Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mercedes Benz Terancam Dilarang Beroperasi di AS Akibat Saham China
Mercedes-Benz. (unsplash.com/hydraberg)

Mercedes-Benz kini berada dalam situasi rumit di pasar Amerika Serikat akibat aturan baru yang membendung pengaruh Tiongkok di industri otomotif. Produsen mobil mewah asal Jerman yang telah beroperasi puluhan tahun di sana terancam terkena imbas aturan pembatasan kepemilikan saham asing.

Laporan yang dirilis oleh laman carscoops.com menyebutkan bahwa rancangan undang-undang baru di AS berpotensi membatasi operasional produsen mobil yang memiliki keterkaitan modal dengan Tiongkok. Kebijakan ini menyasar perusahaan otomotif yang kepemilikan saham Tiongkok di dalamnya telah melewati ambang batas tertentu.

1. Ambang batas kepemilikan saham yang terlampaui investor China

Mercedes-Benz. (unsplash.com/oguzyagiz)

Kondisi yang mengancam posisi Mercedes-Benz ini dipicu oleh keberadaan dua investor besar asal Tiongkok dalam struktur kepemilikan perusahaan. BUMN Tiongkok yaitu BAIC serta pendiri Geely, Li Shufu, secara akumulatif menguasai hampir 20 persen saham di pabrikan otomotif Jerman tersebut.

Angka kepemilikan tersebut secara langsung melampaui batas maksimal 15 persen yang sedang digodok oleh para pembuat kebijakan di AS. Meski begitu, para anggota parlemen memberi sinyal bahwa pelarangan total bukan tujuan utama aturan ini. Senator Ted Cruz menegaskan, "bahwa mereka tidak akan pernah mempertimbangkan untuk melarang Mercedes-Benz."

2. Masa tenggang dan opsi pengecualian khusus bagi produsen

Mercedes-Benz C-Class (mercedes-benz.co.id)

Ancaman penghentian operasional ini tidak serta-merta membuat diler resmi Mercedes-Benz harus segera ditutup dalam waktu dekat. Para anggota parlemen AS masih memberikan ruang gerak serta waktu yang cukup bagi pabrikan tersebut untuk melakukan penyesuaian struktur modal.

Senator Bernie Moreno menyatakan bahwa Mercedes diberikan tenggat waktu hingga tahun 2030 untuk menyelesaikan permasalahan kepemilikan saham ini. Selain penyesuaian porsi modal, pihak produsen juga memiliki opsi untuk mengajukan pengecualian khusus agar tetap bisa menjual produknya di pasar AS.

3. Pembatasan perangkat lunak dan lonjakan biaya produksi industri

Ilustrasi pabrik mobil. (unsplash.com/carlos aranda)

Langkah tegas AS dalam membatasi pengaruh Tiongkok juga menyasar sektor teknologi kendaraan terhubung atau connected car. Aturan baru melarang penggunaan perangkat lunak konektivitas Tiongkok untuk model tahun 2027 serta komponen perangkat keras untuk model tahun 2030 demi alasan keamanan nasional.

Regulasi ketat ini memaksa para produsen mobil dan pemasok komponen melakukan audit menyeluruh pada rantai pasok mereka. Upaya mengganti perangkat keras dan sistem jaringan asal Tiongkok ini diperkirakan para eksekutif industri akan memicu kenaikan biaya produksi hingga 15 persen.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article