Mitos vs Fakta: Mobil Jarang Dipakai Tidak Perlu Servis Rutin?

- Mobil yang jarang dipakai tetap bisa mengalami kerusakan tersembunyi seperti aki melemah, karet mengeras, dan ban flat spot meski tidak sering digunakan.
- Kualitas oli menurun seiring waktu walau jarak tempuh rendah, sehingga servis berkala tetap penting untuk mencegah keausan mesin jangka panjang.
- Pabrikan menetapkan jadwal servis berdasarkan waktu dan kilometer; mengikuti jadwal ini menjaga performa mobil serta mencegah biaya perbaikan besar di kemudian hari.
Banyak pemilik mobil berpikir kalau kendaraan yang jarang dipakai berarti kondisinya aman-aman saja. Logikanya sederhana, kalau tidak sering jalan maka tidak cepat rusak. Tapi benarkah mobil yang lebih sering diam justru tidak butuh perawatan rutin?
Nyatanya, mobil tetap terdiri dari komponen mekanis dan fluida yang terus mengalami perubahan, meskipun tidak digunakan setiap hari. Justru dalam beberapa kasus, mobil yang jarang dipakai bisa mengalami masalah tersembunyi. Supaya tidak salah kaprah, mari kita bahas mitos dan faktanya.
1. Mitos: mobil jarang dipakai tidak mengalami keausan

Banyak orang mengira keausan hanya terjadi saat mobil berjalan jauh. Padahal, beberapa komponen tetap mengalami degradasi meski kendaraan hanya terparkir di garasi. Contohnya aki yang tetap mengalami penurunan daya walau mesin jarang dinyalakan.
Selain itu, karet-karet seperti seal dan bushing bisa mengeras karena jarang terkena sirkulasi oli dan panas mesin. Ban juga bisa mengalami flat spot jika mobil terlalu lama diam di satu posisi. Jadi, tidak bergerak bukan berarti bebas risiko.
2. Fakta: oli mesin tetap menurun kualitasnya

Oli bukan hanya dipengaruhi jarak tempuh, tetapi juga waktu. Meski mobil jarang dipakai, oli tetap bisa teroksidasi dan menyerap uap air dari dalam mesin. Kondisi ini membuat kemampuan pelumasan menurun.
Kalau oli dibiarkan terlalu lama tanpa diganti, komponen internal mesin bisa mengalami gesekan berlebih saat pertama kali dinyalakan. Efeknya memang tidak langsung terasa, tetapi dalam jangka panjang bisa mempercepat keausan. Itulah kenapa servis berkala tetap penting walau kilometer rendah.
3. Mitos: servis rutin hanya buang-buang uang

Sebagian orang merasa rugi melakukan servis karena mobil jarang digunakan. Mereka menganggap biaya servis lebih mahal dibanding risiko kerusakan. Padahal, servis rutin justru bentuk pencegahan agar tidak keluar biaya besar di kemudian hari.
Servis berkala biasanya meliputi pengecekan sistem rem, cairan pendingin, hingga kondisi aki. Jika ada masalah kecil, bisa segera ditangani sebelum menjadi kerusakan serius. Dari sisi finansial, ini justru lebih hemat.
4. Fakta: sistem rem dan bahan bakar bisa bermasalah

Rem mobil yang jarang dipakai berpotensi berkarat di bagian cakram. Saat pertama digunakan, bisa muncul bunyi atau getaran yang mengganggu. Ini terjadi karena kelembapan menempel lebih lama pada permukaan logam.
Tangki bahan bakar juga bisa menimbulkan endapan jika bensin terlalu lama tidak terpakai. Endapan tersebut dapat memengaruhi performa mesin saat mobil kembali digunakan. Artinya, diam terlalu lama juga membawa konsekuensi teknis.
5. Fakta: jadwal servis mengikuti waktu dan jarak tempuh

Pabrikan biasanya memberikan dua acuan servis, yaitu berdasarkan kilometer dan periode waktu. Misalnya setiap 10.000 km atau 6 bulan, tergantung mana yang tercapai lebih dulu. Ini menunjukkan bahwa waktu sama pentingnya dengan jarak.
Walaupun mobil hanya digunakan sesekali, interval waktu tetap berjalan. Mengikuti jadwal ini membantu menjaga performa dan umur pakai kendaraan tetap optimal. Selain itu, riwayat servis yang rapi juga menjaga nilai jual kembali.
Mobil jarang dipakai bukan berarti bebas dari kewajiban servis rutin. Banyak komponen tetap mengalami perubahan meskipun kendaraan lebih sering terparkir. Justru dengan perawatan berkala, mobil akan selalu siap digunakan kapan pun dibutuhkan.
Jadi, daripada menunggu masalah muncul, lebih baik disiplin mengikuti jadwal servis sesuai anjuran pabrikan. Perawatan kecil hari ini bisa mencegah pengeluaran besar di masa depan.


















