ilustrasi sopir yang taksadar sambil menyetir (freepik.com/user18526052)
Rasa lelah, kurang tidur, lapar, atau tubuh yang tidak dalam kondisi prima juga dapat membuat perjalanan terasa lebih panjang. Ketika tubuh mulai kehilangan energi, aktivitas mengemudi terasa lebih berat meskipun waktu yang telah berlalu sebenarnya belum terlalu lama.
Kondisi seperti ini tidak boleh dianggap sepele. Jika mulai merasa mengantuk, sulit berkonsentrasi, sering menguap, atau kehilangan fokus, sebaiknya segera mencari tempat aman untuk beristirahat. Memaksakan diri melanjutkan perjalanan justru dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Perasaan sudah berkendara sangat lama padahal baru sebentar pada dasarnya bisa dipengaruhi oleh cara otak mempersepsikan waktu. Konsentrasi tinggi, perjalanan monoton, serta kondisi tubuh dapat membuat durasi perjalanan terasa berbeda dari waktu sebenarnya.
Jika sensasi tersebut muncul bersamaan dengan rasa lelah atau mengantuk, jangan memaksakan diri untuk terus berkendara. Beristirahat sejenak, minum air, atau melakukan peregangan ringan dapat membantu mengembalikan kesegaran sebelum melanjutkan perjalanan.