Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Penyebab Air Menetes di Bawah Mobil

4 Penyebab Air Menetes di Bawah Mobil
ilustrasi mobil (unsplash.com/Tabea Schimpf)
Intinya Sih
  • Tetesan air di bawah mobil bisa menandakan masalah serius seperti kebocoran radiator yang menyebabkan sistem pendingin gagal menjaga suhu mesin tetap stabil.
  • Air yang menetes juga bisa berasal dari kondensasi AC, namun jika saluran pembuangan mampet atau bocor, air dapat merembes hingga ke dalam kabin mobil.
  • Kebocoran cairan wiper atau kerusakan pada selang dan pompa air sistem pendingin turut menjadi penyebab utama munculnya tetesan air di kolong mobil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ketika kamu menemukan tetesan air di kolong mobil kamu, itu bisa jadi indikasi ada gangguan. Jangan kamu abaikan karena bisa berkembang jadi kerusakan yang lebih serius. Sebaiknya langsung kamu cek untuk memastikan kondisinya.

Air yang netes dari bawah mobil kamu belum tentu aman. Bisa jadi itu tanda ada komponen yang bermasalah. Karena itu, kamu perlu segera menanganinya sebelum makin parah. Berikut empat penyebab air menetes di bawah mobil.

1. Kebocoran radiator

ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (unsplash.com/Austin)

Tetesan air radiator dari kolong mesin mobil kamu jadi salah satu tanda ada kebocoran di sistem pendingin. Radiator punya peran penting buat jaga suhu mesin biar tetap stabil. Kalau radiator bocor, cairan pendingin akan keluar dan bikin kemampuan sistem pendingin turun.

Kebocoran bisa muncul di beberapa bagian radiator, kayak selang, gasket, atau bagian inti radiatornya sendiri. Akibatnya, mesin jadi gampang overheat. Tanpa cairan pendingin yang cukup, sistem pendingin gak bisa kerja maksimal dan suhu mesin bakal naik dengan cepat.

2. Embun yang dihasilkan dari AC mobil

ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (unsplash.com/Jakub Pabis)

Proses kondensasi bisa bikin air AC mobil kamu netes dari bawah. Kondensasi muncul karena adanya perbedaan suhu antara pipa AC yang dingin dengan udara luar yang lebih hangat. Itu sebabnya kamu sering lihat tetesan air di kolong mobil saat AC nyala.

Walau kondensasi itu hal yang wajar, saluran pembuangan airnya kadang bisa mampet atau bocor. Kalau itu terjadi, air bisa netes sampai masuk ke kabin mobil kamu. Biasanya rembesan air akan kelihatan di bawah dasbor.

3. Kebocoran cairan wiper

ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (unsplash.com/Hunter Newton)

Penyebab paling sering dari bocornya cairan pembersih kaca adalah rusaknya tangki penampung cairan yang nyemprot ke kaca depan. Kalau tangki ini retak atau bocor, cairan pembersih bakal netes dari kolong mobil kamu. Biasanya tetesannya kelihatan di area sekitar roda depan.

Kalau kamu lihat ada air netes dari bawah mesin mobil dan curiga itu cairan pembersih kaca, mending langsung bawa mobil kamu ke bengkel. Teknisi di sana bisa cek secara detail buat cari tahu sumber bocornya. Setelah ketemu, mereka juga bisa langsung benerin biar gak makin parah.

4. Kerusakan sistem pendingin

ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (pexels.com/d30visuals .)

Gak cuma radiator, tetesan air dari kolong mobil kamu juga bisa muncul karena ada komponen lain di sistem pendingin yang rusak, misalnya selang atau pompa air. Kalau pompa air bermasalah, sirkulasi cairan pendingin jadi gak lancar dan mesin bisa cepat overheat. Kondisi ini jelas bikin kinerja mesin kamu terganggu.

Seiring pemakaian, pompa air dan selang pendingin bisa aus atau retak karena kena panas dan getaran mesin terus-menerus. Retakan itu bikin cairan pendingin rembes keluar. Akibatnya, kamu bakal lihat air netes dari bawah mesin mobil kamu.

Jadi itu tadi empat alasan kenapa air bisa netes dari kolong mobil kamu, penting buat kamu kenali tiap penyebabnya biar gak salah penanganan, dan kalau udah tahu kamu bisa lebih cepat ambil tindakan sebelum kerusakannya makin parah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More