Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Baut Roda Mobil Tidak Boleh Dikencangkan Sembarangan?

3 min read
Kenapa Baut Roda Mobil Tidak Boleh Dikencangkan Sembarangan?
ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Jimmy Nilsson Masth)
  • Baut roda yang terlalu longgar mengurangi gaya jepit, memicu pergerakan roda, kerusakan dudukan, hingga risiko roda terlepas saat mobil melaju.
  • Pengencangan berlebihan dapat meregangkan atau mematahkan baut, merusak ulir dan hub roda, serta menyulitkan pelepasan roda saat ban bocor.
  • Baut perlu dikencangkan berpola menyilang dengan kunci torsi sesuai manual kendaraan; hindari menebak torsi atau memakai alat tanpa pengaturan tepat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Baut roda mobil sering dianggap sebagai komponen sederhana yang cukup dikencangkan sampai terasa kuat. Padahal, ada aturan khusus dalam pemasangannya yang tidak boleh diabaikan. Baut yang terlalu longgar bisa membahayakan keselamatan, sedangkan baut yang terlalu kencang juga berpotensi merusak komponen roda.

Masalah ini kerap terjadi setelah penggantian ban, rotasi roda, atau servis kaki-kaki di bengkel. Penggunaan kunci roda biasa tanpa memperhatikan torsi pengencangan bisa menimbulkan risiko yang tidak terlihat secara langsung. Lantas, mengapa baut roda tidak boleh dikencangkan sembarangan dan bagaimana cara memastikan pemasangannya benar?

  1. 1. Baut terlalu longgar bisa membuat roda terlepas

    ilustrasi ban bocor, kempis, ganti ban mobil
    ilustrasi ban bocor, kempis, ganti ban mobil (pexels.com/Ron Lach)

    Baut atau mur roda berfungsi menjepit roda pada hub agar tetap terpasang kuat selama mobil bergerak. Pengencangan yang tepat menghasilkan gaya jepit sesuai spesifikasi pabrikan. Jika baut terlalu longgar, gaya jepit berkurang sehingga roda berpotensi bergerak relatif terhadap dudukannya ketika mobil melewati jalan bergelombang, menikung, atau melakukan pengereman.

    Dalam kondisi tertentu, pergerakan tersebut dapat membuat baut semakin kendur, merusak lubang dudukan roda, bahkan menyebabkan roda terlepas. Gejalanya bisa berupa bunyi ketukan dari area roda atau getaran yang tidak biasa, meskipun tanda-tanda tersebut juga dapat disebabkan masalah lain. Karena itu, setelah roda dilepas dan dipasang kembali, pastikan seluruh baut dikencangkan sesuai prosedur. Jangan menunggu sampai muncul gejala untuk memeriksa pemasangannya.

  2. 2. Terlalu kencang bisa merusak baut dan komponen roda

    ilustrasi periksa kondisi ban mobil
    ilustrasi periksa kondisi ban mobil (unsplash.com/Deniz Demirci)

    Sebagian orang menganggap semakin kuat baut dikencangkan, semakin aman roda terpasang. Anggapan ini keliru karena baut roda dirancang bekerja pada rentang torsi tertentu. Jika dikencangkan berlebihan, baut dapat mengalami peregangan melampaui batas elastisnya, ulir menjadi rusak, atau baut patah. Kerusakan juga bisa terjadi pada mur maupun ulir di hub roda.

    Selain itu, pengencangan berlebihan dapat menyulitkan proses pelepasan roda ketika ban bocor di perjalanan. Penggunaan kunci impact tanpa pengaturan torsi yang tepat juga berisiko menghasilkan pengencangan berlebihan. Meski alat tersebut praktis untuk pekerjaan bengkel, mekanik tetap perlu melakukan pengencangan akhir menggunakan kunci torsi sesuai spesifikasi kendaraan. Dengan begitu, kekuatan pengencangan dapat dikendalikan dan risiko kerusakan komponen bisa dikurangi.

  3. 3. Gunakan pola menyilang dan kunci torsi

    ilustrasi mengecek ban mobil
    ilustrasi mengecek ban mobil (pexels.com/Artem Podrez)

    Cara mengencangkan baut roda tidak cukup hanya mengandalkan tenaga tangan. Baut perlu dikencangkan mengikuti pola yang dianjurkan, umumnya secara menyilang atau berselang-seling, agar roda duduk merata pada hub. Pola ini membantu menghindari tekanan yang tidak merata ketika roda dipasang kembali. Namun, urutan tepatnya perlu disesuaikan dengan jumlah baut dan petunjuk pabrikan.

    Langkah berikutnya adalah menggunakan kunci torsi dengan nilai pengencangan yang sesuai manual kendaraan. Angka torsinya tidak sama untuk semua mobil karena dipengaruhi desain roda, ukuran baut, dan spesifikasi komponen. Hindari menebak-nebak angka atau menggunakan pipa tambahan untuk memperpanjang gagang kunci. Jika tidak memiliki alat yang sesuai, serahkan pekerjaan kepada bengkel tepercaya.

    Pada akhirnya, baut roda merupakan komponen kecil dengan peran besar terhadap keselamatan berkendara. Pengencangan yang terlalu longgar maupun berlebihan sama-sama berisiko menimbulkan kerusakan. Karena itu, setiap pemasangan roda sebaiknya mengikuti spesifikasi pabrikan, menggunakan alat yang tepat, dan dilakukan dengan prosedur yang benar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More