Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tips Melewati Tanjakan Curam Berbelok: Ambil Sisi Terluar Jalan?
ilustrasi mobil di tikungan basah (pexels.com/Grégory Costa)
  • Pengemudi tidak boleh sembarangan mengambil sisi terluar tikungan karena dapat memasuki lajur lawan, terutama pada jalan dua arah dengan pandangan tertutup tanjakan.
  • Kecepatan perlu dikurangi sebelum tikungan, sambil menjaga momentum tanjakan melalui pemilihan gigi yang sesuai agar tenaga mesin tetap cukup.
  • Tikungan menanjak membatasi jarak pandang; tetap di lajur sendiri, jangan memotong tikungan, gunakan klakson seperlunya, dan sesuaikan pencahayaan saat malam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau mobil naik jalan curam yang belok, jangan pindah ke sisi jalan paling luar. Itu bisa jadi jalan mobil dari arah lain. Sopir harus pelan sebelum belok, pakai gigi yang pas, dan tetap di jalurnya. Kalau tidak bisa lihat jauh, hati-hati ada mobil datang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tanjakan yang disertai tikungan menjadi salah satu kondisi jalan yang membutuhkan perhatian ekstra. Selain harus menjaga tenaga mobil, pengemudi juga perlu memperhitungkan arah tikungan dan keberadaan kendaraan dari arah berlawanan.

Ada anggapan mengambil jalur sisi terluar tikungan dapat membantu mobil melewati tanjakan dengan lebih mudah. Namun, cara tersebut tidak selalu aman karena posisi kendaraan harus tetap mengikuti lajur dan memperhatikan kondisi lalu lintas.

1. Jangan asal mengambil sisi terluar jalan

ilustrasi mobil di tikungan (pexels.com/duc tinh ngo)

Pada tikungan, jalur yang lebih lebar memang dapat memberikan radius belok yang lebih besar. Secara teori, radius yang lebih besar membuat perubahan arah kendaraan menjadi lebih landai. Namun, kondisi tersebut tidak berarti pengemudi boleh keluar dari lajurnya untuk mengambil bagian jalan paling luar.

Jika jalan memiliki dua arah tanpa pembatas, sisi luar tikungan bisa saja merupakan bagian dari lajur kendaraan dari arah berlawanan. Mengambil jalur tersebut ketika pandangan terhalang tanjakan dapat meningkatkan risiko bertemu kendaraan secara tiba-tiba. Karena itu, tetap posisikan mobil di lajur sendiri dan ikuti marka jalan yang tersedia.

2. Kurangi kecepatan sebelum memasuki tikungan

ilustrasi mobil lewat tanjakan (pexels.com/Nuray)

Kecepatan sebaiknya dikurangi sebelum mobil memasuki tikungan, bukan ketika sudah berada di tengah tikungan. Cara ini memberikan lebih banyak waktu untuk membaca kondisi jalan dan mengantisipasi kendaraan lain yang muncul dari arah berlawanan.

Pada tanjakan, jangan membiarkan kecepatan turun terlalu drastis karena mobil membutuhkan momentum untuk terus bergerak. Gunakan gigi yang sesuai agar mesin memiliki tenaga yang cukup. Untuk mobil manual, pemilihan gigi rendah dapat membantu menjaga putaran mesin ketika menghadapi tanjakan.

3. Waspadai mobil dari arah berlawanan

ilustrasi tanjakan (pexels.com/Harvey Tan Villarino)

Tikungan menanjak memiliki risiko tambahan karena jarak pandang biasanya lebih terbatas. Kendaraan dari arah berlawanan bisa baru terlihat ketika sudah mendekati titik tikungan. Kondisi ini menjadi semakin berbahaya jika salah satu kendaraan mengambil jalur terlalu dekat dengan garis tengah atau masuk ke lajur lawan.

Karena itu, jangan memotong tikungan meskipun jalan terlihat kosong. Bunyi klakson seperlunya dapat digunakan untuk memberi tanda ketika mendekati tikungan dengan pandangan yang sangat terbatas. Pada malam hari, gunakan pencahayaan yang sesuai dan jangan mengandalkan lampu jauh ketika ada kendaraan dari arah berlawanan.

Intinya, mengambil sisi terluar tikungan bukanlah teknik yang bisa diterapkan sembarangan. Ruang jalan memang dapat memengaruhi radius belok, tetapi keselamatan dan posisi di dalam lajur tetap menjadi prioritas.

Saat melewati tanjakan berbelok, kurangi kecepatan sebelum tikungan, gunakan gigi yang sesuai, pertahankan posisi di lajur sendiri, dan selalu bersiap menghadapi kendaraan dari arah berlawanan. Jika marka jalan melarang melintas atau pandangan terhalang, jangan mengambil jalur lawan hanya demi mendapatkan lintasan yang lebih lebar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article