Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BYD Pesan 10 Kapal Baru, Kapasitas Ekspor Mobil Makin Besar

BYD Pesan 10 Kapal Baru, Kapasitas Ekspor Mobil Makin Besar
Kapasitas pabrik BYD sebulan hampir 10 ribu unit (Dok. BYD)
  • BYD dilaporkan memesan 10 kapal pengangkut kendaraan berkapasitas sekitar 9.200 CEU per unit, sehingga total armadanya berpotensi menjadi 18 kapal dengan kapasitas gabungan lebih dari 130.000 CEU.
  • Kapal baru jenis PCTC dengan sistem RoRo akan dibangun China Merchants Industry dan dikirim bertahap pada 2027-2029; tambahan armada diperkirakan mengurangi ketergantungan BYD pada operator logistik eksternal.
  • Ekspor BYD dari China mencapai 1,127 juta unit selama Januari-Agustus 2026, naik 88 persen tahunan, ketika penjualan domestiknya pada Agustus dilaporkan turun 35 persen secara tahunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

BYD dilaporkan kembali memperkuat bisnis logistiknya dengan memesan 10 kapal pengangkut kendaraan tambahan. Langkah ini menunjukkan ambisi produsen mobil asal China tersebut untuk memperluas distribusi kendaraan ke berbagai pasar dunia.

Menurut laporan yang dikutip CarNewsChina.com, tambahan kapal itu akan meningkatkan kapasitas pengiriman BYD secara signifikan. Armada baru tersebut juga diperkirakan membantu perusahaan mengurangi ketergantungan pada operator logistik eksternal.

  1. 1. Armada BYD bakal bertambah menjadi 18 kapal

    ilustrasi logo BYD
    ilustrasi logo BYD (unsplash.com/P. L.)

    Publikasi maritim New Ships dan platform pelayaran Robin Assafina melaporkan bahwa BYD memesan 10 kapal pengangkut mobil baru. Masing-masing kapal memiliki kapasitas sekitar 9.200 car equivalent units atau CEU, yakni satuan yang digunakan untuk menghitung daya angkut kendaraan dengan ukuran berbeda.

    Jika pesanan tersebut terealisasi, BYD akan memiliki total 18 kapal dengan kapasitas gabungan lebih dari 130.000 CEU. Tambahan 10 kapal itu sendiri menyumbang sekitar 92.000 CEU. Meski demikian, angka tersebut menunjukkan kapasitas angkut armada, bukan jumlah pasti mobil yang dapat dikirim dalam satu tahun.

    Pembangunan kapal akan dilakukan oleh China Merchants Industry melalui galangan Jinling dan Haimen. Berdasarkan laporan yang beredar, proses pengiriman kapal dijadwalkan berlangsung secara bertahap pada 2027 hingga 2029. Belum ada informasi mengenai nilai kontrak maupun pengumuman resmi dari BYD dan perusahaan pembuat kapal.

  2. 2. Kapal dirancang untuk mengangkut mobil langsung

    ilustrasi BYD ATTO 1
    ilustrasi BYD ATTO 1 (byd.com)

    Kapal yang digunakan BYD termasuk jenis pure car and truck carrier atau PCTC. Kapal ini dirancang khusus untuk membawa kendaraan beroda, sehingga mobil dapat dinaikkan dan diturunkan dengan cara berjalan melalui jalur khusus tanpa menggunakan kontainer.

    Seluruh kapal tersebut menggunakan sistem RoRo atau roll-on/roll-off. Armada BYD yang sudah beroperasi memiliki kapasitas sekitar 7.200 hingga 9.000 mobil, tergantung jenis kapalnya. BYD menyelesaikan armada awal yang terdiri atas delapan kapal pada September 2025, ketika BYD Jinan mulai beroperasi.

    Menurut estimasi CarNewsChina.com, delapan kapal pertama memiliki kemampuan untuk mengirim sekitar satu juta mobil per tahun. Dengan tambahan 10 kapal baru, kapasitas ekspor BYD diperkirakan dapat meningkat hingga sekitar 2,5 juta mobil per tahun. Angka tersebut masih berupa estimasi berdasarkan kapasitas armada, bukan target resmi perusahaan.

  3. 3. Ekspor meningkat ketika penjualan domestik melemah

    Pelabuhan dengan kapal kargo yang berlabuh
    Ilustrasi pelabuhan yang menjadi gerbang ekspor-impor baru di Cilacap (unsplash.com/Haris Illahi)

    Armada pelayaran BYD tidak hanya digunakan untuk mengirim kendaraan dari China. Pada September 2025, kapal BYD Zhengzhou mengangkut mobil setir kanan dari pabrik BYD di Thailand menuju Inggris. Produksi dari Thailand menjadi penting karena kendaraan tersebut tidak terkena bea masuk tambahan yang diberlakukan Uni Eropa terhadap mobil listrik buatan China.

    Data China Passenger Car Association menunjukkan BYD mengekspor sekitar 184.000 mobil penumpang dari China pada Agustus 2026. Angka tersebut naik 131 persen secara tahunan dan meningkat 6 persen dibandingkan Juli. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, ekspor BYD mencapai 1,127 juta unit, naik 88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Peningkatan ekspor tersebut terjadi ketika pasar domestik China menghadapi persaingan yang sangat ketat. Penjualan merek BYD di dalam negeri pada Agustus 2026 dilaporkan turun 35 persen secara tahunan. Kondisi ini membuat ekspansi global menjadi strategi penting untuk menjaga pertumbuhan sekaligus mencari pasar dengan potensi keuntungan yang lebih besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More