Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jangan Sering Menahan Setir Sampai Mentok, Ini Risiko Fatalnya

3 min read
Jangan Sering Menahan Setir Sampai Mentok, Ini Risiko Fatalnya
ilustrasi setir mobil (unsplash.com/Noah Gremmert)
  • Menahan setir di posisi mentok, terutama saat parkir atau manuver sempit, dapat meningkatkan beban pada sistem kemudi meski tidak selalu langsung merusak mobil.
  • Pada power steering hidrolik, tekanan tinggi dapat mempercepat keausan pompa, memicu dengungan, setir berat, atau kebocoran; EPS juga tetap membebani motor dan mekanisme kemudi.
  • Setelah mencapai batas putaran, pengemudi disarankan mengembalikan setir sedikit; periksa sistem kemudi bila muncul suara aneh, getaran, setir berat, atau cairan menetes.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memutar setir sampai posisi mentok sering dilakukan saat parkir atau ketika kendaraan harus berbelok di ruang sempit. Setelah roda mencapai batas putaran, sebagian pengemudi masih menahan setir beberapa detik agar mobil tetap berada pada sudut belok maksimal.

Sesekali melakukan hal tersebut belum tentu langsung menyebabkan kerusakan. Namun, jika menjadi kebiasaan, terutama saat setir ditahan dalam posisi mentok, beberapa komponen sistem kemudi dan power steering bisa menerima beban lebih tinggi.

  1. 1. Tekanan power steering bisa meningkat

    ilustrasi setir mobil
    ilustrasi setir mobil (pexels.com/Berna)

    Pada mobil yang masih menggunakan hydraulic power steering, memutar setir sampai mentok membuat tekanan dalam sistem hidrolik meningkat. Ketika setir terus ditahan di posisi tersebut, pompa power steering harus bekerja menghadapi tekanan tinggi.

    Kondisi ini dapat membuat pompa bekerja lebih berat dan dalam jangka panjang berpotensi mempercepat keausan. Gejalanya bisa berupa suara mendengung ketika setir diputar, setir terasa lebih berat, atau muncul kebocoran cairan power steering jika terdapat komponen yang sudah lemah.

    Karena itu, ketika roda sudah mencapai batas putaran, sebaiknya setir tidak ditahan terlalu lama. Berikan sedikit ruang dengan mengembalikan setir beberapa derajat dari posisi mentok, terutama jika mobil masih dalam keadaan hidup dan sedang melakukan manuver.

  2. 2. Komponen kemudi ikut menerima beban

    ilustrasi setir mobil
    ilustrasi setir mobil (unsplash.com/Reed Geiger)

    Bukan hanya pompa power steering yang bekerja lebih keras. Saat roda berada pada sudut belok maksimum, sejumlah komponen pada sistem kemudi dan suspensi juga berada dalam posisi dengan beban yang berbeda dibandingkan ketika roda lurus.

    Jika kebiasaan menahan setir sampai mentok dilakukan berulang kali, beban tambahan tersebut dapat berkontribusi terhadap keausan komponen, terutama jika kendaraan sering digunakan untuk parkir dengan manuver ekstrem. Kondisi jalan dan usia komponen juga ikut menentukan seberapa besar dampaknya.

    Pada mobil dengan electric power steering atau EPS, sistemnya berbeda karena tidak menggunakan pompa hidrolik seperti power steering konvensional. Meski demikian, bukan berarti setir mentok boleh ditahan terus-menerus. Motor listrik dan mekanisme kemudi tetap bekerja ketika pengemudi mempertahankan sudut belok maksimum.

  3. 3. Lebih aman beri sedikit ruang

    ilustrasi setir mobil
    ilustrasi setir mobil (pexels.com/Erik Mclean)

    Cara sederhana untuk mengurangi beban adalah tidak menahan setir terlalu lama setelah roda mencapai posisi mentok. Saat melakukan parkir atau putar balik, setir bisa diputar hingga mendekati batas maksimal, kemudian sedikit dikembalikan ketika posisi roda sudah sesuai kebutuhan.

    Kebiasaan ini juga membuat manuver terasa lebih halus. Pengemudi tidak perlu memaksakan roda berada di sudut paling ekstrem jika ruang yang tersedia masih memungkinkan kendaraan bergerak dengan sudut belok sedikit lebih kecil.

    Jika sudah muncul suara aneh dari area power steering, setir terasa berat, muncul getaran, atau terdapat cairan yang menetes di bawah mobil, sebaiknya sistem kemudi diperiksa. Jangan menunggu sampai kerusakan menjadi lebih parah karena sistem kemudi merupakan salah satu komponen penting yang berkaitan langsung dengan kendali kendaraan.

    Jadi, memutar setir sampai mentok bukan berarti langsung merusak mobil. Yang perlu dihindari adalah kebiasaan menahan setir terlalu lama pada posisi tersebut. Sedikit mengembalikan setir setelah mencapai batas putaran dapat membantu mengurangi beban pada sistem kemudi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More