Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Kerikil Sering Nyangkut di Kembang Ban Mobil? Ini Alasannya
ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Jimmy Nilsson Masth)
  • Kerikil mudah tersangkut karena alur kembang ban dirancang untuk mencengkeram jalan dan membuang air; tekanan serta gesekan saat ban berputar mendorong batu masuk.
  • Risiko meningkat saat mobil melintasi jalan berbatu, kerikil lepas, atau rusak. Tekanan ban perlu mengikuti rekomendasi pabrikan karena memengaruhi bidang kontak dan karakteristik tapak.
  • Kerikil di permukaan dapat memicu bunyi dan mengikis karet bila dibiarkan. Benda yang menembus ban berpotensi menyebabkan kebocoran; periksa rutin dan bawa ke bengkel jika tertancap dalam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kerikil kecil bisa masuk ke celah kembang ban saat mobil lewat jalan berbatu atau rusak. Ban punya alur supaya bisa mencengkeram jalan dan membuang air. Kerikil kadang membuat bunyi tik-tik. Kalau cuma di permukaan, boleh dilepas dengan alat. Kalau menancap dalam atau ban kurang angin, harus ke bengkel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah mendengar suara tik-tik dari area roda saat mobil berjalan pelan? Setelah diperiksa, ternyata ada kerikil kecil yang terselip di antara kembang ban. Kondisi ini cukup sering ditemui, terutama setelah mobil melewati jalan berbatu, jalan tanah, atau permukaan aspal yang dipenuhi kerikil.

Meski terlihat sepele, kerikil yang tersangkut di ban sebaiknya tidak selalu diabaikan. Selain menimbulkan suara yang mengganggu, benda kecil tersebut bisa memengaruhi kondisi ban jika dibiarkan terlalu lama. Lantas, kenapa kerikil mudah masuk ke sela-sela kembang ban mobil? Ternyata, ada beberapa faktor yang membuat hal ini sering terjadi.

1. Pola kembang ban punya celah untuk mencengkeram jalan

ilustrasi mengecek ban mobil (freepik.com/peoplecreation)

Kembang ban atau tread bukan sekadar motif untuk mempercantik tampilan kendaraan. Pola tersebut dirancang untuk meningkatkan daya cengkeram, membantu membuang air ketika hujan, serta menjaga kestabilan mobil saat melaju di berbagai kondisi jalan. Di antara pola kembang itu terdapat alur yang dapat menjadi tempat terselipnya kerikil berukuran kecil.

Ketika ban berputar dan bersentuhan dengan permukaan jalan, kerikil bisa terdorong masuk ke dalam alur akibat tekanan dan gesekan. Bentuk kerikil yang pipih atau memiliki sisi tajam terkadang membuatnya lebih mudah terjepit. Semakin dalam atau lebar alur ban, semakin besar pula kemungkinan benda tertentu tersangkut, meskipun hal ini juga dipengaruhi ukuran kerikil dan desain tapak ban.

2. Jalan berbatu dan tekanan ban ikut berpengaruh

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Jaye Haych)

Mobil yang sering melewati jalan berbatu, kerikil lepas, atau permukaan jalan yang rusak memiliki peluang lebih besar mengalami masalah ini. Kerikil kecil bertebaran di permukaan jalan dan dapat terangkat ketika ban melindasnya. Sebagian batu akan terlempar, sedangkan sebagian lainnya bisa masuk ke sela-sela kembang ban.

Tekanan angin ban juga berpengaruh terhadap cara ban bersentuhan dengan permukaan jalan. Tekanan yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dapat mengubah bentuk bidang kontak ban dan memengaruhi karakteristik tapaknya. Namun, bukan berarti tekanan angin yang kurang otomatis membuat kerikil lebih mudah tersangkut. Karena itu, tekanan ban sebaiknya tetap mengikuti petunjuk pabrikan, bukan sengaja dikurangi untuk menghindari kerikil.

3. Kerikil kecil bisa menimbulkan masalah jika dibiarkan

ilustrasi memeriksa ban mobil (freepik.com/senivpetro)

Kerikil yang hanya terselip di permukaan kembang ban umumnya tidak langsung menimbulkan kerusakan serius. Namun, jika terus dibiarkan, benda tersebut bisa menimbulkan bunyi berulang saat roda berputar. Kerikil yang keras atau tajam juga berpotensi mengikis permukaan karet, terutama jika terus terjepit dan bergesekan selama perjalanan.

Risikonya berbeda jika benda yang tersangkut ternyata menembus karet ban. Kerikil tajam atau benda asing yang tertanam cukup dalam dapat menyebabkan kebocoran udara secara perlahan. Karena itu, periksa kembang ban secara berkala dan lepaskan kerikil yang hanya tersangkut di permukaan menggunakan alat yang sesuai. Jangan mencungkil benda yang tertanam dalam secara sembarangan. Jika ban terlihat bocor, tekanan anginnya berkurang, atau ditemukan benda tajam yang menancap, segera periksakan ke bengkel ban. Pemeriksaan sederhana ini membantu menjaga keamanan berkendara dan memperpanjang usia pakai ban mobil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article