Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mobil Berwarna Terang Ternyata Lebih Aman dari Pencurian

Mobil Berwarna Terang Ternyata Lebih Aman dari Pencurian
ilustrasi parkir mobil (pexels.com/Charles Kettor)
Intinya Sih
  • Riset Ben Vollaard menunjukkan mobil berwarna mencolok seperti oranye atau kuning memiliki risiko pencurian lebih rendah karena mudah dikenali dan sulit digunakan untuk kabur tanpa menarik perhatian.
  • Warna langka sulit dijual di pasar gelap karena tidak diminati pembeli ilegal, serta membutuhkan biaya tambahan untuk pengecatan ulang yang menurunkan nilai ekonomis bagi pencuri.
  • Mobil berwarna populer seperti hitam, putih, dan abu-abu justru lebih sering jadi target karena mudah disamarkan di jalanan dan memiliki permintaan tinggi di pasar kendaraan bekas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pemilihan warna kendaraan sering kali dianggap hanya sebatas urusan selera pribadi atau nilai estetika semata. Namun, seorang ekonom asal Belanda bernama Ben Vollaard mengungkapkan sebuah temuan menarik yang menghubungkan antara pilihan warna eksterior mobil dengan tingkat kerawanan terhadap tindak kriminal pencurian kendaraan bermotor.

Riset unik ini menunjukkan bahwa keputusan di dealer saat memilih warna cat ternyata bisa menjadi sistem keamanan pasif yang sangat efektif. Melalui analisis data asuransi dan kepolisian, terungkap bahwa para pelaku kejahatan memiliki preferensi tertentu yang sangat bergantung pada seberapa mencolok atau langka warna sebuah kendaraan di jalan raya.

1. Keunggulan warna mencolok dalam menghindari incaran pencuri

ilustrasi parkir mobil (pexels.com/Pok Rie)
ilustrasi parkir mobil (pexels.com/Pok Rie)

Temuan utama dari riset Ben Vollaard menunjukkan bahwa mobil dengan warna-warna yang sangat mencolok atau langka memiliki risiko pencurian yang jauh lebih rendah dibandingkan warna populer. Warna-warna seperti oranye cerah, kuning, atau merah muda bertindak sebagai "penolak" alami bagi para pencuri. Secara statistik, kendaraan dengan skema warna yang eksentrik ini jarang sekali masuk dalam daftar target utama operasi pencurian mobil profesional.

Hal ini terjadi karena pencuri cenderung bekerja dengan prinsip risiko rendah dan keuntungan tinggi. Mobil dengan warna yang tidak biasa akan langsung menarik perhatian siapa pun yang melihatnya, termasuk petugas kepolisian yang sedang berpatroli. Dalam dunia kriminal, anonimitas adalah kunci kesuksesan, dan menggunakan kendaraan berwarna oranye terang untuk melarikan diri adalah tindakan yang dianggap sangat berisiko karena posisi kendaraan tersebut dapat dengan mudah dilaporkan oleh saksi mata.

2. Kesulitan likuiditas di pasar gelap bagi warna langka

ilustrasi parkir mobil (pexels.com/Jens Mahnke)
ilustrasi parkir mobil (pexels.com/Jens Mahnke)

Alasan ekonomi menjadi faktor penguat mengapa warna "aneh" dijauhi oleh sindikat pencurian. Mobil yang dicuri biasanya akan berakhir di pasar gelap, baik dijual secara utuh maupun dipreteli untuk diambil suku cadangnya. Mobil dengan warna langka sangat sulit untuk dijual kembali karena calon pembeli ilegal biasanya menginginkan kendaraan yang terlihat normal dan tidak mencolok agar terhindar dari kecurigaan pihak berwajib.

Selain itu, jika mobil tersebut harus dicat ulang untuk menyamarkan identitasnya, para pencuri harus mengeluarkan biaya tambahan dan waktu lebih lama sebelum kendaraan bisa diuangkan. Proses pengecatan ulang yang tidak sempurna pada warna dasar yang sangat cerah juga sering kali meninggalkan jejak yang mudah dikenali oleh pembeli yang teliti atau detektif kepolisian. Akibatnya, nilai ekonomis dari mobil berwarna mencolok di pasar gelap jatuh drastis, sehingga pencuri lebih memilih untuk mengincar warna-warna "aman" seperti hitam, putih, atau perak.

3. Popularitas warna pasar yang justru mengundang bahaya

ilustrasi parkir mobil (pexels.com/mike bird)
ilustrasi parkir mobil (pexels.com/mike bird)

Berbanding terbalik dengan warna-warna unik, mobil dengan warna populer seperti putih, hitam, dan abu-abu justru menjadi target paling empuk. Warna-warna ini memiliki permintaan yang sangat tinggi di pasar kendaraan bekas, yang secara otomatis meningkatkan nilai jualnya di pasar gelap. Keunggulan utama bagi pencuri saat mengambil mobil dengan warna umum adalah kemampuan kendaraan tersebut untuk "menghilang" di tengah kerumunan lalu lintas dengan sangat cepat.

Mobil berwarna perak atau hitam sangat mudah berbaur di parkiran luas atau jalan tol yang padat, sehingga pelacakan secara visual menjadi jauh lebih sulit bagi aparat keamanan. Riset Vollaard menegaskan bahwa pemilihan warna yang membosankan dan mengikuti arus pasar justru meningkatkan beban risiko keamanan bagi pemiliknya. Meskipun warna cerah mungkin sulit untuk dijual kembali secara resmi atau memiliki depresiasi harga yang lebih tinggi, manfaat keamanan yang diberikan sebagai pelindung dari pencurian adalah nilai tambah yang jarang disadari oleh banyak calon pembeli kendaraan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More