Jakarta, IDN Times - Mazda tak pernah benar-benar meninggalkan DNA fun-to-drive yang menjadi identitasnya. Lewat CX-3 Pro AutoExe, karakter tersebut justru terasa semakin kuat. Bukan sekadar tampil beda, mobil bermesin 2.0L Skyactiv-G ini menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih tajam, presisi, dan emosional.
Diperkenalkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS 2025), SUV compact ini diposisikan sebagai varian paling berorientasi performa di lini CX-3. Sentuhan tuner resmi Mazda, AutoExe, yang dikenal lewat filosofi A New Driving Sensation, membuat model ini bukan sekadar kosmetik belaka.
Bahasa desain Kodo khas pabrikan asal Jepang ini tetap menjadi fondasi. Namun, pada Mazda CX-3 Pro AutoExe, garis elegan tersebut dipertegas lewat bodykit khusus yang memberi aura lebih sporty dan agresif.
Grille honeycomb beraksen merah menjadi penegas identitas. Sentuhan krom pada bumper, spoiler atap, serta knalpot ganda membangun kesan agresif, tanpa meninggalkan aura elegan.
Pelek aluminium 18 inci berwarna gunmetal memperkuat kesan kokoh, sekaligus menunjang stabilitas saat melahap tikungan. Proporsinya pas, tidak berlebihan, tetapi cukup untuk menegaskan ini bukan CX-3 standar.
Perubahan paling signifikan justru tersembunyi di balik tampilan luar. AutoExe menyematkan sejumlah komponen performa, mulai dari optimalisasi sistem asupan udara hingga penyempurnaan saluran buang.
“Untuk mendongkrak performa mesin, ada beberapa sentuhan pada air filter dan bagian exhaust. Ubahan ini membuat mesin terasa lebih ringan dan memiliki karakter,” ujar Executive Managing Director AutoExe Inc, Yuichiro Ohtomi, saat ditemui di GIIAS 2025.
Penyempurnaan tersebut menghasilkan respons mesin lebih spontan, dengan karakter suara yang terdengar semakin padat dan berisi. Terlebih, varian ini mengusung mesin 2.0 liter [kapasitas terbesar di lini CX-3] yang mampu memuntahkan tenaga 149 hp pada 6.000 rpm dan torsi puncak 195 Nm di 2.800 rpm.
Dipadukan dengan transmisi otomatis enam percepatan lengkap dengan paddle shift, karakter mesin terasa semakin hidup, terutama ketika mode Sport diaktifkan. Namun pada akhirnya, angka performa hanyalah representasi di atas kertas. Esensi sesungguhnya terletak pada rasa yang muncul di balik kemudi.
