Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Bagian Motor yang Sering Menimbulkan Bunyi Saat Mulai Aus

3 min read
4 Bagian Motor yang Sering Menimbulkan Bunyi Saat Mulai Aus
ilustrasi mendengarkan suara mesin motor (pexels.om/cottonbro studio)
  • Bunyi tidak normal pada motor dapat menjadi tanda awal komponen aus, sehingga pemeriksaan dini penting untuk mencegah kerusakan lebih serius dan biaya perbaikan membengkak.
  • Kampas rem aus memicu decitan saat pengereman dan dapat merusak cakram, sedangkan bearing roda aus menimbulkan dengung atau gemuruh yang mengganggu kestabilan.
  • Rantai, gear, dan v-belt yang aus atau kurang pelumasan dapat menimbulkan bunyi berisik, menurunkan akselerasi, menghambat penyaluran tenaga, bahkan berisiko membuat rantai terlepas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Motor yang terawat dengan baik pada umumnya akan menghasilkan suara mesin yang halus dan stabil ketika digunakan sehari-hari. Namun, seiring bertambahnya usia pemakaian dan jarak tempuh dari kendaraan tersebut, maka ada beberapa komponen yang rentan mengalami kehausan dan kerap ditandai dengan munculnya suara-suara dari berbagai bagian motor.

Bunyi tersebut memang kerap kali menjadi tanda awal bahwa ada komponen yang mulai kehilangan performa dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan mengenali sumber suara sejak dini, maka bisa membantu pemilik motor untuk mencegah risiko keausan yang lebih serius dan mengurangi biaya perbaikan di kemudian hari.

  1. 1. Kampas rem

    Ilustrasi rem motor  (wahanahonda.com)
    Ilustrasi rem motor (wahanahonda.com)

    Kampas rem merupakan salah satu komponen yang paling sering menimbulkan adanya bunyi pada saat kondisinya mulai aus. Pada saat ketebalan kampas berkurang hingga mulai mendekati batas minimum, maka gesekan antara kampas dan cakram atau tromol bisa menghasilkan adanya suara berdecit yang cukup jelas, terutama pada saat pengereman dilakukan.

    Bunyi tersebut bisa muncul sebagai peringatan bahwa daya pengereman mulai mengalami penurunan dan komponennya harus segera diperiksa. Jika kondisi ini dibiarkan terlalu lama, maka cakram rem bisa mengalami adanya kerusakan akibat gesekan langsung dengan bagian logam kapas yang sudah mulai habis.

  2. 2. Bearing roda

    Ilustrasi kampas rem motor belakang (pinterest.com/Teknoindie.id)
    Ilustrasi kampas rem motor belakang (pinterest.com/Teknoindie.id)

    Bearing roda memiliki fungsi untuk membantu agar rodanya berputar dengan lancar dan minim hambatan ketika motor mulai bergerak. Pada saat komponen ini mulai mengalami keausan atau kekurangan pelumas, maka akan muncul suara seperti mendengung, berdecit, atau gemuruh yang terdengar halus hingga semakin terdengar saat kecepatan kendaraan yang mulai meningkat.

    Keausan pada bearing memang bisa diakibatkan karena usia pemakaian, paparan air, hingga masuknya debu, dan kotoran ke bagian dalam komponen. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, maka bearing yang mengalami kerusakan bisa mempengaruhi kestabilan roda dan membuat pengendalian motor menjadi terasa kurang nyaman.

  3. 3. Rantai dan gear

    ilustrasi mengatur ketegangan rantai motor
    ilustrasi mengatur ketegangan rantai motor (unsplash.com/hendra kurniawan)

    Pada motor yang menggunakan sistem penggerak rantai, maka bunyi berisi kerap kali berasal dari rantai dan gear yang sudah mulai mengalami keausan. Rantai yang sudah mulai kendur, kering karena kurang pelumasan, hingga gear yang giginya sudah mulai menipis memang bisa menyebabkan suara berisik pada saat motor berjalan.

    Bukan hanya menimbulkan bunyi, namun kondisi ini kerap disertai dengan penurunan kenyamanan ketika melakukan akselerasi dan juga perpindahan tenaga dari mesin ke bagian roda belakang. Pada beberapa kasus, rantai yang terlalu aus juga turut berisiko terlepas pada saat motor sedang digunakan berjalan.

  4. 4. V-belt pada motor matic

    ilustrasi V-belt motor matic
    ilustrasi V-belt motor matic (wahanahonda.com)

    Bagi pengguna motor matic, v-belt merupakan komponen penting pada sistem transmisi otomatis. Pada saat v-belt mulai mengalami kondisi aus atau mengalami retakan kecil yang diakibatkan karena usia pemakaian, maka akan muncul suara mendecit atau bunyi kasar dari area transmisi ketika motor mulai bergerak.

    Keausan yang terjadi pada v-belt ternyata bisa terlihat secara bertahap, sehingga gejalanya tidak selalu langsung terasa. Bukan hanya bunyi yang terdengar tidak normal, namun motor juga turut mengalami adanya penurunan respons akselerasi akibat tenaga mesin yang tidak bisa tersalurkan secara optimal ke roda bagian belakang.

    Munculnya bunyi tidak biasa pada motor memang bisa menjadi tanda bahwa ada komponen yang mulai mengalami keausan. Beberapa komponen di atas ternyata kerap menimbulkan suara pada saat kondisinya mulai menurun, sehingga hal ini perlu diperhatikan. Dengan melakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala, maka pemilik motor bisa mendeteksi masalah lebih awal dan menjaga kondisi kendaraannya tetap optimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More