Membeli mobil bekas memang penuh tantangan. Bodi mulus, interior bersih, dan mesin terdengar halus saat test drive belum tentu menjamin kondisinya benar-benar sehat. Karena itu, banyak calon pembeli menggunakan jasa inspektor independen untuk memeriksa kendaraan sebelum transaksi.
Namun, bagaimana jika mobil yang sudah diperiksa inspektor ternyata tetap bermasalah setelah dibeli? Mesin mendadak pincang, transmisi bermasalah, atau bekas tabrakan yang tidak terdeteksi baru diketahui belakangan. Situasi ini bisa memicu pertanyaan: siapa yang harus bertanggung jawab, penjual, inspektor, atau pembeli sendiri?
