Wuling Aira EV melantai di GIIAS 2026, harga mulai Rp155 jutaan. (IDN Times/Fadhliansyah)
Kalau bicara performa, Honda Super-ONE punya keunggulan yang cukup mencolok.
Mobil listrik ini menggunakan motor bertenaga maksimum 70 kW atau sekitar 95 PS dengan torsi mencapai 162 Nm. Angka tersebut membuatnya jauh lebih bertenaga dibandingkan Wuling Aira ev.
Namun, bukan cuma tenaga yang menjadi daya tariknya.
Honda menghadirkan lima mode berkendara, yakni ECON, City, Normal, Sport, dan BOOST. Khusus BOOST Mode, tersedia teknologi Simulated 7-Speed Gear Shift yang menghadirkan sensasi perpindahan tujuh gigi virtual.
Ada pula Active Sound Control yang menciptakan suara berkendara buatan agar pengalaman mengemudi terasa lebih hidup.
Perlu dipahami, perpindahan gigi tersebut merupakan simulasi elektronik, bukan berarti Super-ONE menggunakan transmisi manual tujuh percepatan sungguhan.
Sementara itu, Wuling Aira EV menggunakan motor listrik 30 kW atau sekitar 41 PS dengan torsi 85 Nm.
Tenaganya memang lebih kecil, tetapi karakter ini sesuai dengan tujuan Aira ev sebagai kendaraan untuk aktivitas perkotaan. Mulai dari berangkat kerja, berbelanja, sampai mengantar keluarga dalam perjalanan pendek.
Perbedaan lainnya ada pada sistem penggerak. Super-ONE menggunakan penggerak roda depan (FWD), sedangkan Aira ev mengandalkan penggerak roda belakang (RWD).
Namun, jangan langsung menganggap RWD pasti lebih sporty daripada FWD. Karakter pengendalian juga dipengaruhi bobot, suspensi, ban, dan penyetelan kendaraan.
Spesifikasi Performa Honda Super-ONE:
Motor listrik: 70 kW
Tenaga maksimum: 95 PS
Torsi maksimum: 162 Nm
Penggerak: FWD
Mode berkendara: ECON, City, Normal, Sport, BOOST
Fitur performa: BOOST Mode, Active Sound Control, dan simulasi transmisi 7-percepatan
Spesifikasi Performa Wuling Aira ev:
Mana yang unggul? Honda Super-ONE unggul dari sisi tenaga dan fitur berkendara. Namun, kalau hanya dipakai untuk aktivitas perkotaan, performa Aira EV lebih berorientasi pada kebutuhan tersebut.