Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ciri Sistem Rem ABS Motor Bermasalah, Jangan Abaikan!

Ciri Sistem Rem ABS Motor Bermasalah, Jangan Abaikan!
ilustrasi rem motor (freepik.com/arthur)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Sistem ABS motor berfungsi mencegah roda mengunci saat pengereman mendadak, menjaga kendali pengendara di jalan licin atau basah.
  • Lampu indikator ABS yang terus menyala menandakan adanya malafungsi pada sensor kecepatan roda atau ECU ABS, membuat sistem kembali seperti rem konvensional.
  • Tuas rem yang terasa terlalu keras atau empuk menunjukkan gangguan pada modulator hidrolik akibat cairan rem kotor atau udara masuk, sehingga perlu perawatan rutin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Sistem Anti-lock Braking System atau ABS pada sepeda motor merupakan fitur keselamatan aktif yang sangat krusial untuk mencegah roda mengunci saat terjadi pengereman mendadak. Modul elektronik dan sensor yang bekerja pada sistem ini memastikan pengendara tetap memiliki kendali penuh atas arah motor, bahkan ketika melintasi permukaan jalan yang licin atau basah.

Namun, layaknya komponen mekanis dan elektronik lainnya, sistem ABS tidak luput dari risiko kerusakan seiring berjalannya waktu dan pemakaian. Mengabaikan gejala awal kerusakan pada sistem pengereman pintar ini sama saja dengan memperbesar risiko kecelakaan fatal akibat hilangnya stabilitas motor saat tuas rem diperas secara mendadak.

Berikut adalah tanda-tanda peringatan yang wajib dicermati untuk mendeteksi gangguan atau kerusakan pada sistem rem ABS motor.

1. Lampu indikator ABS tetap menyala saat motor melaju

potret speedometer Kawasaki Ninja ZX-25R (kawasaki-motor.co.id)
potret speedometer Kawasaki Ninja ZX-25R (kawasaki-motor.co.id)

Tanda paling jelas dan mudah dikenali dari malafungsi sistem ABS adalah melalui lampu indikator khusus yang terdapat pada panel instrumen atau speedometer motor. Dalam kondisi normal, lampu indikator ABS akan menyala saat kunci kontak diputar ke posisi On dan akan langsung mati secara otomatis begitu sepeda motor melaju di atas kecepatan 10 kilometer per jam.

Jika lampu indikator tersebut terus menyala, berkedip tanpa henti selama perjalanan, atau tiba-tiba aktif di tengah jalan, hal itu merupakan sinyal mutlak bahwa otak elektronik ABS (ECU ABS) mendeteksi adanya malafungsi. Kerusakan ini umumnya dipicu oleh sensor kecepatan roda (speed sensor) yang kotor akibat debu jalanan, kabel sensor yang putus, atau jarak antara sensor dan cakram pembaca (pulsar ring) yang sudah tidak presisi. Ketika lampu ini menyala, sistem ABS biasanya akan dinonaktifkan secara otomatis oleh komputer motor, sehingga sistem pengereman kembali menjadi rem konvensional biasa.

2. Hilangnya sensasi denyutan khas pada tuas atau pedal rem

ilustrasi rem motor (pexels.com/Ekaterina Belinskaya)
ilustrasi rem motor (pexels.com/Ekaterina Belinskaya)

Pada sistem ABS yang berfungsi normal, pengendara akan merasakan sensasi getaran atau denyutan yang kuat pada tuas rem tangan atau pedal rem kaki ketika melakukan pengereman darurat yang keras. Denyutan mekanis ini merupakan efek langsung dari kerja hidrolik modulator yang sedang menjepit dan melepas kaliper rem puluhan kali dalam hitungan detik untuk mencegah ban slip.

Sebaliknya, jika motor terpaksa direm mendadak namun tuas rem terasa datar tanpa ada denyutan sama sekali disertai dengan gejala roda belakang atau depan yang langsung mengunci (slip), maka sistem ABS dipastikan telah lumpuh total. Kondisi ini sangat berbahaya karena pengendara yang sudah terbiasa mengandalkan ABS bisa kehilangan keseimbangan secara instan akibat ban yang tiba-tiba terseret di atas aspal tanpa ada koreksi otomatis dari sistem hidrolik.

3. Tuas rem terasa keras atau terlalu empuk secara tidak wajar

Ilustrasi rem motor (wahanahonda.com)
Ilustrasi rem motor (wahanahonda.com)

Ciri lain dari rem ABS yang bermasalah dapat dirasakan melalui perubahan intrusif pada tekanan mekanis tuas rem saat ditekan dalam kondisi berkendara normal. Masalah ini biasanya berpusat pada komponen hydraulic unit atau tersumbatnya katup-katup kecil di dalam modulator ABS akibat cairan rem yang sudah terlalu tua dan kotor.

Ketika katup modulator tersumbat oleh endapan lumpur minyak rem, aliran tekanan fluida ke kaliper akan terganggu, menyebabkan tuas rem terasa sangat keras saat ditekan seolah-olah terkunci, sehingga daya pengereman menurun drastis. Pada kasus lain, masuknya gelembung udara ke dalam sistem hidrolik ABS juga bisa membuat tuas rem terasa terlalu empuk atau "gembos" saat diperas, yang berujung pada hilangnya traksi pengereman secara mendadak. Pemeliharaan berkala berupa pengurasan minyak rem secara rutin adalah langkah preventif paling mutlak untuk mencegah kerusakan mahal pada komponen modulator ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More