3 Tanda Jas Hujan Sudah Waktunya Diganti, Jangan Tunggu Lagi

- Jas hujan perlu diganti saat bahan menjadi kaku, getas, atau retak, terutama di area lipatan seperti lengan, siku, lutut, dan pinggang.
- Rembesan air ke pakaian atau bagian dalam jas menandakan lapisan antiair maupun jahitan mulai menurun fungsinya setelah pemakaian berulang.
- Resleting, kancing, perekat, sambungan, dan karet yang rusak atau kendur dapat menciptakan celah air, sehingga perlindungan berkendara saat hujan berkurang.
Jas hujan menjadi perlengkapan penting bagi pengendara motor, terutama ketika hujan mulai sering turun. Namun, perlengkapan ini juga memiliki usia pakai dan bisa mengalami penurunan kondisi setelah berulang kali digunakan.
Jangan menunggu sampai air mulai menembus pakaian untuk menyadari jas hujan sudah rusak. Ada beberapa tanda yang bisa diperiksa sebelum berangkat agar perlindungan dari hujan tetap maksimal.
1. Muncul retakan dan bahan mulai getas

ilustrasi jas hujan (freepik.com/drobotdean) Periksa seluruh permukaan jas hujan, terutama bagian yang sering dilipat. Bahan yang sudah lama digunakan dapat menjadi lebih kaku, getas, atau muncul retakan kecil. Kondisi ini biasanya lebih mudah terlihat pada bagian yang sering terkena tekukan seperti lengan, siku, lutut, dan area pinggang.
Retakan kecil mungkin terlihat sepele ketika jas hujan masih kering. Namun, ketika terkena air dalam waktu lama, celah tersebut dapat menjadi jalan masuk air. Jika permukaan bahan sudah banyak mengalami retakan atau terasa rapuh saat ditekuk, jas hujan sebaiknya mulai dipertimbangkan untuk diganti.
2. Air mulai merembes ke bagian dalam

ilustrasi jas hujan (unsplash.com/Hamed darzi) Tanda paling mudah dikenali adalah pakaian tetap basah meski jas hujan sudah digunakan dengan benar. Setelah hujan, periksa bagian dalam jas dan pakaian yang tertutupinya. Jika terdapat area tertentu yang selalu basah, bisa jadi lapisan pelindung air sudah mengalami penurunan kemampuan.
Kondisi ini juga dapat terjadi pada jahitan. Bagian sambungan merupakan salah satu area yang rentan mengalami kebocoran setelah digunakan berulang kali. Jika rembesan semakin sering muncul dan tidak hanya terjadi karena air masuk dari bagian leher atau pergelangan, mengganti jas hujan menjadi pilihan yang lebih masuk akal.
3. Resleting dan sambungan mulai bermasalah

ilustrasi jas hujan (freepik.com/gpointstudio) Jangan hanya memeriksa bahan jas hujan. Bagian resleting, kancing, perekat, serta sambungan juga perlu diperhatikan. Resleting yang sulit ditutup atau sudah tidak rapat dapat membuat celah bagi air untuk masuk ketika hujan deras.
Periksa pula bagian karet pada pergelangan tangan dan kaki jika jas hujan memilikinya. Karet yang sudah kendur tidak mampu menutup area tersebut dengan baik sehingga air dapat masuk dari celah. Jika beberapa bagian sudah mengalami kerusakan sekaligus, memperbaikinya mungkin hanya menjadi solusi sementara. Dalam kondisi seperti ini, mengganti jas hujan dapat membantu menjaga perlindungan selama berkendara saat hujan.
Sebelum musim hujan semakin sering, luangkan waktu untuk memeriksa jas hujan yang selama ini disimpan. Perawatan yang tepat memang dapat memperpanjang usia pakai, tetapi material tetap bisa mengalami penurunan kualitas. Jas hujan yang masih utuh, tidak bocor, dan memiliki seluruh pengikat yang berfungsi akan lebih siap digunakan ketika hujan turun tiba-tiba.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















