ilustrasi isi bensin (unsplash.com/Ali Mkumbwa)
Jika hasil perhitungan menunjukkan konsumsi bensin menurun cukup jauh dibandingkan biasanya, beberapa faktor perlu diperiksa. Tekanan ban yang kurang, beban kendaraan berlebihan, lalu lintas padat, kebiasaan sering melakukan akselerasi dan pengereman, serta penggunaan pendingin udara dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar.
Kondisi mesin juga tidak boleh diabaikan. Filter udara kotor, busi yang sudah menurun performanya, gangguan sistem injeksi, hingga masalah pada sensor tertentu dapat memengaruhi efisiensi pembakaran. Jika konsumsi tiba-tiba berubah drastis tanpa perubahan pola penggunaan, pemeriksaan di bengkel bisa menjadi langkah berikutnya.
Jadi, jangan buru-buru menyebut mobil boros hanya karena jarum bensin turun lebih cepat dari perkiraan. Gunakan angka kilometer dan liter sebagai patokan utama, lalu bandingkan hasilnya dari waktu ke waktu. Dengan begitu, penilaian konsumsi bahan bakar tidak lagi sekadar berdasarkan perasaan.