Mobil hybrid dan bensin memiliki komponen pajak serupa. Tergantung harga dan nilai jualnya, pajak mobil hybrid dan bensin juga bisa berbeda. Karena itu, pajak mobil hybrid tak selalu lebih murah dari mobil bensin dan juga sebaliknya. Biaya pajak tetap ditentukan oleh berbagai komponen yang ada.
Meski begitu, mobil hybrid masuk termasuk Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) atau kendaraan beremisi rendah. Untuk mendorong penggunaan LCEV, pemerintah Indonesia turut memberikan intensif pada pembayaran pajak mobil hybrid. Salah satu contohnya, tarif PKB yang lebih rendah 1-2 persen dari mobil bensin. BBN KB mobil hybrid juga bisa lebih mendapat diskon hingga 75 persen tergantung daerah. Selain itu, ada juga diskon PPnBM sebesar 3 persen, membuat harga mobil hybrid lebih murah dan secara tak langsung juga berpengaruh ke biaya pajak.
Untuk membandingkan pajak mobil hybrid dan bensin kamu harus melakukannya dengan adil. Artinya, bandingkan pajak dengan mobil yang punya spesifikasi dan harga serupa. Jika mengacu pada hal tersebut, pajak mobil hybrid sangat mungkin lebih murah dari mobil bensin. Sementara itu, mobil hybrid dengan spesifikasi dan harga lebih tinggi kemungkinan pajaknya lebih mahal.