Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Penyebab Fast Charging Mobil Listrik Melambat, Bukan Cuma Baterai

5 min read
5 Penyebab Fast Charging Mobil Listrik Melambat, Bukan Cuma Baterai
ilustrasi charging mobil listrik (pexels.com/Harry Tucker)
  • Fast charging dapat melambat saat baterai mendekati penuh karena sistem menurunkan daya bertahap demi keamanan sel dan pengendalian tegangan.
  • Suhu baterai yang terlalu dingin atau panas membatasi arus pengisian; sistem pengelolaan suhu dan fitur preconditioning dapat membantu menyiapkan kondisi optimal.
  • Daya aktual juga dibatasi kemampuan mobil, pembagian pasokan di stasiun, infrastruktur lokasi, atau penurunan kinerja perangkat pengisian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pengisian daya cepat atau fast charging menjadi salah satu keunggulan mobil listrik, terutama saat perjalanan jauh yang menuntut waktu singgah lebih singkat. Namun, daya pengisian yang awalnya tinggi bisa turun drastis meskipun mobil terhubung ke stasiun pengisian berkapasitas besar. Kondisi ini gak selalu menandakan baterai bermasalah karena kecepatan pengisian ditentukan oleh sejumlah batas teknis pada kendaraan dan infrastruktur listrik.

Angka kilowatt (kW) yang tertera pada stasiun pengisian juga gak menjamin mobil akan menerima daya sebesar itu sepanjang proses pengisian. Ada pengaruh tingkat keterisian baterai, suhu, kemampuan sistem kelistrikan kendaraan, hingga kapasitas daya yang tersedia di lokasi. Supaya gak salah menilai kondisi kendaraan saat mengisi daya, yuk pahami lima penyebab fast charging melambat berikut ini.

  1. 1. Persentase baterai sudah mendekati penuh

    ilustrasi baterai mobil listrik
    ilustrasi baterai mobil listrik (unsplash.com/Markus Spiske)

    Salah satu penyebab paling umum fast charging melambat adalah tingkat keterisian baterai atau state of charge (SoC) yang sudah tinggi. Ketika baterai masih memiliki daya rendah hingga menengah, sistem umumnya dapat menerima daya pengisian lebih besar sesuai kemampuan kendaraan. Namun, saat persentase baterai mendekati penuh, daya pengisian akan diturunkan secara bertahap untuk menjaga keamanan sel baterai dan mengendalikan kenaikan tegangan.

    Penurunan tersebut merupakan bagian normal dari karakteristik pengisian baterai, bukan berarti stasiun pengisian mengalami kerusakan. Sebagai gambaran, pengisian dari 20 hingga 80 persen dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan pengisian dari 80 hingga 100 persen, meskipun selisih persentasenya sama. Karena itu, saat mengejar waktu dalam perjalanan jauh, pengisian hingga sekitar 80 persen sering kali lebih efisien daripada menunggu baterai penuh, selama jarak ke tujuan memungkinkan.

  2. 2. Suhu baterai terlalu dingin atau panas

    ilustrasi baterai mobil listrik
    ilustrasi baterai mobil listrik (vecteezy.com/Pattarawooth Junnual)

    Baterai mobil listrik bekerja dalam rentang suhu tertentu agar dapat menerima daya secara optimal. Ketika suhu baterai terlalu rendah, pergerakan ion di dalam sel menjadi kurang mendukung proses pengisian berdaya tinggi, sehingga sistem kendaraan membatasi arus untuk menjaga keamanan baterai. Sebaliknya, suhu yang terlalu tinggi juga dapat memicu pembatasan daya karena pengisian cepat menghasilkan panas tambahan yang perlu dikendalikan.

    Di sinilah sistem pengelolaan suhu baterai atau thermal management system berperan penting dalam menentukan kecepatan pengisian. Beberapa mobil listrik memiliki fitur battery preconditioning yang menyesuaikan suhu baterai sebelum tiba di stasiun pengisian, terutama ketika lokasi pengisian sudah ditetapkan melalui navigasi kendaraan. Jika fitur tersebut tersedia, pengguna dapat memanfaatkannya sesuai petunjuk pabrikan agar baterai berada pada kondisi suhu yang lebih sesuai ketika pengisian dimulai.

