Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

China Targetkan 28 Juta Pengisian Daya Mobil Listrik pada 2027

Mobil Listrik/Unsplash.com
Mobil Listrik/Unsplash.com

Tiongkok terus mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin global dalam ekosistem kendaraan listrik dengan menetapkan target pembangunan infrastruktur yang sangat masif. Hingga akhir tahun 2025, Tiongkok tercatat telah memiliki jaringan pengisian daya terbesar di dunia dengan jumlah mencapai 20,092 juta unit, mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 49,7 persen.

Pemerintah Tiongkok melalui Administrasi Energi Nasional tidak berhenti di situ; mereka menargetkan penambahan jutaan fasilitas baru hingga mencapai total 28 juta unit pada akhir 2027. Langkah ambisius ini dirancang untuk melayani lebih dari 80 juta kendaraan listrik yang diprediksi akan memenuhi jalanan Tiongkok, sekaligus menyediakan kapasitas pengisian publik hingga lebih dari 300 juta kilowatt.

1. Perluasan jaringan pengisian cepat di area perkotaan dan jalan tol

Mobil listrik sedang di charge (pexels.com/Kindel media)
Mobil listrik sedang di charge (pexels.com/Kindel media)

Fokus utama dari rencana pengembangan hingga tahun 2027 ini adalah peningkatan kecepatan dan aksesibilitas pengisian daya. Di wilayah perkotaan, Tiongkok berencana menambah 1,6 juta konektor pengisian arus searah (DC), yang mencakup 100.000 konektor pengisian daya tinggi (high-power charging). Hal ini bertujuan untuk mengurangi waktu antrean dan mempercepat perputaran kendaraan di titik-titik padat penduduk.

Selain di perkotaan, area layanan jalan tol juga menjadi prioritas utama untuk menghilangkan kecemasan jarak tempuh bagi para pengemudi. Berdasarkan data dari carnewschina.com, akan ada 40.000 konektor pengisian ultra cepat baru dan yang ditingkatkan dengan output daya minimal 60 kW atau lebih. Peningkatan ini memastikan bahwa perjalanan jarak jauh lintas provinsi menggunakan kendaraan listrik menjadi semudah dan secepat menggunakan kendaraan konvensional.

2. Implementasi teknologi V2G berskala besar untuk kestabilan energi

Ilustrasi Mobil Listrik (https://pixabay.com/id/illustrations/kecerdasan-buatan-keganjilan-7768524/)
Ilustrasi Mobil Listrik (https://pixabay.com/id/illustrations/kecerdasan-buatan-keganjilan-7768524/)

Salah satu inovasi paling menarik dalam rencana tahun 2027 ini adalah ekspansi program percontohan Vehicle-to-Grid (V2G). Tiongkok menargetkan pemasangan lebih dari 5.000 fasilitas pengisian dua arah (bidireksional) baru. Teknologi V2G memungkinkan kendaraan energi baru (NEV) tidak hanya mengambil daya dari jaringan listrik, tetapi juga menyalurkan kembali sisa energi baterai ke grid saat dibutuhkan.

Sistem ini mengubah kendaraan listrik menjadi "bank daya berjalan" yang dapat membantu menstabilkan beban listrik nasional, terutama saat jam beban puncak. Hingga saat ini, Tiongkok telah mengelola jutaan fasilitas pengisian pribadi dan publik dengan total daya yang luar biasa. Integrasi teknologi V2G ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem energi yang lebih cerdas dan efisien, di mana mobil listrik berperan aktif dalam manajemen sumber daya energi negara.

3. Transformasi pasar dan lonjakan penetrasi kendaraan listrik

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Gustavo Fring)

Pesatnya pembangunan infrastruktur ini merupakan respons langsung terhadap pergeseran pasar otomotif Tiongkok yang sangat cepat. Dalam lima tahun terakhir, tingkat penetrasi kendaraan energi baru melonjak sepuluh kali lipat, dari hanya 5,4 persen pada 2020 menjadi 54 persen pada 2025. Melansir laporan carnewschina.com, produksi NEV di Tiongkok juga melesat dari 1,37 juta unit menjadi lebih dari 16 juta unit dalam periode yang sama.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan nasib mobil berbahan bakar bensin yang penjualannya terus merosot tajam dari 18,17 juta unit pada 2020 menjadi hanya 10,7 juta unit di tahun 2025. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang beralih ke kendaraan listrik, tuntutan akan fasilitas pengisian yang nyaman, cepat, dan mudah diakses menjadi prioritas mutlak. Target 28 juta fasilitas pada 2027 adalah langkah krusial untuk memastikan bahwa revolusi transportasi hijau ini tetap didukung oleh fondasi infrastruktur yang kokoh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Kualitas Mobil Listrik 2025 di China: BYD di Bawah Aito dan Tesla

02 Feb 2026, 08:05 WIBAutomotive