Raksasa otomotif asal Tiongkok, Geely, kembali menegaskan komitmennya untuk mengembangkan teknologi kendaraan bertenaga metanol sebagai alternatif selain baterai litium. Strategi ini diambil karena Geely melihat adanya tantangan besar pada bobot kendaraan listrik yang dianggap terlalu berat untuk kebutuhan transportasi masa depan.
Ketua Geely, Li Shufu, secara terbuka menyoroti kelemahan densitas energi baterai yang berdampak pada konsumsi energi yang lebih tinggi. Menurut pengamatannya, diversifikasi energi melalui metanol bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan langkah strategis untuk mendukung transisi ekonomi hijau yang lebih efisien dan berkelanjutan secara global.
