Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Efek Jika Tekanan Angin Ban Mobil Berlebih, Berbahaya!

3 min read
7 Efek Jika Tekanan Angin Ban Mobil Berlebih, Berbahaya!
ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Velito)
  • Tekanan angin ban berlebih mengurangi cengkeraman, membuat mobil kurang stabil, sulit dikendalikan, dan lebih mudah selip.

  • Kelebihan tekanan membuat ban dan suspensi terasa keras, menurunkan kenyamanan kabin, serta berpotensi merusak komponen.

  • Traksi yang menurun memperpanjang jarak pengereman, mempercepat keausan bagian tengah ban, dan dalam kondisi tertentu meningkatkan risiko ban meledak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ban mobil yang kurang tekanan bisa menyulitkan pengendara. Tak hanya terasa kurang nyaman, ban yang tekanannya kurang juga berisiko memicu kecelakaan. Untuk itu, kamu harus mengecek tekanan ban secara rutin.

Di sisi lain, jangan lupa memastikan tekanannya tidak berlebih, ya. Pasalnya, handling jadi makin sulit, jarak pengereman lebih panjang, dan kerusakan komponen adalah beberapa efek jika tekanan angin ban mobil berlebih yang perlu kamu waspadai.

Mau tahu bagaimana semua hal tersebut berefek pada pengendara dan kondisi mobil secara keseluruhan? Yuk, simak rinciannya di artikel berikut!

  1. 1. Handling jadi semakin sulit

    Salah satu masalah utama yang terjadi saat tekanan angin ban mobil berlebih adalah handling jadi makin sulit. Mobil menjadi kurang stabil dan ban jadi lebih licin, khususnya saat musim hujan.

    Hal tersebut bisa terjadi karena bagian tengah tapak ban akan menonjol, membuatnya tidak rata, serta mengurangi cengkeraman pada aspal. Jika dibiarkan, risiko kecelakaan akan meningkat.

  2. 2. Ban mobil menjadi terlalu keras

    Efek Jika Tekanan Angin Ban Mobil Berlebih
    ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Mason Jones)

    Ban jadi lebih keras adalah masalah paling umum ketika tekanannya berlebih. Tentunya, ban keras bisa mengganggu kenyamanan berkendara, baik bagi penumpang atau pengemudi.

    Mobil jadi mudah goyang, tak stabil, dan gerakan cenderung tidak halus, khususnya jika kamu berkendara di jalan berkelok atau trek bergelombang. Dalam beberapa kesempatan, bahkan ban keras bisa memicu kecelakaan.

  3. 3. Kerusakan komponen interior dan eksterior

    Kerusakan komponen umumnya akan terjadi jika tekanan ban mobil berlebih dibiarkan dalam waktu yang lama. Biasanya, komponen yang bisa mengalami kerusakan cukup parah adalah klip pada bumber hingga baut river.

    Kerusakan yang ditimbulkan juga beragam, mulai dari baut yang lepas, keausan komponen, bahkan menimbulkan keretakan. Jika terlanjur rusak, komponen harus diganti dan hal tersebut secara langsung mengurangi usia pakai komponen.

  4. 4. Suspensi terasa lebih keras

    Efek Jika Tekanan Angin Ban Mobil Berlebih
    ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Jimmy Nilsson Masth)

    Tekanan berlebih sangat berpengaruh pada suspensi, baik secara langsung atau tidak langsung. Efek pertama yang akan terasa adalah suspensi terasa lebih keras, bahkan terkadang seakan-akan mati atau tidak berfungsi akibat kemampuannya menyerap guncangan berkurang secara drastis.

    Akibatnya kabin akan bergoyang hebat dan kenyamanan berkendara menurun signfikan. Dalam jangka panjang komponen suspensi seperti shockbreaker, karat boot as roda, dan karet stooper juga bisa rusak.

  5. 5. Memperpanjang jarak pengereman

    Ban yang kelebihan tekanan bisa mengurangi traksi sehingga sistem pengereman tak berjalan dengan optimal. Ban jadi mudah selip dan jarak pengereman jadi lebih panjang. Akhirnya, mobil akan berhenti lebih lama saat kamu menginjak pedal rem. Meski pengereman hanya terlambat 1 atau 2 meter kamu bisa celaka jika kondisi jalan ramai atau saat terjadi kemacetan.

  6. 6. Ban bagian tengah cepat aus

    Efek Jika Tekanan Angin Ban Mobil Berlebih
    ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Cedrik Wesche)

    Tekanan berlebih umumnya membuat bagian tengah ban lebih menonjol. Jika dikombinasikan dengan gesekan aspal saat berjalan maka bagian tengah tersebut bisa cepat aus dan menipis.

    Akibatnya ban jadi selip, mudah tergelincir, dan pengemudi lebih sulit mengendalikan mobil. Jika sudah aus parah, satu-satunya cara mengatasinya adalah dengan mengganti ban.

  7. 7. Ban mobil berisiko meledak

    Meski jarang terjadi, tapi ban dengan tekanan berlebih bisa berisiko meledak (blowout). Ledakan umumnya dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, seperti ban yang tekanannya sangat tinggi, suhu lingkungan, dan gesekan dengan jalan.

    Semua hal tersebut membuat ban semakin rapuh, permukaannya menipis, dan akhirnya meledak. Ledakan ban tak bisa diremehkan karena bisa membuat mobil oleng, tergelincir, terjatuh, hingga menabrak.

    Itulah beberapa efek jika tekanan angin ban mobil berlebih. Untuk mencegah efek buruknya kamu harus berpatokan pada anjuran atau rekomendasi dari produsen ketika mengisi tekanan ban. Jangan terlalu rendah dan pastikan tidak berlebih, ya.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More