ilustrasi bengkel mobil (unsplash.com/Mehmet Talha Onuk)
Jika mobil masih terasa normal dan jadwal perawatan sudah tiba, servis berkala menjadi prioritas. Pemilik kendaraan sebaiknya mengikuti interval waktu atau jarak tempuh yang ditetapkan pabrikan, mana yang tercapai lebih dahulu. Jangan menunggu mesin terasa kasar atau konsumsi bahan bakar meningkat untuk mulai melakukan perawatan rutin.
Sementara itu, pemeriksaan yang biasa disebut tune up dapat dipertimbangkan ketika muncul gejala seperti mesin pincang, langsam tidak stabil, akselerasi menurun, atau konsumsi bahan bakar meningkat. Gejala tersebut tidak otomatis berarti mesin membutuhkan tune up karena penyebabnya bisa berasal dari sensor, sistem bahan bakar, pengapian, hingga masalah mekanis. Diagnosis terlebih dahulu akan membantu menentukan tindakan yang tepat.
Kesimpulannya, tune up dan servis berkala bukan dua pilihan yang selalu harus dipertentangkan. Servis berkala merupakan bagian penting dari perawatan rutin, sedangkan pekerjaan tune up menyesuaikan kebutuhan mesin dan hasil pemeriksaan. Agar lebih hemat, mintalah bengkel menjelaskan kondisi komponen, alasan pekerjaan dilakukan, serta biaya setiap tindakan sebelum menyetujuinya. Dengan begitu, mobil tetap terawat tanpa harus mengganti atau membersihkan komponen yang belum memerlukannya.