Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mau Mudik Saat Puasa? Ini Menu Sahur Antilapar dan Kantuk Saat Nyetir

Mau Mudik Saat Puasa? Ini Menu Sahur Antilapar dan Kantuk Saat Nyetir
ilustrasi sopir (pexels.com/UHGO)

Menjalani perjalanan mudik dalam kondisi berpuasa menuntut persiapan fisik yang ekstra prima agar konsentrasi di jalan raya tidak menurun. Tantangan utama yang sering dihadapi adalah rasa lapar yang datang terlalu cepat serta serangan kantuk yang sangat berbahaya bagi keselamatan berkendara jarak jauh.

Memilih menu sahur yang tepat menjadi kunci utama untuk menjaga cadangan energi tetap stabil hingga waktu berbuka tiba. Dengan komposisi nutrisi yang seimbang, tubuh akan memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi cuaca terik dan kemacetan panjang tanpa harus merasa lemas atau kehilangan kewaspadaan.

1. Mengandalkan karbohidrat kompleks dan serat tinggi

Irisan Roti Gandum (pexels.com/Mariana Kurynk)
Irisan Roti Gandum (pexels.com/Mariana Kurynk)

Agar rasa kenyang bertahan lebih lama selama mengemudi, sangat disarankan untuk mengonsumsi sumber karbohidrat kompleks saat sahur. Beras merah, ubi jalar, oat, atau roti gandum utuh adalah pilihan terbaik karena jenis makanan ini dicerna secara perlahan oleh tubuh. Proses pencernaan yang lambat ini memastikan pelepasan energi ke dalam aliran darah terjadi secara bertahap, sehingga tubuh tidak cepat merasa lunglai di tengah perjalanan.

Selain itu, asupan serat dari sayuran hijau dan buah-buahan seperti apel atau pir sangat membantu dalam menjaga stabilitas gula darah. Serat memberikan volume pada lambung yang memberikan sinyal kenyang lebih lama kepada otak. Hindari mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti nasi putih dalam porsi berlebihan atau tepung-tepungan yang digoreng, karena makanan tersebut justru memicu lonjakan gula darah yang cepat turun, sehingga membuat perut kembali keroncongan hanya beberapa jam setelah subuh.

2. Memilih protein berkualitas untuk menjaga stamina otot

ilustrasi telur sebagai sumber protein hewani (pixabay.com/Glative)
ilustrasi telur sebagai sumber protein hewani (pixabay.com/Glative)

Protein hewani maupun nabati adalah komponen wajib dalam menu sahur bagi pemudik karena fungsinya yang vital dalam menjaga massa otot dan memberikan rasa puas setelah makan. Telur rebus, dada ayam panggang, atau tempe dan tahu merupakan pilihan yang praktis namun sangat efektif. Protein memiliki efek termik yang lebih tinggi dibandingkan lemak atau karbohidrat, yang berarti tubuh membakar lebih banyak energi untuk mencernanya, sehingga membantu menjaga metabolisme tetap aktif selama berkendara.

Kehadiran protein yang cukup juga membantu mencegah penurunan konsentrasi yang sering terjadi akibat kelelahan otot saat duduk terlalu lama di atas kendaraan. Untuk variasi yang lebih segar, kamu bisa menambahkan kacang-kacangan atau yoghurt ke dalam menu sahur. Yoghurt tidak hanya mengandung protein, tetapi juga probiotik yang menjaga kesehatan pencernaan, sehingga risiko sakit perut atau begah saat menempuh jalur lintas provinsi dapat diminimalisir secara signifikan.

3. Menghindari makanan pemicu kantuk dan dehidrasi

Ilustrasi sopir sedang istirahat (Pexels/Sergi Montaner)
Ilustrasi sopir sedang istirahat (Pexels/Sergi Montaner)

Salah satu musuh terbesar pemudik saat puasa adalah rasa kantuk yang datang mendadak akibat pemilihan menu sahur yang salah. Hindari makanan yang mengandung kadar gula sangat tinggi atau santan kental yang berlebihan, karena makanan berminyak dan manis memicu tubuh untuk melepaskan hormon yang membuat sistem saraf menjadi terlalu rileks dan mengantuk. Selain itu, batasi asupan garam yang tinggi pada makanan instan atau olahan, sebab garam bersifat menyerap air dalam sel tubuh yang akan membuat kamu merasa sangat haus dan dehidrasi lebih cepat di bawah terik matahari.

Minuman yang mengandung kafein seperti kopi hitam pekat sebaiknya dihindari saat sahur sebelum mudik. Walaupun awalnya memberikan efek segar, kafein bersifat diuretik yang merangsang keinginan buang air kecil secara terus-menerus, sehingga cadangan cairan tubuh akan terbuang sia-sia melalui urine. Pilihlah air mineral dalam jumlah yang cukup (sekitar 2-3 gelas) dan tambahkan satu buah pisang sebagai sumber kalium untuk mencegah kram otot selama perjalanan jauh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Mudik Saat Puasa, Ini Jam-jam Ngantuk yang Wajib Diwaspadai

03 Mar 2026, 14:05 WIBAutomotive