Chery dan JLR Hidupkan Kembali Freelander, Siap Ekspansi Global

- Chery dan Jaguar Land Rover resmi menghidupkan kembali brand Freelander lewat debut global Freelander 8 di Wuhu, China, menandai ekspansi sub-brand SUV premium keluarga secara internasional.
- Freelander 8 mengusung desain British premium modern dengan teknologi canggih seperti chipset Snapdragon 8295, sistem i-ATS sembilan mode berkendara, serta fitur keselamatan L2+ ADAS.
- Freelander menargetkan ekspansi ke lebih dari 90 negara dalam lima tahun, diproduksi di pabrik Changshu berkapasitas 200.000 unit per tahun dengan dukungan investasi 1,5 miliar dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Kembalinya nama Freelander ke industri otomotif global resmi dimulai. Chery bersama Jaguar Land Rover menghidupkan kembali brand tersebut lewat debut global Freelander 8 dalam ajang Brand Night di Wuhu, China, pada 25 April 2026.
Momentum ini sekaligus menandai dimulainya ekspansi global sub-brand baru yang menyasar segmen SUV premium keluarga.
Acara tersebut dihadiri lebih dari 500 mitra diler dan media internasional, serta jajaran eksekutif kedua perusahaan.
“Freelander memadukan warisan premium Inggris, kecerdasan teknologi, dan kemampuan all-terrain untuk menghadirkan pengalaman mobilitas premium bagi konsumen modern,” ujar CEO Freelander International, Lucia Mao.
1. Kombinasi DNA Inggris dan teknologi China

Freelander bukan nama baru di industri otomotif. Pertama kali diperkenalkan pada 1997, model ini sempat menjadi SUV terlaris di Eropa pada periode 1997–2002. Kini, kebangkitannya merupakan hasil kolaborasi strategis selama 14 tahun antara Chery dan Jaguar Land Rover.
Melalui kemitraan ini, kekuatan teknologi Chery dipadukan dengan keahlian desain global Jaguar Land Rover. Identitas barunya dirumuskan dalam empat prinsip utama, yaitu British Unconventionality, Contemporary Premium, Creative Intelligence, dan Expressive.
Model pertamanya, Freelander 8, dirancang langsung oleh Phil Simmons, desainer di balik generasi awal Freelander serta model ikonik seperti Range Rover Velar dan Land Rover Defender.
2. Desain premium dan teknologi canggih jadi andalan

Freelander 8 tampil dengan pendekatan desain British premium modern. Beberapa elemen khas yang diusung antara lain Castle Body design, signature triangle window, hingga interlocking headlights.
Di sektor teknologi, SUV ini dibekali chipset Qualcomm Snapdragon 8295 berbasis proses 5nm, memungkinkan sistem kokpit yang responsif serta dukungan hingga delapan koneksi multi-screen.
Fitur keselamatan dan bantuan berkendara juga menjadi standar, termasuk L2+ ADAS dan Advanced Valet Parking Driver di pasar tertentu.
Untuk performa lintas medan, Freelander 8 mengandalkan Intelligent All-Terrain System (i-ATS) dengan sembilan mode berkendara yang dapat menyesuaikan kondisi secara real-time. Sistem ini didukung e-LSD, virtual central lock, dan dual-chamber air suspension untuk meningkatkan stabilitas di berbagai kondisi jalan.
3. Target global, 90 negara dalam lima tahun

Freelander langsung menargetkan ekspansi agresif secara global. Roadmap awal dimulai dari kawasan Timur Tengah, sebelum merambah lebih dari 90 negara dengan total 1.100 touchpoints dalam lima tahun ke depan.
Operasional brand ini ditopang organisasi independen dengan 5.000 karyawan, 17 anak perusahaan Chery International, serta 11 lembaga riset global. Bahkan, proses rekrutmen mitra ritel sudah dimulai dengan 20 proposal dari kawasan Timur Tengah sebagai langkah awal.
Seluruh produksi akan dipusatkan di fasilitas Chery Jaguar Land Rover di Changshu, China, yang memiliki kapasitas hingga 200.000 unit per tahun. Pabrik ini juga didukung investasi lebih dari 1,5 miliar dolar AS, termasuk pengembangan teknologi cerdas dan energi baru.
Dengan fondasi tersebut, Freelander diproyeksikan menjadi pemain baru yang serius di segmen SUV premium global, khususnya untuk konsumen keluarga modern yang mengutamakan teknologi, kenyamanan, dan fleksibilitas penggunaan.


















