ilustrasi tanjakan (pexels.com/Harvey Tan Villarino)
Tikungan menanjak memiliki risiko tambahan karena jarak pandang biasanya lebih terbatas. Kendaraan dari arah berlawanan bisa baru terlihat ketika sudah mendekati titik tikungan. Kondisi ini menjadi semakin berbahaya jika salah satu kendaraan mengambil jalur terlalu dekat dengan garis tengah atau masuk ke lajur lawan.
Karena itu, jangan memotong tikungan meskipun jalan terlihat kosong. Bunyi klakson seperlunya dapat digunakan untuk memberi tanda ketika mendekati tikungan dengan pandangan yang sangat terbatas. Pada malam hari, gunakan pencahayaan yang sesuai dan jangan mengandalkan lampu jauh ketika ada kendaraan dari arah berlawanan.
Intinya, mengambil sisi terluar tikungan bukanlah teknik yang bisa diterapkan sembarangan. Ruang jalan memang dapat memengaruhi radius belok, tetapi keselamatan dan posisi di dalam lajur tetap menjadi prioritas.
Saat melewati tanjakan berbelok, kurangi kecepatan sebelum tikungan, gunakan gigi yang sesuai, pertahankan posisi di lajur sendiri, dan selalu bersiap menghadapi kendaraan dari arah berlawanan. Jika marka jalan melarang melintas atau pandangan terhalang, jangan mengambil jalur lawan hanya demi mendapatkan lintasan yang lebih lebar.