Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Pengemudi Sering Lupa Jalan yang Baru Saja Dilewati?
ilustrasi naik mobil pribadi (unsplash.com/why kei)
  • Otak menyaring banyak informasi saat mengemudi dan lebih menyimpan hal relevan, sehingga nama jalan, toko, atau bangunan yang baru dilewati sering tidak diingat jelas.
  • Fokus mencapai tujuan melalui rute yang sudah dikenal membuat perjalanan terasa otomatis; pengemudi dapat mengingat arah belokan, tetapi melupakan detail di sepanjang jalan.
  • Jalur monoton cenderung mudah terlupakan, sedangkan hal unik lebih membekas. Pengemudi tetap perlu menjaga konsentrasi dan memeriksa navigasi secara aman saat berhenti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kadang pengemudi lupa jalan yang baru dilewati. Otak sedang sibuk melihat mobil lain, rambu, dan jalan. Otak lebih ingat tujuan daripada toko atau nama jalan. Jalan yang sama dan membosankan juga mudah lupa. Pengemudi harus tetap fokus. Kalau bingung arah, pakai peta dengan aman atau berhenti dulu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa baru saja melewati sebuah jalan, tetapi beberapa menit kemudian sulit mengingat detail rutenya? Kondisi seperti ini cukup umum terjadi, terutama ketika perjalanan dilakukan melalui jalur yang terasa familiar atau monoton.

Pengemudi bisa saja mengingat tujuan dan arah perjalanan, tetapi tidak terlalu ingat nama jalan, gedung, atau persimpangan yang baru dilewati. Hal tersebut berkaitan dengan cara otak memproses informasi selama seseorang melakukan aktivitas yang sudah cukup dikuasai.

1. Otak tidak menyimpan semua detail

ilustrasi naik mobil pribadi (unsplash.com/Art Markiv)

Saat mengemudi, otak menerima banyak informasi dalam waktu bersamaan. Mulai dari posisi kendaraan, kecepatan, rambu lalu lintas, kendaraan lain, hingga kondisi jalan. Karena tidak semua informasi memiliki tingkat kepentingan yang sama, otak akan memilih hal-hal yang dianggap paling relevan untuk disimpan.

Akibatnya, detail seperti toko yang dilewati, warna bangunan, atau nama jalan bisa tidak tersimpan dalam ingatan dengan jelas. Pengemudi tetap menjalankan kendaraan dengan benar, tetapi belum tentu mampu mengingat setiap pemandangan yang terlihat beberapa menit sebelumnya.

2. Terlalu fokus pada tujuan

ilustrasi naik mobil bersama pasangan (pexels.com/KoolShooters)

Ketika sudah mengetahui tujuan perjalanan, perhatian pengemudi biasanya lebih banyak diarahkan untuk mencapai lokasi tersebut dengan aman. Otak dapat menggunakan pola rute yang sudah dikenal sehingga beberapa bagian perjalanan terasa seperti berjalan secara otomatis.

Situasi ini membuat perjalanan yang familiar terasa kurang berkesan dalam ingatan. Pengemudi mungkin ingat harus belok ke kanan atau mengikuti jalan tertentu, tetapi lupa detail tempat yang dilewati. Semakin sering rute tersebut digunakan, semakin besar kemungkinan perjalanan terasa biasa dan tidak banyak detail yang diingat.

3. Jalan yang monoton mudah terlupakan

ilustrasi naik mobil (pexels.com/JESHOOTS.com)

Jalur yang panjang dan memiliki pemandangan serupa juga dapat membuat ingatan terhadap rute menjadi kurang kuat. Ketika tidak banyak perubahan visual, otak menerima informasi yang relatif sama secara berulang sehingga tidak semua bagian perjalanan dianggap penting.

Kondisi berbeda bisa terjadi ketika melewati tempat yang unik atau mengalami sesuatu yang tidak biasa. Misalnya, melihat bangunan dengan bentuk menarik, menemukan jalan baru, atau menghadapi situasi lalu lintas yang tidak terduga. Peristiwa seperti itu cenderung lebih mudah diingat karena memberikan informasi yang berbeda dari perjalanan biasa.

Lupa detail jalan yang baru saja dilewati tidak selalu berarti ada masalah pada kemampuan mengemudi. Dalam banyak situasi, hal tersebut merupakan bagian dari cara otak memilih dan menyimpan informasi yang dianggap penting.

Meski begitu, tetap penting menjaga konsentrasi selama berkendara. Jangan mencoba mengingat kembali detail jalan ketika kendaraan sedang bergerak jika hal tersebut justru mengalihkan perhatian. Jika membutuhkan petunjuk rute, gunakan navigasi dengan aman atau berhenti di lokasi yang memungkinkan sebelum memeriksa kembali arah perjalanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article