Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Aki Baru Tapi Sering Tekor, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

3 min read
Aki Baru Tapi Sering Tekor, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!
ilustrasi aki mobil (freepik.com/blkstudio)
  • Aki baru bisa cepat tekor akibat sistem pengisian terganggu, termasuk alternator, sabuk penggerak, kabel, atau terminal yang bermasalah.
  • Arus bocor dari aksesori, kamera dasbor, atau modul elektronik dapat menguras aki saat mobil mati; teknisi perlu mengukur konsumsi arus secara tepat.
  • Perjalanan pendek berulang, spesifikasi aki tidak sesuai, atau aki lama tersimpan dapat menurunkan performa; lakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum mengganti aki.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Aki mobil baru biasanya diharapkan mampu menyalakan mesin dengan mudah setiap kali kendaraan digunakan. Namun, kenyataannya ada pemilik mobil yang justru mengalami masalah aki tekor meski baru beberapa minggu atau bulan dipasang. Starter terasa berat, lampu meredup, bahkan mesin tidak bisa dinyalakan.

Kondisi ini tidak selalu berarti aki yang dibeli berkualitas buruk. Aki baru pun bisa kehilangan daya jika sistem pengisian bermasalah, ada arus listrik yang terus mengalir saat mobil mati, atau pola penggunaan kendaraan kurang mendukung. Karena itu, penting mencari sumber masalah sebelum memutuskan mengganti aki sekali lagi.

  1. 1. Alternator tidak mengisi aki dengan optimal

    Ilustrasi pria memeriksa mesin mobil mogok di tengah perjalanan
    Ilustrasi pria memeriksa mesin mobil yang mogok (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Alternator bertugas menghasilkan listrik ketika mesin menyala sekaligus mengisi kembali daya aki. Jika komponen ini bermasalah, aki baru mungkin hanya memiliki cukup daya untuk beberapa kali menyalakan mesin sebelum kembali melemah. Gejalanya bisa berupa lampu indikator aki menyala saat berkendara, lampu kendaraan meredup, atau mesin sulit dinyalakan setelah mobil digunakan.

    Namun, gangguan pengisian tidak selalu berasal dari alternator yang rusak. Sabuk penggerak yang kendur, sambungan kabel bermasalah, atau terminal aki yang longgar juga dapat menghambat proses pengisian. Pemeriksaan tegangan pengisian dan kondisi sambungan listrik di bengkel bisa membantu menemukan penyebabnya. Jangan langsung mengganti alternator tanpa diagnosis karena komponen lain mungkin menjadi sumber gangguan.

  2. 2. Ada arus listrik yang tetap mengalir saat mobil mati

    ilustrasi dashboard mobil
    ilustrasi dashboard mobil (pexels.com/Atlantic Ambience)

    Mobil modern tetap menggunakan sedikit listrik ketika mesin mati untuk mendukung sistem alarm, penguncian pintu, dan sejumlah modul elektronik. Konsumsi ini normal selama masih dalam batas yang ditentukan pabrikan. Masalah muncul ketika ada perangkat yang terus menarik arus secara berlebihan, misalnya aksesori tambahan, kamera dasbor yang terpasang tanpa pengaturan tepat, atau modul elektronik yang gagal masuk ke mode istirahat.

    Kondisi tersebut dikenal sebagai arus bocor atau parasitic drain. Aki bisa kehilangan daya ketika mobil diparkir semalaman atau selama beberapa hari, meskipun usia aki masih sangat muda. Untuk memastikannya, teknisi dapat mengukur konsumsi arus saat kendaraan sudah memasuki kondisi istirahat. Pemilik sebaiknya tidak asal mencabut sekring karena tindakan itu bisa mengganggu sistem lain atau menyulitkan proses diagnosis.

  3. 3. Kebiasaan berkendara dan kondisi aki tidak sesuai

    ilustrasi aki mobil (freepik.com/standret)
    ilustrasi aki mobil (freepik.com/standret)

    Mobil yang hanya dipakai untuk perjalanan sangat pendek berulang kali bisa mengalami pengisian daya yang tidak mencukupi. Saat mesin dinyalakan, aki mengeluarkan energi besar untuk menggerakkan starter. Jika perjalanan berikutnya terlalu singkat, energi yang digunakan belum tentu tergantikan sepenuhnya oleh alternator. Akibatnya, aki terus berada dalam kondisi kurang terisi.

    Selain kebiasaan berkendara, spesifikasi aki juga perlu diperiksa. Kapasitas, ukuran, dan kemampuan arus starter harus sesuai dengan rekomendasi kendaraan. Aki yang tidak cocok atau sudah lama tersimpan sebelum dijual mungkin tidak memberikan performa optimal. Pastikan pula terminal bersih dan kencang. Jika aki baru sering tekor, mintalah pemeriksaan kondisi aki, sistem pengisian, dan arus saat mobil mati secara menyeluruh.

    Kesimpulannya, aki baru yang sering tekor merupakan gejala yang perlu ditelusuri, bukan alasan untuk langsung membeli aki pengganti. Diagnosis yang tepat membantu menghemat biaya sekaligus mencegah masalah serupa terulang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More