Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Strategi BYD Rekrut Veteran Nissan Demi Kuasai Pasar K-Car Jepang

Strategi BYD Rekrut Veteran Nissan Demi Kuasai Pasar K-Car Jepang
BYD Sealion 7 (byd.com)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • BYD bersiap meluncurkan mobil listrik mungil Racco EV di Jepang musim panas ini, menargetkan segmen K-Car yang populer namun sangat ketat regulasinya.
  • Untuk memastikan kesesuaian produk dengan pasar lokal, BYD merekrut Hirohide Tagawa, insinyur veteran Nissan yang berpengalaman dalam pengembangan mobil kecil seperti Nissan Dayz dan Sakura.
  • Racco EV hadir dengan baterai 20 kWh, jarak tempuh 180 km, fitur L2+, serta strategi harga mulai 2,5 juta yen guna menantang dominasi Suzuki dan Nissan di segmen K-Car.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, dilaporkan sedang bersiap menerjunkan mobil listrik mungil terbarunya yang bernama Racco EV ke pasar Jepang pada musim panas tahun ini. Langkah ekspansi ini menjadi sorotan besar karena BYD mengincar segmen K-Car (Kei Car), sebuah kategori mobil mini yang sangat populer namun memiliki aturan dimensi serta perpajakan yang sangat ketat di Jepang.

Demi memuluskan ambisi besar tersebut, BYD tidak main-main dalam melakukan pengembangan produk lokal ini. Pabrikan Tiongkok tersebut secara khusus merekrut Hirohide Tagawa, seorang insinyur veteran legendaris yang mengabdi puluhan tahun di Nissan, untuk memimpin proyek pengerjaan BYD Racco EV agar sesuai dengan selera dan regulasi ketat di Negeri Sakura.

1. Rekam jejak mentereng sang visioner mobil mungil Nissan

Ilustrasi logo NISSAN (unsplash.com/John Cameron)
Ilustrasi logo NISSAN (unsplash.com/John Cameron)

Menurut laporan yang dihimpun dari laman carnewschina.com, Hirohide Tagawa bukanlah orang sembarangan di industri otomotif Jepang, karena ia tercatat telah bekerja selama 25 hingga 30 tahun di Nissan sejak era 1990-an. Di dalam internal Nissan, Tagawa bahkan dikenal luas sebagai salah satu "visioner mobil kecil" yang memegang peran sentral dalam perencanaan produk dan strategi pengembangan mobil kompak dari generasi ke generasi.

Sentuhan dingin Tagawa sebelumnya sukses melahirkan model-model ikonik domestik seperti Nissan Dayz dan Nissan Sakura, yang merupakan basis mobil listrik K-Car massal pertama milik Nissan yang diluncurkan pada tahun 2022. Berbekal pengalaman berharga dalam menaklukkan kategori kendaraan yang paling terbatas secara struktural ini, ia kemudian memutuskan bergabung dengan BYD Auto Japan untuk meramu strategi peluncuran Racco EV.

2. Spesifikasi teknis BYD Racco yang ramah area perkotaan padat

BYD Atto 3 (byd.arista-group.co.id)
BYD Atto 3 (byd.arista-group.co.id)

Berbeda dengan produk global BYD lainnya yang disesuaikan secara paksa, Racco EV dibangun murni dari awal untuk memenuhi regulasi fungsionalitas K-Car Jepang. Berdasarkan data yang dilansir, mobil listrik perkotaan yang kabarnya sudah mulai terdaftar di kota Tokyo ini mengusung desain berbodi tinggi (tall-body) lengkap dengan pintu geser (sliding door) belakang guna mempermudah akses keluar-masuk penumpang di jalanan yang sempit.

Untuk dapur pacunya sendiri, BYD Racco EV dibekali spesifikasi yang sangat mumpuni untuk mobilitas harian, antara lain:

  • Paket baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 20 kWh.
  • Jarak tempuh yang mencapai kisaran 180 kilometer berdasarkan pengujian WLTC.
  • Kemampuan pengisian daya cepat (DC fast charging) yang sanggup menerima daya hingga 100 kW.
  • Fitur keselamatan mutakhir berupa sistem asisten pengemudi L2+ sebagai standar bawaan.

3. Taktik harga agresif BYD di tengah kepungan merek domestik

potret tampak depan Geely EX5 (global.geely.com)
potret tampak depan Geely EX5 (global.geely.com)

Langkah BYD membawa Racco ke Jepang diprediksi akan memicu perang harga dan persaingan yang sangat sengit di segmen mobil listrik mini yang selama ini didominasi oleh merek lokal seperti Suzuki dan Nissan. Analisis industri memperkirakan bahwa BYD Racco akan dipasarkan dengan harga mulai dari 2,5 juta yen atau setara dengan Rp260 jutaan, sebuah angka yang dinilai sangat kompetitif karena berada tepat di dalam jalur harga utama pasar K-Car konvensional di Jepang.

Masuknya Racco ke Jepang juga menjadi strategi perluasan portofolio mobil kompak BYD di luar model Seagull yang dijual di pasar Tiongkok. Meskipun pasar domestik Tiongkok untuk mobil sekecil ini sedang mengalami dinamika penurunan, BYD optimistis bahwa kombinasi teknologi baterai mereka yang dipadukan dengan keahlian lokal dari mantan insinyur Nissan akan menjadi modal kuat untuk memenangkan hati konsumen di Jepang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More