Power steering Hidrolik vs Elektrik: Mana Lebih Tahan Lama?

- Power steering hidrolik memakai pompa, oli, selang, seal, dan steering rack; lebih banyak komponen berisiko aus atau bocor, tetapi perbaikannya relatif dikenal banyak bengkel.
- EPS menggunakan motor listrik tanpa oli dan pompa, sehingga perawatan harian lebih sederhana serta beban mesin berkurang; namun kerusakan motor, sensor, atau modul bisa mahal.
- Ketahanan hidrolik maupun EPS bergantung pada kualitas komponen, kondisi jalan, cara berkendara, dan perawatan; setir tidak disarankan ditahan terlalu lama pada posisi mentok.
Power steering membuat setir mobil terasa lebih ringan saat diputar, terutama ketika melakukan parkir atau manuver di ruang sempit. Namun, sistem yang digunakan setiap mobil tidak selalu sama. Ada yang mengandalkan tekanan oli hidrolik, sementara mobil yang lebih modern banyak menggunakan motor listrik.
Perbedaan konstruksi tersebut membuat karakter perawatan dan potensi kerusakannya juga berbeda. Lantas, bagaimana ketahanan power steering hidrolik dibandingkan electric power steering atau EPS?
1. Hidrolik punya lebih banyak komponen mekanis

Ilustrasi power steering elektrik (dok. Toyota Astra) Power steering hidrolik menggunakan pompa yang digerakkan mesin untuk menghasilkan tekanan fluida. Tekanan tersebut kemudian membantu meringankan putaran setir melalui mekanisme steering rack. Sistem ini juga membutuhkan oli power steering, selang, seal, reservoir, serta komponen hidrolik lainnya.
Karena komponennya cukup banyak, ada lebih banyak bagian yang berpotensi mengalami keausan atau kebocoran. Oli yang kualitasnya menurun, selang yang getas, seal yang aus, atau pompa yang bermasalah dapat membuat setir menjadi lebih berat. Namun, jika dirawat dengan baik, sistem hidrolik juga bisa memiliki usia pakai yang panjang.
Kelebihan lainnya adalah konstruksi sistem hidrolik sudah lama digunakan sehingga mekanismenya relatif dikenal oleh banyak bengkel. Pada mobil yang berusia cukup tua, perawatan dan perbaikan sistem ini juga umumnya lebih mudah dilakukan dibandingkan sistem elektronik yang lebih kompleks.
2. Elektrik lebih sederhana dalam perawatan

ilustrasi power steering (dok. Astra Daihatsu) Electric power steering atau EPS menggunakan motor listrik untuk memberikan bantuan ketika setir diputar. Sistem ini tidak membutuhkan pompa hidrolik dan cairan power steering, sehingga beberapa komponen yang biasa ditemukan pada sistem hidrolik tidak lagi diperlukan.
Karena tidak memiliki oli power steering, risiko kebocoran cairan dan masalah akibat kualitas oli yang menurun juga tidak ada. EPS juga hanya memberikan bantuan ketika dibutuhkan sehingga tidak harus terus digerakkan oleh mesin seperti pompa hidrolik. Hal ini membantu mengurangi beban mesin dan berpotensi meningkatkan efisiensi bahan bakar.
Namun, EPS bukan berarti bebas dari kerusakan. Motor listrik, sensor, modul kontrol, kabel, atau mekanisme kemudi tetap bisa mengalami masalah. Ketika terjadi kerusakan elektronik tertentu, biaya perbaikannya dapat cukup mahal, terutama jika membutuhkan penggantian komponen khusus.
3. Umur panjang tergantung perawatan

ilustrasi power steering mobil (freepik.com/freepik) Tidak tepat jika langsung menyebut power steering hidrolik atau elektrik pasti lebih tahan lama. Usia pakai keduanya sangat dipengaruhi kualitas komponen, kondisi jalan, cara berkendara, beban kendaraan, serta perawatan yang dilakukan.
Pada sistem hidrolik, perhatian utama perlu diberikan pada kondisi oli, selang, seal, pompa, dan steering rack. Sementara pada EPS, kondisi kelistrikan, aki, motor listrik, sensor, dan modul kontrol perlu diperhatikan. Kebiasaan menahan setir terlalu lama dalam posisi mentok juga sebaiknya dihindari karena dapat memberikan beban tambahan pada sistem kemudi.
Untuk mobil lama yang menggunakan hidrolik, perawatan rutin bisa membuat sistem tetap bekerja dalam waktu panjang. Sementara pada mobil modern dengan EPS, minimnya komponen hidrolik membuat perawatan harian lebih sederhana. Jadi, ketahanan bukan hanya ditentukan oleh jenis power steering, tetapi juga bagaimana sistem tersebut digunakan dan dirawat.


















