Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mau Irit BBM? Konversi Mobil Bensin ke BBG Mulai dari Rp13 Juta

Mau Irit BBM? Konversi Mobil Bensin ke BBG Mulai dari Rp13 Juta
Proses konversi ke BBG hanya 6-7 jam (Dok. Komogas)
Intinya Sih
  • Konversi mobil bensin ke BBG jadi alternatif hemat di tengah kenaikan harga BBM, dengan biaya pengisian hanya sekitar Rp4.500 per LSP di SPBG.
  • Biaya konversi mulai Rp13 juta tergantung kualitas dan asal kit, mencakup paket lengkap seperti ECU tambahan, injector, reducer, hingga tabung gas.
  • Proses pemasangan sistem BBG berlangsung cepat sekitar enam hingga tujuh jam dan bisa diterapkan pada hampir semua mobil bensin sesuai tipe injeksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Konversi mobil berbahan bakar bensin ke bahan bakar gas (BBG) mulai menjadi alternatif di tengah kenaikan harga BBM. BBG dapat diisi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), yang per LSP (Liter Setara Premium) dibanderol cuma Rp4.500.

Selain menawarkan efisiensi biaya, proses pemasangan sistem BBG juga tergolong cepat dan dapat diterapkan pada sebagian besar kendaraan bensin. Ketua Umum Komunitas Mobil Gas (Komogas), Andy Lala, mengatakan biaya konversi saat ini cukup terjangkau, bergantung pada jenis kit yang digunakan.

"Variatif, kalau kit umum, biasanya buatan China, sekitar Rp13 juta all-in. Kalau pakai barang baru dari Eropa bisa Rp16–18 juta," ujar dia kepada IDN Times, Selasa (5/5/2026).

1. Biaya ditentukan kualitas kit, biaya mulai Rp13 juta

Tiga orang mekanik sedang memeriksa mesin mobil dengan kap terbuka di area luar bengkel untuk konversi bahan bakar gas.
Semua mobil bensin bisa dikonversi ke BBG (Dok. Komogas)

Andy menjelaskan, harga tersebut sudah mencakup satu set conversion kit lengkap, termasuk ECU tambahan, injector, reducer hingga tabung gas. Perbedaan harga terutama dipengaruhi oleh kualitas komponen dan asal produksi kit.

Menurut dia, paket konversi tersebut sudah siap pakai tanpa memerlukan biaya tambahan besar di luar instalasi standar.

2. Jumlah silinder jadi faktor utama, bukan kapasitas mesin

Ruang mesin mobil Toyota dengan kit konversi bahan bakar gas terpasang, menampilkan komponen sistem BBG di area mesin.
Konversi kit BBG ada yang versi China dan Eropa (Dok. Komogas)

Dia menegaskan, penentuan biaya konversi tidak didasarkan pada kapasitas mesin (cc), melainkan jumlah silinder kendaraan.

"Bukan cc, tapi jumlah silinder. Jadi empat silinder, enam silinder, atau delapan silinder. Kalau cc itu biasanya cuma beda di nozzle saja," kata Andy.

Dengan demikian, kendaraan dengan kapasitas mesin berbeda namun jumlah silinder sama cenderung memiliki biaya konversi yang serupa.

3. Proses konversi hanya 6–7 jam

Dua orang memeriksa tabung gas BBG yang terpasang di bagasi mobil berwarna hitam dengan pintu belakang terbuka.
Tabung gas BBG (Dok. Komogas)

Dari sisi teknis, proses pemasangan sistem BBG dinilai relatif cepat. Andy menyebut waktu pengerjaan rata-rata berkisar antara enam hingga tujuh jam.

"Pengerjaan sekitar enam hingga tujuh jam. Hampir semua mobil bensin bisa dikonversi, tapi kami sesuaikan dengan tipe injeksinya," jelas pria yang punya empat mobil konversi BBG ini.

Terdapat beberapa jenis sistem injeksi, seperti direct injection dan multipoint injection, yang masing-masing membutuhkan jenis kit berbeda agar sistem BBG dapat bekerja optimal.

Konversi BBG dinilai menjadi salah satu opsi bagi pemilik kendaraan untuk menekan biaya operasional, terutama di tengah tren kenaikan harga bahan bakar konvensional.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Related Articles

See More