ilustrasi mobil hatchback (pexels.com/Mike Bird)
Menggunakan nitrogen bukan alasan untuk mengabaikan pemeriksaan tekanan ban. Pengendara sebaiknya memeriksa tekanan secara rutin ketika ban dalam kondisi dingin dan menyesuaikannya dengan rekomendasi pabrikan kendaraan. Tekanan yang dianjurkan biasanya tercantum pada stiker di area pintu pengemudi, tutup tangki bahan bakar, atau buku manual kendaraan.
Jika tekanan berkurang secara tidak wajar, segera periksa kemungkinan kebocoran pada ban, pentil, atau pelek. Hindari hanya menambah angin berulang kali tanpa mencari penyebab penurunan tekanan yang terus terjadi. Pemeriksaan kondisi telapak dan dinding samping ban juga penting untuk menemukan benda tajam, retakan, atau kerusakan lain sejak dini.
Mitos bahwa mengisi nitrogen membuat ban tidak bisa bocor perlu diluruskan. Nitrogen tidak dapat mencegah kebocoran akibat paku, kerusakan fisik, atau masalah pada pentil dan pelek, meskipun karakteristiknya dapat membantu memperlambat penurunan tekanan dalam kondisi tertentu. Dengan demikian, manfaat nitrogen lebih berkaitan dengan karakteristik gas dan pengelolaan tekanan, bukan kemampuan mencegah semua jenis kebocoran.
Bagi pengendara sehari-hari, hal terpenting adalah menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan, memeriksa kondisi ban secara berkala, dan segera menangani kebocoran. Nitrogen dapat menjadi pilihan, tetapi udara biasa juga memadai untuk penggunaan normal apabila tekanan dan kondisi ban dirawat dengan benar. Jadi, daripada hanya mengandalkan jenis gas pengisi, pastikan ban kendaraan selalu dalam kondisi layak jalan.