Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Pengemudi Merasa Sudah Lama Berkendara padahal Baru Sebentar?

Kenapa Pengemudi Merasa Sudah Lama Berkendara padahal Baru Sebentar?
ilustrasi sopir (pexels.com/UHGO)
  • Konsentrasi intens saat memantau lalu lintas, rambu, spion, dan perubahan situasi membuat otak bekerja lebih keras sehingga beberapa menit berkendara terasa lebih lama.
  • Rute dengan pemandangan monoton dapat membuat perhatian tertuju pada durasi perjalanan, sedangkan aktivitas atau pemandangan menarik bisa membuat waktu terasa lebih cepat.
  • Lelah, kurang tidur, lapar, atau mengantuk membuat mengemudi terasa berat; pengemudi disarankan berhenti di tempat aman untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah merasa perjalanan baru berlangsung beberapa menit, tetapi rasanya sudah berjam-jam berada di balik kemudi? Sensasi seperti ini cukup sering muncul, terutama ketika perjalanan terasa melelahkan, membosankan, atau membutuhkan konsentrasi tinggi.

Persepsi terhadap waktu memang tidak selalu sama dengan waktu yang sebenarnya. Saat berkendara, otak menerima banyak informasi dan terus memproses berbagai kondisi di jalan. Hal tersebut bisa membuat perjalanan terasa lebih panjang atau justru lebih singkat dari durasi sebenarnya.

  1. 1. Konsentrasi tinggi membuat waktu terasa panjang

    Ilustrasi sopir bus (Pexels/Lê Minh)
    Ilustrasi sopir bus (Pexels/Lê Minh)

    Mengemudi membutuhkan perhatian terhadap banyak hal sekaligus. Pengemudi harus memperhatikan kendaraan di depan, spion, rambu, marka jalan, kecepatan, hingga perubahan situasi lalu lintas. Ketika konsentrasi terus digunakan secara intensif, perjalanan dapat terasa lebih melelahkan.

    Rasa lelah tersebut bisa memengaruhi persepsi terhadap waktu. Beberapa menit terasa lebih lama karena otak terus bekerja memproses berbagai informasi. Kondisi ini biasanya lebih terasa ketika berkendara di jalan yang ramai atau menghadapi situasi lalu lintas yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.

  2. 2. Jalan monoton bikin perjalanan terasa lama

    ilustrasi sopir travel (pexels.com/Tobi)
    ilustrasi sopir travel (pexels.com/Tobi)

    Perjalanan dengan pemandangan yang hampir sama dalam waktu lama juga dapat memengaruhi persepsi waktu. Ketika tidak ada banyak hal menarik yang terjadi, perhatian pengemudi bisa lebih mudah tertuju pada perjalanan itu sendiri.

    Situasi berbeda bisa terjadi ketika perjalanan dipenuhi aktivitas atau pemandangan menarik. Waktu terkadang terasa berjalan lebih cepat karena perhatian tidak terus-menerus tertuju pada durasi perjalanan. Karena itu, rute yang sama bisa terasa berbeda tergantung kondisi jalan dan aktivitas selama berkendara.

  3. 3. Kondisi tubuh ikut memengaruhi

    ilustrasi sopir yang taksadar sambil menyetir
    ilustrasi sopir yang taksadar sambil menyetir (freepik.com/user18526052)

    Rasa lelah, kurang tidur, lapar, atau tubuh yang tidak dalam kondisi prima juga dapat membuat perjalanan terasa lebih panjang. Ketika tubuh mulai kehilangan energi, aktivitas mengemudi terasa lebih berat meskipun waktu yang telah berlalu sebenarnya belum terlalu lama.

    Kondisi seperti ini tidak boleh dianggap sepele. Jika mulai merasa mengantuk, sulit berkonsentrasi, sering menguap, atau kehilangan fokus, sebaiknya segera mencari tempat aman untuk beristirahat. Memaksakan diri melanjutkan perjalanan justru dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

    Perasaan sudah berkendara sangat lama padahal baru sebentar pada dasarnya bisa dipengaruhi oleh cara otak mempersepsikan waktu. Konsentrasi tinggi, perjalanan monoton, serta kondisi tubuh dapat membuat durasi perjalanan terasa berbeda dari waktu sebenarnya.

    Jika sensasi tersebut muncul bersamaan dengan rasa lelah atau mengantuk, jangan memaksakan diri untuk terus berkendara. Beristirahat sejenak, minum air, atau melakukan peregangan ringan dapat membantu mengembalikan kesegaran sebelum melanjutkan perjalanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More