Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tak Sampai Setahun, Veloz Hybrid Catat Pesanan Lebih dari 20.000 Unit

3 min read
Tak Sampai Setahun, Veloz Hybrid Catat Pesanan Lebih dari 20.000 Unit
Konsumsi BBM yang didapatkan IDN Times tembus 24,5 kilometer per liter (Dok. TAM)
  • Toyota Veloz Hybrid EV mencatat lebih dari 20.000 pesanan dari awal hingga September 2026, dengan penjualan tetap di atas 2.000 unit per bulan.
  • Penjualan kendaraan hybrid Toyota tumbuh lebih dari 80 persen dibanding periode sebelumnya; kendaraan elektrifikasi kini menyumbang sekitar 21 persen penjualan Toyota.
  • Penerimaan Veloz Hybrid EV menjadi bahan studi Toyota untuk menghadirkan produk elektrifikasi yang sesuai kebutuhan pasar Indonesia, meski model baru belum diumumkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Toyota Veloz Hybrid EV mencatat penerimaan yang cukup kuat di pasar Indonesia sejak diperkenalkan. PT Toyota-Astra Motor (TAM) mencatat total pemesanan Veloz Hybrid EV telah mencapai lebih dari 20.000 unit sejak awal 2026 hingga September 2026.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengatakan performa tersebut menunjukkan tingginya minat konsumen terhadap teknologi hybrid, khususnya pada model yang menawarkan pilihan elektrifikasi dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain mencatat pemesanan kumulatif lebih dari 20.000 unit, penjualan Veloz Hybrid EV saat ini juga disebut masih berada di atas 2.000 unit per bulan.

  1. 1. Pesanan Veloz Hybrid tembus 20.000 unit

    Mobil keluarga sebagai salah satu pilihan menarik untuk kebutuhan perjalanan bersama keluarga sehari-hari.
    Jadi salah satu pilihan mobil keluarga yang menarik (Dok. TAM)

    Sejak awal 2026 hingga September 2026, total pemesanan Veloz Hybrid EV telah mencapai lebih dari 20.000 unit. Angka tersebut menjadi salah satu indikator penerimaan konsumen terhadap model hybrid Toyota di Indonesia.

    Bansar mengatakan Veloz Hybrid EV saat ini masih mencatat penjualan di atas 2.000 unit setiap bulan. Performa tersebut turut memperkuat posisi kendaraan hybrid dalam portofolio elektrifikasi Toyota.

    “Untuk saat ini memang kalau dilihat penjualan Veloz kita masih tetap di atas 2.000 sebulan,” ujar Bansar di Yogyakarta, Senin (14/9/2026).

    Penerimaan terhadap Veloz Hybrid EV juga menjadi salah satu bahan evaluasi Toyota untuk pengembangan kendaraan elektrifikasi berikutnya.

  2. 2. Pertumbuhan hybrid Toyota capai lebih dari 80 persen

    A1B6C244-BCB8-4950-A52C-7A9E27C123EC-8400-000002B215690E82.jpeg
    Impresi First Drive Veloz Hybrid (IDN Times/Fadhliansyah)

    Kinerja Veloz Hybrid EV turut berkontribusi terhadap pertumbuhan penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota. Bansar menyebut penjualan kendaraan hybrid Toyota meningkat lebih dari 80 persen dibandingkan periode sebelumnya.

    Secara keseluruhan, kendaraan elektrifikasi saat ini menyumbang sekitar 21 persen dari penjualan Toyota. Mayoritas kontribusi tersebut masih berasal dari kendaraan hybrid, sementara kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV memiliki porsi yang lebih terbatas.

    “Memang kalau dilihat, elektrifikasi kita secara komposisi masih 21 persen. Kalau masih 21 persen berarti kan masih ada 79 persen yang ICE,” kata Bansar.

    Meski porsinya belum menjadi mayoritas, Bansar menilai kontribusi 21 persen tersebut tetap menunjukkan perkembangan karena pertumbuhannya telah mencapai lebih dari 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    “Namun 21 persen itu bukan berarti angka yang kecil, karena peningkatan dibandingkan tahun lalu sudah lebih dari 80 persen,” ujarnya.

  3. 3. Veloz Hybrid jadi bahan study Toyota

    IMG_9551.jpeg
    Ruang mesin Toyota Veloz Hybrid (IDN Times/Fadhliansyah)

    Toyota menyebut Veloz Hybrid EV sebagai salah satu model hybrid yang dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi yang lebih terjangkau.

    Bansar mengatakan penerimaan terhadap model tersebut menjadi salah satu bahan studi Toyota untuk menghadirkan lebih banyak kendaraan dengan teknologi elektrifikasi di Indonesia.

    “Padahal Hybrid juga mobil mahal, tapi kita coba meluncurkan Hybrid yang affordable yaitu Veloz Hybrid EV dan terima kasih juga bahwa penerimanya cukup besar,” tuturnya.

    Menurut Bansar, Toyota akan terus melakukan studi untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. Namun, perusahaan belum mengungkapkan model elektrifikasi baru yang akan diluncurkan berikutnya.

    “Pastinya kita akan terus study bagaimana meluncurkan produk yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia,” kata Bansar.

    Pertumbuhan tersebut juga berlangsung ketika mesin pembakaran internal atau ICE masih mendominasi pasar otomotif Indonesia.

    Toyota melihat teknologi hybrid dapat menjadi salah satu pilihan bagi konsumen yang menginginkan efisiensi bahan bakar tanpa harus langsung beralih ke kendaraan listrik berbasis baterai.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More