Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jangan Pakai Perasaan, Ini Cara Tahu Bensin Benar-benar Boros
ilustrasi isi bensin (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Indikator bensin bukan patokan akurat karena pelampung, bentuk tangki, serta kondisi jalan dan manuver kendaraan dapat membuat jarum berubah sementara.
  • Konsumsi bensin lebih tepat dihitung dalam km/l: catat odometer dan liter saat pengisian, lalu ulangi beberapa kali pada kondisi penggunaan yang relatif sama.
  • Jika konsumsi turun drastis, cek tekanan ban, beban, kemacetan, gaya berkendara, AC, serta kondisi mesin; bawa ke bengkel bila perubahan terjadi tanpa perubahan pola penggunaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jarum bensin mobil bisa turun cepat, tapi belum tentu bensinnya boros. Bensin di tangki bisa bergerak saat mobil belok atau naik jalan. Kita harus catat jarak mobil dan bensin yang diisi. Kalau hasilnya tiba-tiba jauh lebih boros, ban, mesin, atau filter udara perlu diperiksa di bengkel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Indikator bensin yang turun cepat sering membuat pemilik mobil langsung menyimpulkan kendaraan sedang boros. Padahal, gerakan jarum atau bar pada panel instrumen belum tentu menunjukkan jumlah bensin yang benar-benar sudah terpakai.

Daripada hanya mengandalkan perasaan saat melihat indikator, konsumsi bahan bakar sebaiknya dihitung berdasarkan jarak tempuh dan jumlah bensin yang masuk. Dengan cara ini, kondisi kendaraan bisa dinilai berdasarkan angka yang lebih jelas.

1. Jangan jadikan jarum bensin sebagai patokan

ilustrasi indikator bensin (pexels.com/Abdulvahap Demir)

Indikator bahan bakar bekerja berdasarkan posisi pelampung di dalam tangki. Ketika permukaan bensin berubah, posisi pelampung ikut berubah dan mengirimkan informasi ke panel instrumen. Namun, gerakan indikator tidak selalu sebanding dengan jumlah liter bensin yang berkurang.

Bentuk tangki yang tidak seragam juga membuat perubahan posisi permukaan bensin bisa berbeda pada setiap bagian tangki. Ditambah lagi, kondisi kendaraan saat menikung, menanjak, mengerem, atau melewati jalan tidak rata dapat membuat bensin bergerak dan memengaruhi posisi pelampung untuk sementara.

2. Hitung konsumsi dalam kilometer per liter

ilustrasi isi bensin (unsplash.com/Jesse Donoghoe)

Cara yang lebih akurat untuk mengetahui bensin boros adalah menghitung konsumsi bahan bakar berdasarkan kilometer per liter atau km/l. Isi tangki sampai batas pengisian normal, kemudian catat angka odometer sebelum kendaraan digunakan.

Saat melakukan pengisian berikutnya, catat kembali jarak yang sudah ditempuh dan jumlah liter bensin yang masuk. Misalnya kendaraan menempuh 400 kilometer dan membutuhkan 40 liter bensin, berarti konsumsi rata-ratanya sekitar 10 km/l. Angka tersebut jauh lebih berguna daripada sekadar melihat posisi jarum.

Agar hasilnya lebih konsisten, pengukuran sebaiknya dilakukan beberapa kali dalam kondisi penggunaan yang relatif sama. Perjalanan dalam kota dengan kemacetan tentu bisa menghasilkan konsumsi berbeda dibandingkan perjalanan di jalan tol dengan kecepatan stabil.

3. Perhatikan tanda kendaraan benar-benar boros

ilustrasi isi bensin (unsplash.com/Ali Mkumbwa)

Jika hasil perhitungan menunjukkan konsumsi bensin menurun cukup jauh dibandingkan biasanya, beberapa faktor perlu diperiksa. Tekanan ban yang kurang, beban kendaraan berlebihan, lalu lintas padat, kebiasaan sering melakukan akselerasi dan pengereman, serta penggunaan pendingin udara dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Kondisi mesin juga tidak boleh diabaikan. Filter udara kotor, busi yang sudah menurun performanya, gangguan sistem injeksi, hingga masalah pada sensor tertentu dapat memengaruhi efisiensi pembakaran. Jika konsumsi tiba-tiba berubah drastis tanpa perubahan pola penggunaan, pemeriksaan di bengkel bisa menjadi langkah berikutnya.

Jadi, jangan buru-buru menyebut mobil boros hanya karena jarum bensin turun lebih cepat dari perkiraan. Gunakan angka kilometer dan liter sebagai patokan utama, lalu bandingkan hasilnya dari waktu ke waktu. Dengan begitu, penilaian konsumsi bahan bakar tidak lagi sekadar berdasarkan perasaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article