  3. 3. Kemampuan menerima daya mobil terbatas

    ilustrasi charging mobil listrik
    ilustrasi charging mobil listrik (unsplash.com/Marek Studzinski)

    Stasiun pengisian dengan kapasitas 150 kW atau 350 kW gak otomatis membuat semua mobil listrik menerima daya sebesar itu. Setiap kendaraan memiliki batas penerimaan daya arus searah atau direct current (DC) yang ditentukan oleh desain baterai, konfigurasi sistem tegangan, dan kemampuan perangkat pengisian pada kendaraan. Jika batas maksimum mobil hanya 100 kW, penggunaan stasiun berkapasitas 350 kW gak akan membuat daya yang diterima melampaui kemampuan tersebut.

    Perbedaan arsitektur kelistrikan juga dapat memengaruhi kecocokan antara kendaraan dan stasiun pengisian. Mobil dengan sistem tegangan tinggi, misalnya 800 volt, dapat mendukung pengisian berdaya besar apabila perangkat kendaraan dan stasiun sama-sama kompatibel dengan kebutuhan tersebut. Oleh sebab itu, spesifikasi daya puncak perlu diperiksa bersama kurva pengisian dan kondisi pengujiannya, bukan hanya dibandingkan berdasarkan angka maksimum yang tertera pada brosur kendaraan.

  4. 4. Daya stasiun pengisian terbagi atau terbatas

    ilustrasi charging mobil listrik
    ilustrasi charging mobil listrik (unsplash.com/Michael Fousert)

    Kapasitas daya stasiun pengisian publik dapat dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan listrik dan cara pengelola membagi daya ke sejumlah titik pengisian. Pada lokasi tertentu, dua konektor atau lebih berbagi sumber daya yang sama, sehingga penggunaan secara bersamaan dapat mengurangi daya yang tersedia untuk setiap kendaraan. Akibatnya, mobil yang secara teknis mampu menerima daya tinggi tetap dapat mengisi lebih lambat karena pasokan dari stasiun tidak mencukupi kebutuhan maksimumnya.

    Selain pembagian daya, infrastruktur listrik di lokasi juga dapat membatasi keluaran aktual stasiun. Sistem pengelolaan beban atau load management dapat menyesuaikan daya berdasarkan kebutuhan seluruh perangkat yang beroperasi dan kapasitas listrik yang tersedia. Jika daya pengisian terlihat lebih rendah daripada biasanya, pengguna dapat mencoba titik pengisian lain yang tersedia dan memeriksa informasi daya aktual pada layar kendaraan atau aplikasi penyedia layanan.

  5. 5. Stasiun pengisian mengalami penurunan kinerja

    ilustrasi charging mobil listrik
    ilustrasi charging mobil listrik (pexels.com/DaeYeoung Ahn)

    Kinerja stasiun pengisian gak selalu sama dengan kapasitas nominal yang tercantum pada perangkat. Komponen yang mengalami gangguan, pembatasan suhu pada perangkat daya, atau kondisi operasional tertentu dapat menyebabkan stasiun menurunkan keluaran listriknya. Dalam kondisi tersebut, penurunan daya berasal dari sisi infrastruktur pengisian, bukan semata-mata dari kondisi baterai mobil.

    Pengguna dapat memeriksa apakah masalah serupa terjadi ketika menggunakan titik pengisian lain dengan kapasitas yang sesuai. Jika daya kembali normal di stasiun berbeda pada kondisi baterai dan suhu yang relatif serupa, hal tersebut dapat menjadi petunjuk bahwa sumber kendala berada pada perangkat pengisian sebelumnya. Namun, jika penurunan daya terus terjadi di beberapa stasiun, pemeriksaan lebih lanjut terhadap kendaraan oleh teknisi resmi layak dipertimbangkan, terutama jika disertai peringatan pada panel instrumen.

    Kecepatan fast charging mobil listrik dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari persentase baterai hingga kemampuan stasiun memasok daya. Penurunan daya saat baterai mendekati penuh atau berada di luar rentang suhu optimal dapat menjadi respons normal sistem, sedangkan gangguan pada infrastruktur perlu diperiksa secara terpisah. Dengan memahami penyebabnya, pengguna dapat mengatur waktu pengisian secara lebih efisien sekaligus mengetahui kapan penurunan daya masih wajar dan kapan kendaraan perlu diperiksa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More