Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Leapmotor C10 Pakai Teknologi C2C, Apa Keunggulannya?
Leapmotor C10 dibekali berbagai fitur modern (IDN Times/Fadhliansyah)
  • Leapmotor C10 menerapkan teknologi Cell-to-Chassis yang mengintegrasikan baterai langsung ke sasis, untuk mengoptimalkan ruang kabin dan membantu mengurangi bobot kendaraan.

  • Produsen mengklaim konstruksi C2C menghasilkan kekakuan torsional 42.500 Nm per derajat, menjadikan baterai sebagai bagian dari struktur bodi kendaraan.

  • C10 memakai baterai 69,9 kWh, motor 165 kW dan torsi 360 Nm berpenggerak roda belakang; jarak tempuh klaim NEDC mencapai 503 km.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Leapmotor C10 menggunakan teknologi Cell-to-Chassis (C2C), yang mengintegrasikan baterai langsung ke struktur sasis kendaraan listrik.
  • Who?
    Leapmotor menerapkan teknologi C2C pada model kendaraan listrik C10.
  • Where?
    Informasi mengenai penerapan teknologi tersebut disampaikan di Jakarta.
  • When?
    Waktu penerapan atau peluncuran teknologi C2C pada Leapmotor C10 per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Teknologi C2C digunakan untuk mengoptimalkan ruang kabin, membantu mengurangi bobot kendaraan, dan meningkatkan kekakuan struktur.
  • How?
    Baterai 69,9 kWh diintegrasikan menjadi bagian sasis; Leapmotor mengklaim kekakuan torsional 42.500 Nm per derajat, tenaga 165 kW, torsi 360 Nm, dan penggerak roda belakang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Leapmotor membuat mobil listrik C10 dengan baterai yang menyatu di bagian bawah mobil. Baterai ini membantu badan mobil jadi lebih kuat dan memberi ruang lebih banyak di dalam. Mobil ini punya baterai 69,9 kWh dan katanya bisa jalan sampai 503 km. Motornya menggerakkan roda belakang. Jarak jalannya bisa beda saat dipakai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pendekatan Cell-to-Chassis pada Leapmotor C10 menunjukkan upaya merancang kendaraan listrik secara lebih terintegrasi, dengan baterai berperan pula dalam struktur sasis. Pemanfaatan ruang yang lebih optimal, potensi pengurangan bobot, serta klaim kekakuan torsional yang tinggi memberi dasar teknis bagi konstruksi yang efisien tanpa semata-mata bertumpu pada kapasitas baterai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Leapmotor C10 mengandalkan teknologi Cell-to-Chassis (C2C) sebagai salah satu pendekatan dalam pengembangan kendaraan listriknya.

Teknologi ini mengintegrasikan baterai langsung ke struktur sasis, sehingga komponen tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga menjadi bagian dari struktur kendaraan.

Penerapan teknologi tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang sekaligus meningkatkan kekakuan struktur kendaraan. Pada Leapmotor C10, teknologi C2C diklaim menghasilkan kekakuan torsional hingga 42.500 Nm per derajat.

1. Baterai terintegrasi dengan struktur sasis

Buritan Leapmotor C10 (IDN Times/Fadhliansyah)

Pada kendaraan listrik konvensional, baterai umumnya ditempatkan dalam satu paket yang dipasang pada struktur kendaraan. Sementara itu, pendekatan Cell-to-Chassis mengintegrasikan baterai langsung dengan struktur sasis.

Integrasi ini memungkinkan konstruksi kendaraan dirancang lebih menyatu. Leapmotor mengklaim pendekatan tersebut membantu mengurangi bobot kendaraan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan ruang di dalam kabin.

Konsep ini menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan produsen kendaraan listrik untuk meningkatkan efisiensi desain tanpa hanya berfokus pada kapasitas baterai.

2. Diklaim meningkatkan kekakuan bodi

Spesifikasi Leapmotor C10 (IDN Times/Fadhliansyah)

Leapmotor menyebut teknologi C2C pada C10 mampu menghasilkan kekakuan torsional sebesar 42.500 Nm per derajat. Angka tersebut menggambarkan kemampuan struktur kendaraan dalam menahan puntiran ketika menerima beban.

Kekakuan torsional merupakan salah satu aspek penting dalam konstruksi kendaraan karena berkaitan dengan kekuatan struktur bodi. Namun, angka tersebut tidak dengan sendirinya menggambarkan seluruh aspek kenyamanan atau pengendalian mobil.

Dengan mengintegrasikan baterai ke struktur sasis, Leapmotor berupaya menjadikan komponen utama kendaraan listrik tersebut sebagai bagian dari rancangan struktur secara keseluruhan.

3. Dipadukan dengan baterai 69,9 kWh

Layout kabin Leapmotor C10 (IDN Times/Fadhliansyah)

Leapmotor C10 dibekali baterai berkapasitas 69,9 kWh dengan jarak tempuh yang diklaim mencapai 503 km berdasarkan pengujian NEDC. Motor listriknya menghasilkan tenaga maksimum 165 kW atau sekitar 224 dk, dengan torsi puncak 360 Nm.

Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang atau menggunakan sistem penggerak rear-wheel drive (RWD). Kombinasi baterai dan motor listrik tersebut menjadi bagian dari paket teknis C10, di samping penggunaan konstruksi C2C.

Meski begitu, jarak tempuh 503 km merupakan angka berdasarkan standar NEDC. Jarak yang dicapai dalam penggunaan sehari-hari dapat berbeda, bergantung pada kondisi jalan, kecepatan, gaya berkendara, dan penggunaan perangkat kelistrikan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article