Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perang Iran-AS Bikin Harga BBM Tak Stabil, Saatnya Beralih ke EV?

Perang Iran-AS Bikin Harga BBM Tak Stabil, Saatnya Beralih ke EV?
ilustrasi isi bensin (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Ketegangan Iran-AS berpotensi memicu volatilitas minyak dunia, meski harga BBM Indonesia juga dipengaruhi rupiah, kebijakan pemerintah, jenis bahan bakar, dan mekanisme penetapan harga.
  • EV menawarkan biaya energi yang lebih mudah diprediksi bagi pengguna yang mengisi daya di rumah, tetapi biaya listrik, depresiasi, perawatan, dan kondisi baterai tetap perlu diperhitungkan.
  • Peralihan ke EV perlu mempertimbangkan harga kendaraan, infrastruktur pengisian, akses listrik, kebutuhan perjalanan, dan jarak tempuh; listrik pengisian juga dapat berasal dari bahan bakar fosil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Konflik Iran dan Amerika Serikat kembali menjadi perhatian dunia karena dampaknya bisa merembet ke pasar energi. Ketegangan di kawasan Timur Tengah berpotensi membuat harga minyak mentah bergerak lebih sulit diprediksi.

Bagi pengguna mobil, perubahan harga minyak pada akhirnya dapat terasa di biaya operasional harian. Kondisi ini juga memunculkan pertanyaan, apakah kendaraan listrik atau EV mulai layak dilirik sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM?

  1. 1. Harga minyak sensitif terhadap konflik

    ilustrasi kilang minyak, perusahaan energi
    ilustrasi kilang minyak, perusahaan energi (pexels.com/Jan-Rune Smenes Reite)

    Timur Tengah memiliki peran penting dalam perdagangan minyak dunia. Ketika konflik meningkat, pasar biasanya merespons dengan memperhitungkan kemungkinan gangguan produksi maupun distribusi minyak. Kekhawatiran tersebut dapat mendorong harga minyak mentah bergerak lebih volatil.

    Dampaknya tidak selalu langsung terasa pada harga BBM di Indonesia karena masih ada faktor lain, seperti nilai tukar rupiah, kebijakan pemerintah, jenis BBM, serta mekanisme penetapan harga. Namun, kenaikan harga minyak dunia tetap dapat meningkatkan tekanan terhadap biaya bahan bakar jika berlangsung dalam waktu lama.

  2. 2. EV menawarkan biaya energi yang lebih mudah diprediksi

    ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Hyundai Motor Group)
    ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Hyundai Motor Group)

    Mobil listrik memiliki karakter berbeda karena energi penggeraknya berasal dari listrik, bukan bahan bakar minyak. Bagi pemilik yang dapat mengisi daya di rumah, biaya perjalanan bisa lebih mudah dihitung berdasarkan tarif listrik dan konsumsi energi kendaraan.

    Keuntungan ini semakin menarik ketika harga BBM mengalami ketidakpastian. Pengguna EV tidak perlu terlalu khawatir terhadap perubahan harga bensin setiap kali melakukan perjalanan. Meski begitu, biaya listrik juga dapat berubah dan harga sebuah EV tetap perlu memperhitungkan depresiasi, perawatan, serta kondisi baterai.

  3. 3. EV belum otomatis jadi pilihan terbaik

    ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Hyundai Motor Group)
    ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Hyundai Motor Group)

    Konflik geopolitik memang bisa menjadi salah satu alasan mempertimbangkan EV, tetapi bukan berarti semua orang harus langsung beralih. Infrastruktur pengisian daya, harga kendaraan, akses listrik di rumah, kebutuhan perjalanan, dan jarak tempuh tetap perlu diperhatikan sebelum membeli.

    Selain itu, mobil listrik juga tidak sepenuhnya terlepas dari energi fosil. Listrik yang digunakan untuk mengisi baterai dapat berasal dari berbagai sumber pembangkit, termasuk pembangkit yang menggunakan batu bara atau bahan bakar fosil. Karena itu, manfaat EV perlu dilihat secara lebih menyeluruh.

    Pada akhirnya, ketidakstabilan harga minyak dapat menjadi momentum untuk mempertimbangkan alternatif energi dalam transportasi. EV menawarkan salah satu pilihan menarik karena tidak bergantung langsung pada BBM. Namun, keputusan berpindah kendaraan sebaiknya tetap didasarkan pada kebutuhan, biaya kepemilikan, dan ketersediaan infrastruktur, bukan semata-mata karena harga bensin sedang bergejolak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More