Li Auto Masuk Eropa, Bakal Debut di Paris Oktober 2026

- Li Auto akan memperkenalkan SUV listrik Li 6 di Paris Motor Show Oktober 2026, dengan penjualan internasional dijadwalkan mulai kuartal keempat tahun itu.
- Li 6 berbasis i6 yang diluncurkan di China, memiliki opsi penggerak roda belakang atau seluruh roda; varian baterai 87,3 kWh diklaim berjarak tempuh sekitar 583 km WLTP.
- Ekspansi Eropa dilakukan saat pengiriman Agustus 2026 naik 32,1 persen menjadi 37.679 unit, meski total delapan bulan masih turun 0,6 persen secara tahunan.
Produsen mobil China kembali memperluas pasar ke Eropa. Kali ini, giliran Li Auto yang bersiap memperkenalkan kendaraan listrik pertamanya di benua tersebut melalui ajang Paris Motor Show pada Oktober 2026.
Model yang akan menjadi pembuka ekspansi adalah SUV listrik berbasis baterai Li i6. Untuk pasar internasional, kendaraan tersebut akan menggunakan nama Li 6 dan dijadwalkan mulai dijual pada kuartal keempat 2026.
1. Li 6 menjadi pembuka ekspansi ke Eropa

Mobil Li Auto (liauto.com) Li Auto mengumumkan rencana debut Li 6 pada 10 September 2026. Dalam pameran Paris Motor Show, perusahaan juga akan mengungkap jajaran produk global sekaligus strategi bisnisnya di Eropa. Namun, Li Auto belum menjelaskan negara pertama yang akan menerima mobil tersebut, harga jual, maupun jaringan penjualannya.
Mengutip laporan CarNewsChina.com, Li Auto disebut sedang mencari mitra dealer di Jerman, Belanda, dan sejumlah negara Uni Eropa lainnya. Sementara itu, Autocar melaporkan bahwa Inggris menjadi salah satu pasar yang dipertimbangkan karena tidak mengenakan tarif tambahan seperti yang berlaku bagi sejumlah mobil listrik buatan China di Uni Eropa.
Li Auto juga menjadikan ajang Solheim Cup 2026 di Belanda sebagai bagian dari langkah awal ekspansi. Pada 10 September, perusahaan menyediakan 20 unit i6 untuk mengangkut pemain dan tamu VIP. Li Auto turut memamerkan MPV listrik Mega dalam kegiatan tersebut.
2. Spesifikasi Li i6 yang dibawa ke pasar global

Mobil Li Auto (liauto.com) Li i6 pertama kali diluncurkan di China pada September 2025. SUV ini memiliki panjang 4.950 milimeter dan tersedia dalam pilihan penggerak roda belakang serta penggerak seluruh roda. Versi penggerak roda belakang di China menggunakan baterai berkapasitas 87,3 kWh.
Berdasarkan siklus pengujian CLTC, varian tersebut diklaim mampu menempuh jarak hingga 720 kilometer. Jika menggunakan standar WLTP, jarak tempuhnya berada di angka sekitar 583 kilometer. Perbedaan angka tersebut terjadi karena metode pengujian CLTC cenderung menghasilkan estimasi jarak yang lebih tinggi.
Untuk pasar Eropa, Li Auto berencana menjual kendaraan listrik berbasis baterai seperti i6 dan i8. Sementara itu, SUV dengan teknologi extended-range electric vehicle atau EREV dari lini L-series akan difokuskan ke kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah. Lini tersebut mencakup L6, L7, L8, dan L9.
3. Ekspansi dilakukan ketika penjualan mulai pulih

Mobil Li Auto (liauto.com) Rencana masuk Eropa hadir ketika kinerja pengiriman Li Auto mulai menunjukkan perbaikan. Pada Agustus 2026, perusahaan mengirimkan 37.679 kendaraan, meningkat 32,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hasil itu sekaligus mengakhiri penurunan penjualan tahunan selama tiga bulan berturut-turut.
Meski demikian, total pengiriman sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 261.619 unit atau masih turun 0,6 persen secara tahunan. Model i6 menjadi produk terlaris Li Auto dengan penjualan 152.842 unit di China selama delapan bulan pertama 2026. Angka tersebut menyumbang sekitar 59 persen dari penjualan domestik perusahaan.
Li Auto didirikan oleh Li Xiang pada 2015. Perusahaan ini awalnya berfokus pada SUV EREV sebelum menambah model listrik berbasis baterai. Setelah Li Auto, produsen China lain seperti Xiaomi juga menyiapkan ekspansi ke Eropa, termasuk Jerman, dengan rencana penjualan mulai 2027.




















