Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tips Aman Berkendara di Tengah Aksi Unjuk Rasa

ilustrasi unjuk rasa (pexels.com/Kelly)
ilustrasi unjuk rasa (pexels.com/Kelly)

Aksi unjuk rasa sering terjadi di berbagai kota besar, terutama di area pusat pemerintahan atau kawasan strategis. Bagi pengendara, kondisi ini bisa menjadi tantangan karena jalanan biasanya padat, akses dialihkan, bahkan kadang situasi berubah cepat. Jika tidak waspada, berkendara di sekitar lokasi demo bisa memicu risiko mulai dari kendaraan terjebak, kerusakan, hingga ancaman keselamatan diri.

Oleh karena itu, penting bagi setiap pengendara untuk memahami cara menghadapi kondisi seperti ini. Dengan persiapan yang tepat dan sikap tenang, kamu tetap bisa melanjutkan perjalanan tanpa harus terjebak dalam situasi berbahaya. Berikut beberapa tips aman berkendara di tengah aksi unjuk rasa.

1. Cari informasi dan rencanakan rute alternatif

ilustrasi navigasi dan gps (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)
ilustrasi navigasi dan gps (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Sebelum berangkat, biasakan untuk mencari tahu informasi tentang lokasi dan waktu berlangsungnya aksi unjuk rasa. Saat ini, informasi bisa dengan mudah didapat dari media sosial, aplikasi navigasi, hingga berita lokal. Dengan mengetahui area yang terdampak, kamu bisa menyiapkan rute alternatif agar tidak terjebak di lokasi pusat keramaian.

Gunakan aplikasi peta digital seperti Google Maps atau Waze untuk melihat kondisi lalu lintas secara real-time. Jika terlihat ada jalan yang ditutup, segera pilih jalur lain meskipun lebih jauh. Menghindari lokasi unjuk rasa adalah langkah pertama dan paling efektif untuk menjaga perjalanan tetap aman.

2. Berkendara dengan tenang dan hindari konfrontasi

ilustrasi boncengan naik motor (unsplash.com/Astro Dolf)
ilustrasi boncengan naik motor (unsplash.com/Astro Dolf)

Jika tanpa sengaja memasuki area unjuk rasa, kunci utamanya adalah tetap tenang. Kurangi kecepatan, nyalakan lampu hazard jika perlu, dan jaga jarak aman dengan kendaraan lain maupun massa yang ada di sekitar. Jangan membunyikan klakson berlebihan karena bisa dianggap sebagai provokasi.

Hindari konfrontasi dengan peserta aksi. Jika diminta berhenti oleh petugas keamanan atau diarahkan ke jalur tertentu, ikuti instruksi dengan sopan. Ingat bahwa keselamatan lebih penting daripada terburu-buru sampai ke tujuan. Sikap tenang dan kooperatif akan membantu mengurangi risiko terjebak dalam situasi yang lebih rumit.

3. Prioritaskan keselamatan diri dan kendaraan

ilustrasi macet (pexels.com/Anastasiia Chaikovska)
ilustrasi macet (pexels.com/Anastasiia Chaikovska)

Saat berada dekat dengan kerumunan, kalau kamu naik mobil usahakan menjaga pintu kendaraan tetap terkunci dan jendela tertutup rapat. Hal ini untuk mencegah potensi risiko yang tidak diinginkan. Simpan barang-barang berharga agar tidak terlihat dari luar, karena kondisi ramai sering dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab.

Jika situasi di sekitar mulai tidak terkendali, cari jalan keluar terdekat atau tempat aman seperti SPBU, minimarket, atau area parkir yang dijaga. Jangan memaksakan diri untuk menerobos kerumunan karena justru bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Dalam kondisi darurat, segera hubungi pihak berwenang atau layanan darurat untuk meminta bantuan.

So, berkendara di tengah aksi unjuk rasa memang penuh risiko, tetapi dengan persiapan dan kewaspadaan, kamu bisa tetap aman. Mulailah dengan mencari informasi dan menyiapkan rute alternatif, lalu bersikap tenang serta kooperatif jika tanpa sengaja masuk ke area massa. Jangan lupa untuk selalu mengutamakan keselamatan diri dan menjaga kondisi kendaraan tetap aman.

Dengan langkah-langkah sederhana ini, perjalananmu tetap bisa berlangsung lancar meski kota sedang dilanda gelombang aksi unjuk rasa. Ingat, keselamatan adalah prioritas utama di jalan, apa pun situasinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us