilakukan sebelum mudik untuk mencegah kerusakan transmisi dan memastikan mobil tetap lancar di perjalanan jauh.
  • Langkah awal meliputi memanaskan mesin hingga suhu kerja, memarkir di tempat rata, serta menjaga posisi transmisi di “P”.
  • Perhatikan volume, warna, dan aroma oli; jika warnanya gelap atau berbau hangit, segera ganti agar transmisi tidak rusak saat digunakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Memastikan kondisi transmisi otomatis tetap prima adalah langkah krusial yang tidak boleh terlewatkan sebelum kamu memacu kendaraan di jalur mudik yang panjang. Masalah pada sistem transmisi sering kali berawal dari kualitas atau volume oli yang tidak sesuai, yang jika dibiarkan, dapat menyebabkan mobil gagal berpindah gigi atau bahkan mogok di tengah kemacetan.

Melakukan pengecekan oli matik sebenarnya bisa kamu kerjakan sendiri di garasi rumah tanpa perlu peralatan bengkel yang rumit. Dengan meluangkan waktu sejenak untuk memeriksa warna dan volume pelumas, kamu bisa berkendara dengan lebih tenang dan terhindar dari risiko kerusakan transmisi yang biayanya sangat menguras kantong.

1. Mempersiapkan mobil dalam kondisi suhu kerja yang tepat

ilustrasi penggantian oli mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)
ilustrasi penggantian oli mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Berbeda dengan cara mengecek oli mesin yang sebaiknya dilakukan saat mesin dingin, oli transmisi otomatis justru harus diperiksa ketika suhunya sudah mencapai level operasional. Kamu perlu menyalakan mesin terlebih dahulu dan membiarkannya stasioner selama beberapa menit, atau membawanya berkeliling blok perumahan sebentar. Hal ini penting karena oli matik akan memuai saat panas, sehingga indikator pada batang pengukur (dipstick) akan memberikan hasil yang lebih akurat.

Setelah mesin cukup hangat, parkirkan mobil di permukaan yang rata agar cairan di dalam bak transmisi tidak miring. Biarkan mesin tetap menyala dalam posisi transmisi di "P" (Park) atau sesuai petunjuk manual kendaraan kamu. Jangan lupa tarik rem tangan dengan kuat demi keamanan. Dengan kondisi mesin yang masih hidup, pompa oli akan mensirkulasikan cairan ke seluruh sistem, sehingga kamu bisa melihat volume oli yang sebenarnya saat sistem sedang bekerja aktif.

2. Memeriksa volume oli pada batang pengukur transmisi

ilustrasi penggantian oli mobil (pexels.com/Fatih Erden)
ilustrasi penggantian oli mobil (pexels.com/Fatih Erden)

Langkah selanjutnya adalah menemukan letak dipstick oli matik yang biasanya memiliki gagang berwarna cerah seperti merah atau kuning di area ruang mesin. Cabut batang tersebut, bersihkan ujungnya dengan kain lap bersih yang tidak berbulu, lalu masukkan kembali hingga mentok sebelum menariknya keluar lagi. Perhatikan posisi batas oli pada ujung batang tersebut; biasanya terdapat dua tanda penunjuk, yaitu "Cold" dan "Hot".

Karena kamu mengeceknya setelah mesin dipanaskan, pastikan cairan berada di antara garis atau titik pada area "Hot". Jika level oli berada di bawah garis tersebut, berarti kamu perlu menambahkannya sedikit demi sedikit agar tidak terjadi selip pada transmisi. Namun, berhati-hatilah agar tidak mengisi terlalu penuh (overfill), karena kelebihan oli dapat menimbulkan buih udara yang justru akan mengganggu tekanan hidrolik di dalam sistem transmisi otomatis kamu.

3. Menganalisis warna dan aroma sebagai indikator kesehatan transmisi

ilustrasi penggantian oli mobil (pexels.com/Jose Ricardo Barraza Morachis)
ilustrasi penggantian oli mobil (pexels.com/Jose Ricardo Barraza Morachis)

Selain volume, aspek yang paling menentukan adalah kualitas cairan itu sendiri. Oli matik yang masih baru dan sehat biasanya berwarna merah terang atau merah transparan dan tidak memiliki bau yang menyengat. Teteskan sedikit oli dari dipstick ke selembar tisu putih untuk melihat warnanya dengan lebih jelas. Jika warnanya sudah berubah menjadi cokelat tua atau keruh, itu pertanda bahwa oli sudah mulai jenuh dan sebaiknya segera kamu ganti sebelum memulai perjalanan jauh.

Waspadalah jika oli terlihat berwarna hitam pekat atau tercium aroma hangit seperti terbakar. Kondisi ini mengindikasikan adanya keausan serius pada komponen internal transmisi atau terjadinya panas berlebih (overheating) sebelumnya. Jika kamu menemukan serpihan logam halus pada cairan tersebut, jangan memaksakan mobil untuk menempuh jalur mudik yang berat. Segera bawa kendaraan ke bengkel spesialis untuk pemeriksaan lebih lanjut agar kamu tidak terjebak dalam masalah besar di tengah perjalanan nanti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More