VinFast: Lebih dari 90 Persen Konsumen Pilih Battery Subscription

Jakarta, IDN Times – Skema Battery Subscription atau langganan baterai yang ditawarkan VinFast ternyata mendapat respons positif dari konsumen Indonesia.
Pabrikan asal Vietnam itu mengungkapkan, lebih dari 90 persen pembeli mobil listriknya memilih menggunakan program tersebut dibanding memiliki baterai secara langsung.
Tingginya angka tersebut menunjukkan mulai meningkatnya penerimaan konsumen terhadap model kepemilikan baterai yang masih tergolong baru di Indonesia.
Meski demikian, VinFast mengakui edukasi kepada masyarakat tetap menjadi tantangan karena masih banyak calon pembeli yang belum memahami manfaat dari program tersebut.
1. Lebih dari 90 persen konsumen memilih Battery Subscription

Head of Training Department VinFast Indonesia, Rinaldi Ramdani, mengatakan mayoritas konsumen VinFast di Indonesia saat ini memilih menggunakan skema Battery Subscription. Data penjualan perusahaan menunjukkan tingkat adopsinya sudah menembus lebih dari 90 persen.
“Battery Subscription sebetulnya salah satu hal yang kalau kami lihat dari data penjualan, hampir 90 persen lebih customer memilih Battery Subscription,” kata Rinaldi di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Meski demikian, menurutnya VinFast masih terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar mereka memahami manfaat program tersebut. Sebab, konsep berlangganan baterai masih tergolong baru di pasar otomotif Indonesia sehingga membutuhkan penjelasan lebih lanjut kepada calon konsumen.
2. Dirancang memberi ketenangan selama memiliki mobil listrik

Rinaldi menjelaskan Battery Subscription bukan hanya sekadar skema kepemilikan baterai, tetapi juga menjadi bentuk perlindungan bagi konsumen dalam jangka panjang. Program tersebut dibuat agar pemilik kendaraan listrik tidak perlu khawatir terhadap kondisi baterai setelah masa penggunaan bertahun-tahun.
Menurutnya, baterai masih menjadi salah satu faktor yang paling sering dipertanyakan calon pembeli mobil listrik. Kekhawatiran mengenai biaya penggantian baterai maupun performanya setelah masa garansi menjadi alasan VinFast menghadirkan skema tersebut.
“Proteksi baterai atau Battery Subscription ini adalah salah satu hal yang menjamin mereka di masa yang lebih panjang. Jadi memastikan customer kami mendapatkan kualitas baterai yang tetap prima,” ujar Rinaldi.
Dengan skema tersebut, VinFast berharap konsumen bisa lebih fokus menikmati penggunaan kendaraan listrik tanpa terbebani risiko penurunan performa baterai di masa mendatang.
3. VinFast ingin menghapus stigma negatif terhadap mobil listrik

Selain memberikan perlindungan terhadap baterai, VinFast juga melihat Battery Subscription sebagai salah satu cara menghilangkan stigma yang masih melekat pada kendaraan listrik di Indonesia.
Menurut Rinaldi, masih banyak masyarakat yang menganggap harga jual mobil listrik akan turun drastis karena kondisi baterainya akan terus menurun seiring usia kendaraan. Padahal, kekhawatiran tersebut menjadi salah satu penghambat adopsi kendaraan listrik di Tanah Air.
“Saat ini kita melihat di Indonesia masih ada stigma kalau mobil listrik itu harga jual pasti hancur karena baterainya pasti turun. Nah, Battery Subscription ini sebetulnya menjamin kualitas penggunaan baterai dalam jangka panjang,” jelasnya.
Karena itu, VinFast terus mengedukasi masyarakat bahwa skema Battery Subscription bukan hanya memberikan rasa aman terhadap kondisi baterai, tetapi juga diharapkan dapat membantu menjaga kepercayaan konsumen terhadap nilai kendaraan listrik saat akan dijual kembali.

















