5 Bagian Motor yang Wajib Dicek Sebelum Musim Hujan

- Sebelum musim hujan, periksa ban beserta tekanan anginnya agar alur masih mampu membuang air dan pengendalian motor tetap optimal di jalan basah.
- Pastikan rem depan-belakang serta seluruh lampu berfungsi normal, karena jalan licin dan jarak pandang menurun meningkatkan kebutuhan pengereman serta visibilitas.
- Cek kabel, soket, konektor, aki, rantai, dan sproket untuk mencegah gangguan akibat air, lumpur, karat, atau komponen penggerak yang aus.
Musim hujan membuat motor menghadapi kondisi jalan yang berbeda. Genangan air, jalan licin, hingga jarak pandang yang menurun bisa membuat perjalanan menjadi lebih berisiko.
Karena itu, motor sebaiknya tidak hanya dipersiapkan dari sisi mesin. Beberapa bagian penting juga perlu diperiksa agar tetap bekerja optimal ketika hujan mulai sering turun.
1. Ban dan tekanan angin

ilustrasi ban motor (pexels.com/Srattha Nualsate) Ban menjadi salah satu bagian paling penting karena langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Sebelum musim hujan, periksa kedalaman alur ban dan pastikan tidak ada retakan, benjolan, atau keausan yang tidak merata. Alur ban yang masih baik membantu membuang air dari permukaan ban saat melewati jalan basah.
Tekanan angin juga perlu diperhatikan. Ban yang terlalu kempis atau terlalu keras dapat memengaruhi pengendalian motor. Gunakan tekanan sesuai rekomendasi pabrikan, biasanya tercantum pada stiker motor atau buku manual.
2. Rem depan dan belakang

ilustrasi rem motor (pexels.com/cottonbro studio) Sistem pengereman harus mendapat perhatian lebih karena permukaan jalan yang basah dapat mengurangi traksi ban. Periksa kondisi kampas rem, cakram, atau komponen rem tromol untuk memastikan semuanya masih bekerja dengan baik.
Coba rasakan respons rem saat motor digunakan pada kecepatan rendah di area yang aman. Jika tuas terasa terlalu dalam, rem berbunyi tidak normal, atau pengereman terasa kurang pakem, sebaiknya lakukan pemeriksaan sebelum sering berkendara saat hujan.
3. Lampu utama dan lampu sein

Menyalakan lampu motor (pexels.com/Javier Aguilera) Hujan deras dapat membuat jarak pandang pengendara berkurang. Lampu utama menjadi penting bukan hanya untuk membantu melihat jalan, tetapi juga membuat keberadaan motor lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain.
Pastikan lampu utama, lampu rem, lampu sein, dan lampu belakang menyala dengan normal. Periksa pula rumah lampu dan konektornya jika terdapat tanda air masuk atau embun berlebihan. Lampu yang bermasalah sebaiknya segera diperbaiki.
4. Sistem kelistrikan

ilustrasi mengganti aki motor (vecteezy.com/kasarp Techawongtham) Air dapat menjadi masalah jika masuk ke konektor atau bagian kelistrikan yang tidak terlindungi dengan baik. Karena itu, periksa kondisi kabel, soket, konektor, dan area sekitar aki. Pastikan tidak ada kabel terkelupas atau sambungan yang terlihat longgar.
Pada motor injeksi, bagian kelistrikan dan sensor memiliki peran penting dalam menjaga mesin bekerja normal. Jika motor pernah mengalami masalah setelah terkena hujan atau genangan, pemeriksaan sistem kelistrikan menjadi semakin penting sebelum musim hujan tiba.
5. Rantai dan komponen penggerak

ilustrasi mengatur ketegangan rantai motor (unsplash.com/hendra kurniawan) Motor yang sering digunakan saat hujan lebih mudah terkena air, lumpur, dan kotoran dari jalan. Pada motor dengan rantai, kondisi tersebut dapat mempercepat munculnya karat jika rantai tidak dibersihkan dan dilumasi dengan benar.
Periksa kondisi rantai, termasuk kekencangan dan pelumasannya. Jangan lupa mengecek sproket untuk melihat apakah giginya sudah aus. Perawatan sederhana ini dapat membantu menjaga penyaluran tenaga tetap halus sekaligus mengurangi risiko masalah ketika motor digunakan dalam kondisi basah.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















