Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Mobil LCGC Dibuat Lebih Hemat BBM? Ini Alasannya!
ilustrasi mobil LCGC (vecteezy.com/Amien Rahmat Noprianto Yusuf)
  • Efisiensi BBM merupakan syarat utama program LCGC: kendaraan harus mencapai sekitar 20 km per liter dalam pengujian resmi agar memperoleh status tersebut.
  • Pemerintah mewajibkan LCGC hemat BBM untuk menekan konsumsi energi nasional, mengurangi emisi gas buang, dan menjaga biaya operasional kendaraan tetap rendah.
  • Produsen mencapai efisiensi melalui mesin 980–1.200 cc, bobot ringan, desain aerodinamis, ban hambatan gulir rendah, kalibrasi mesin, serta fitur start-stop pada beberapa model.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mobil Low Cost Green Car (LCGC) dikenal sebagai kendaraan yang irit bahan bakar. Tak sedikit produsen mobil LCGC yang mengklaim bisa menempuh jarak hingga sekitar 20 kilometer hanya dengan 1 liter bensin. Tentu saja, ini juga tergantung pada kondisi jalan dan gaya berkendara.

Namun, apakah mobil LCGC memang sengaja dirancang untuk lebih hemat BBM? Jawabannya iya. Efisiensi bahan bakar bukan sekadar keunggulan tambahan, melainkan salah satu syarat utama yang harus dipenuhi agar sebuah mobil bisa masuk dalam kategori LCGC. Lantas, mengapa mobil LCGC dibuat lebih hemat bahan bakar? Berikut penjelasannya.

1. Mobil LCGC memang dirancang untuk lebih hemat BBM

ilustrasi mobil (unsplash.com/Jasper)

Program LCGC merupakan kebijakan pemerintah Indonesia yang bertujuan menghadirkan mobil dengan harga terjangkau sekaligus lebih ramah lingkungan. Salah satu syarat utama agar sebuah mobil mendapat status LCGC adalah mampu mencapai efisiensi bahan bakar minimal sekitar 20 km per liter dalam pengujian resmi.

Karena itulah, sejak tahap perancangan, produsen mobil harus memastikan kendaraan mampu memenuhi standar tersebut. Mereka tidak hanya fokus pada harga jual yang murah, tetapi juga pada konsumsi bahan bakar yang lebih efisien dibandingkan dengan mobil konvensional.

2. Mengapa pemerintah mewajibkan mobil LCGC hemat BBM?

ilustrasi mengisi bensin (pexels.com/Skitterphoto)

Ada beberapa alasan mengapa efisiensi bahan bakar menjadi syarat penting dalam program LCGC:

1. Mengurangi konsumsi bahan bakar nasional

Semakin irit sebuah mobil, semakin sedikit bensin yang digunakan. Jika jutaan kendaraan di Indonesia menggunakan kendaraan hemat bahan bakar, konsumsi BBM secara nasional juga dapat ditekan. Ini selanjutnya membantu mengurangi beban kebutuhan energi sekaligus mendukung ketahanan energi dalam jangka panjang.

2. Menekan emisi gas buang

Mobil yang membakar lebih sedikit bahan bakar umumnya menghasilkan emisi karbon dioksida dan polutan yang lebih rendah. Inilah alasan mengapa LCGC juga disebut sebagai "Green Car", karena dirancang agar dampaknya terhadap lingkungan lebih kecil dibandingkan dengan kendaraan yang lebih boros bahan bakar.

3. Mengurangi biaya kepemilikan kendaraan

Selain harga beli yang lebih terjangkau, mobil LCGC juga dibuat agar biaya operasionalnya tetap rendah. Semakin hemat konsumsi bensin, semakin sedikit pengeluaran pemilik kendaraan untuk mengisi bahan bakar setiap bulan. Hal ini membuat mobil LCGC menjadi pilihan yang menarik bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan harian dengan biaya penggunaan yang ekonomis.

3. Kenapa mobil LCGC bisa lebih irit?

ilustrasi mobil LCGC (vecteezy.com/Amien Rahmat Noprianto Yusuf)

Efisiensi bahan bakar pada mobil LCGC tidak terjadi begitu saja. Produsen menerapkan berbagai desain dan teknologi untuk mengurangi konsumsi bensin.

  • Menggunakan mesin berkapasitas kecil - Sebagian besar mobil LCGC menggunakan mesin berkapasitas 980 cc hingga 1.200 cc. Mesin yang lebih kecil membutuhkan bahan bakar lebih sedikit dibandingkan dengan mesin berkapasitas besar, terutama saat digunakan untuk berkendara di dalam kota.

  • Bobot kendaraan dibuat lebih ringan - Selain mesin kecil, bodi mobil juga dirancang agar lebih ringan. Semakin ringan kendaraan, semakin kecil tenaga yang dibutuhkan mesin untuk menggerakkannya. Akibatnya, konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien.

  • Desain yang mengurangi hambatan angin - Banyak mobil LCGC memiliki desain bodi yang cukup aerodinamis, sehingga hambatan angin saat melaju dapat dikurangi. Beberapa model juga menggunakan ban dengan hambatan gulir rendah (low rolling resistance) yang membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar.

  • Pengaturan mesin lebih efisien - Pada beberapa model, mesin telah dikalibrasi agar bekerja seefisien mungkin untuk penggunaan sehari-hari. Bahkan, sebagian mobil dilengkapi fitur seperti start-stop system, yaitu teknologi yang mematikan mesin secara otomatis saat kendaraan berhenti sejenak, misalnya di lampu merah, lalu menyalakannya kembali ketika mobil mulai bergerak.

4. Apa bedanya dengan mobil biasa?

ilustrasi mobil (pexels.com/Marco Antonio)

Perbedaan utama antara mobil LCGC dan mobil biasa terletak pada tujuan perancangannya. Mobil LCGC dikembangkan dengan fokus utama pada efisiensi bahan bakar dan biaya operasional yang rendah. Oleh karena itu, mobil jenis ini umumnya menggunakan mesin berkapasitas 980–1.200 cc dan harus memenuhi standar konsumsi BBM minimal sekitar 20 km per liter sesuai ketentuan program LCGC. 

Sementara itu, mobil non-LCGC tidak memiliki persyaratan khusus terkait efisiensi bahan bakar. Banyak mobil biasa menggunakan mesin berkapasitas lebih besar, mulai dari sekitar 1.200 cc hingga di atas 2.000 cc, sehingga konsumsi bahan bakarnya cenderung lebih tinggi. Selain itu, produsen mobil biasanya lebih mengutamakan aspek seperti performa, kenyamanan berkendara, ruang kabin yang lebih lega, serta fitur-fitur yang lebih lengkap.

Kesimpulannya, mobil LCGC dibuat lebih hemat BBM karena memang menjadi bagian dari konsep dasar program Low Cost Green Car. Pemerintah menetapkan standar efisiensi bahan bakar yang harus dipenuhi agar kendaraan memperoleh berbagai insentif sekaligus mendukung pengurangan konsumsi BBM dan emisi gas buang.

Untuk mencapai target tersebut, produsen menggunakan mesin berkapasitas kecil, bobot kendaraan yang lebih ringan, desain yang lebih aerodinamis, hingga teknologi pengelolaan mesin yang efisien. Hasilnya, mobil LCGC tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga membantu pemilik menghemat biaya bahan bakar dalam penggunaan sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article